Wednesday, August 27, 2014

Traveling to Ambon #Manize 2012-08 part 1


Ambon memang selalu manise…

Orang Ambon yang bertampang sangar yang biasa kerjanya jadi Tukang Pukul dan kemananan ini ternyata punya hati yang lembut dan pemalu ciaelah.. hahahaha,
Berkesempatan traveling ke Kepulauan Maluku dengan ibukota Ambon dan sekaligus menemui sanak famili dari keluarga bokap serta keponakan2 yang cantik2 dan ganteng2 yang udah punya anak dan keponakan lagi yang lucu-lucu juga, ummmm berarti gw udah jadi tante nenek donk yaa .. yeahh sepertinya iya,  Hati ini sangat senang dan nelangsa melihat kehidupan mereka yang sederhana dan diluar hangar bingar dan kemewahan Jakarta.. Sederhana bukan berarti miskin bayangkan didepan rumah mereka ada pohon mangga, pohon alpukat yang buah nya besar2 dan uenakk.. jalan sedikit sekitar 100 mtr udah laut tempat mereka melaut untuk mencari ikan plus ikannya seger banget, ayam berkeliaran kalau mau ayam tinggal tangkap aja hehe ehh ada yang punya ya hahaha..

Rute Kali ini adalah Jkt-Ambon-Nusa Laut(Desa Titawai)-Saparua-Seram(Desa Waisarisa)-Ambon-Jkt, dengan hanya 1 mingguan, kebayang ga sih waktunya cukup apa ngaaa nih (Pertanyaan2 dalem hati aja), tapi pingin dicukup2in sih alias nekat. Dan Kali kesempatan ini pulak kita traveling membawa serta Mami tercinta dan Keponakan terganteng dan mama nya, cap cus ber 5 kita naik Batavia Air.

Day 1, Jakarta - Ambon
Takeoff dari Jakarta Jam 1.05 pagi huff.. ini namanya gak tidur judulnya.
Dari Jakarta kita udah booking hotel namanya Green Home Residence Ambon daerah samratulangi, berhubung berlibur di  musim menjelang hari raya Idul Fitri jadi udah booking hotel ini dari Jakarta, seperti biasa AC, Kamar mandi dalam plus ulasan yang baik dari para pengguna jadilah gw booking hotel ini, namun begitu sampai di Ambon yang mana kita udah booking mobil jemputan juga dari saudara disana, setelah tau kita tinggal di hotel tersebut mereka bilang supaya kalau bisa pindah hotel lain saja, karena daerah tersebut “Daerah muslim” dalam hati saya ahhh gak ngaruh ah mau muslim kek, Kristen kek yang penting bersih.. dan kita juga netral ajah ah, setelah check in, bersih-bersih kita keluar makan siang, Di Ambon biarpun letaknya dikelilingi lautan tapi yang namanya makan seafood muahal juga yeee, seng ada lawang.. :D, setelah makan siang kita mulai jalan2 mengelilingi kota ambon dan tentu saja ke salah dua pantai favorit saya Pantai Liang.. kepantai ini selalu membuat kita berdecak kagum karena airnya jernih dan bagus, kalau nga ingat hari ini hujan kita sudah berenang-berenang di pantai ini, namun saat itu karena di Ambon sehabis banjir dan badai maka pantai Liang agak Kotor bukan karena sampah namum pohon-pohon dan dahan2 yang tersapu banjir masih berada di pinggir pantai belum dibersihkan karena saat itu masih musim hujan. Saat saya disana juga lagi hujan deras dan hawa yang brrrr dingin juga ya ambon dikala hujan.. tapi tetep donk namanya udah jauh2 dari jakarta ditengah hujan juga gw jabanin untuk berfoto di pinggir pantai Liang. Selesai dari Liang tidak lupa kita ke Pantai Natsepa, hadeww tuh air jernih bener yak menggoda untuk menceburkan diri ke dalamnya tapi  mengingat hujan jadi nga jadi hikss.. ya sutralah mari makan rujak natsepa yang terkenal sedap itu ajalah..
Malam ini kami yang muda-muda butuh istirahat dan meninggalkan mami serta 1 orang keponakan di Ambon dan besok subuh mau  berangkat lagi ke Pulai Nusa Laut, Desa Titawai yaitu kampong kelahiran bokap, Kami meninggalkan mami di ambon agak kuatir juga sih, maklum meninggalan orang tua sendirian di hotel bersama dengan keponakan di ambon, karena beliau lebih memilih tinggal di hotel ambon karena ngebayangin berapa tahun lampau pernah kesama harus jalan dari laut ke pantai dan naik turun perahu yang tidak mudah lagi dilakukan oleh beliau mengingat umur nya saat ini. Sewaktu gw SMP kelas 2 gw dan keluarga nyokap, bokap, adik, ke pulau ini dan saat itu masih belum ada kendaraan bermotor, laut masih jernih, ikan2 masih suka bermain2 di tepi pantai dan saat senja waktu itu saya bersama adik saya serta saudara sepupu main di pantai dan berjalan jauh ketengah tanpa takut tenggelam untuk mencari ‘Bia” sejenis kerang yang bisa dimakan. Masih ingat waktu itu kami dari ambon naik kapal ferry selama 6 jam menyiksa karena ombak yang besar dan ferry berjalan lambat serta 3 kali tali kemudi putus ditengah laut membuat semua penumpang ketakutan tapi namanya gw waktu itu masih kecil jadi ya nga ngaruh yang gw pikirin Cuma gw gak bisa bergerak sanking tepar karena mual.
Pantai Liang sehabis Banjir
Pantai Liang
Pantai Liang

Rujak Natsepa
Lapangan dekat walikota
Day 2, Ambon – Nusa laut
Di Tulehu Pelabuhan tempat Speed berangkat ke Nusa Laut sudah penuh aja ini Speed, karena speed ini tidak setiap hari ada dan lebaran 2 hari lagi maka hari itu penuh dengan orang plus barang didalam perahu, sampai si Nakoda berteriak2 untuk menyuruh turun penumpang yang bandel mau tetap masuk aja ke dalam perahu.. "ini so penuh" sambil ngomel2 well sesuatu yang lain sih, kalau dijawa malah dipaksa dipenuh2 in sama awaknya kalau ini awak nya yg teriak cukup2 tapi penumpang masih maksa naik, well namum apa daya karena semua mau pulang jadilah seperti biasa keselamatan di nomor 2 kan, perahu sudah penuh sehingga seharusnya  menggangkut 25 penumpang menjadi 36 orang saat itu.. Hahhh... mana peralatan keselamatan sangat minim pulak lagi, sambil berdoa minta Tuhan jaga dan Lindungi perjalanan kami hingga tiba di Tujuan dengan Selamat, Seharusnya Speed  bisa sampai dalam 2 jam-an, saat itu sampai 3,5 Jam lebih sampai di  nusa laut karena muatan yang berlebihan. Setiba di Nusa laut (Masih) di pulau itu belum ada dermaga, mungkin karena pulaunya terlalu landai sehingga dermaga belum bisa dibuat, turun dari speed (mereka Menyebutnya ini) masih harus naik ojek lagi (ojeknya perahu yaa) untuk sampai di daratan.. arghh masih seperti dulu.. :D namun pantainya sedikit berubah banyak bebatuan dan karang yang sudah berlumut  dan di daratan tampak sekarang sepeda motor, signal HP juga selain telkomsel gak ada yang bisa nyambung.. telkomsel juga hanya GSM wahhh kaga bisa update status dunk :D…hari ini Hari Sabtu waktu kami tiba di desa Titawai ini, (Masih) rumah Keluarga bokap yang digunung itu berdiri walaupun sedang diperbaiki sana sini, untuk menuju ke rumah itu kita musti naik melalui anak tangga sekitar 400an meter keatas, (Masih) Aliran air tidak ada dirumah ini, jadi sewaktu kami tau bahwa air yang ada di bak kamar mandi diangkutin pake ember dari gunung lagi, jadi membuat kami semakin ga enak hati untuk mandi buang2 air, jadilah kami Cuma mandi kimplik2 aja asal cuket,cukak,cumuk,cutat (Cuci ketek, cuci kaki, cuci muka, cuci pantat) :D. Udara disini sangat menyenangkan karena sejuk, enak deh pokoknya kita gak perlu AC, Listrik juga seperti Biasa Mati dari jam 6 Pagi sampai jam 6 Sore, Pertanyaan gw pada Istrinya sepupu gw yang tinggal disana “kalian mandi gimana dunk? Jawabnya, yaa mandi sedikit2 saja dan Kak Ronny (Sepupu ku) mandi di Kali, oiya ada kali yaa.. ah tapi kami gak sempat turun ke kali nya karena kebayang capeknya turun gunung ke kali ditengah hutan, Hari ini setelah makan siang kami pergi jalan-jalan naik body (sebutan Perahu nelayan) sayang ya padahal niat kami mau berenang2 dilaut gak kesampaian padahal airnya begitu jernih karena fasilitas body (Perahu) tidak ada alat untuk naik ke atas perahu kalau sudah terjun ke laut selain ditarik dan ragu pasti perahu bakal terbalik kalo gw atau suami gw yang ditarik hahaha. Niat berenang dilaut pupus sudah, jadinya kami melihat2 alam dan pemandangan yang indah ini membuat kami (saya,Rick,Betty, obet(ponakandejkt)) sangat berdecak kekaguman luar biasa indah dan lebih mengejutkan disini itu bersih..selesai keliling2 pulau kami kembali ke rumah gunung lagi tempat kami menginap, Rick suamiku sangat suka dengan desa ini karena udaranya enak dan berbeda jauh dengan Jakarta, disini sangat segar untuk duduk2 aja diluar rumah sangat nyaman. Malam ini kami harus istirahat karena besok setelah gereja kami mau melanjutkan perjalanan ke Saparua untuk melihat benteng besar peninggalan belanda itu.

Penuh Mang..

Abis Naik Ojek Perahu


Menuju rumah di Gunung
Dari Atas

Rumah Tua (Rumah Keluarga Bokap)








Gadis Titawai 



Makan siang sederhana namun nikmat


2 comments :

  1. halo kaka,
    saya jagad, rencananya mau ke trip ke ambon mei 2015 nanti
    boleh kah minta contact person orang yang bisa bantu kami disana ?
    sewa ojek perahu atau penginapan di saparua atau nusa laut.
    atau boleh Tanya Tanya ke kaka sendiri ?

    thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mau tanya lagi sewa ojek perahunya dari mana ke mana? kalau dari saparua ke nusa laut dan sebaliknya gak perlu sewa karena tiap hari pasti ada (kecuali hari minggu) waktu itu kita sewa karena jatuhnya hari minggu, tapi kalau mau sewa untuk jalan2 sekitar tanya aja penduduk disitu, mereka rata2 bisa kok bantu dengan catatan mereka punya bodi(perahu) sendiri yaa, kalau gak punya paling mereka nanti cari teman2, penginapan di saparua banyak di sekitar benteng duurstede, kalau di nusa laut sih sepertinya gak ada penginapan,

      Delete