Friday, June 10, 2016

Birokrasi : Mengurus Sendiri Mutasi Alamat STNK dan BPKB Kendaraan Bermotor dari Jakarta ke Tangsel

Birokrasi dan sebuah drama di dalamnya.

Update June 2017.. Proses Mutasi Alamat Masih sama, Cek Fisik, Loket Mutasi ambil Form, Cek Komputer khusus, Cek Blokir STNK, kembali ke loket mutasi (Membayar 2017 tarif baru motor menjadi 150,000, Mobil Menjadi 250,000) *Perhatikan benar jumlahnya kalau bisa bayar dengan uang pas, karena masih banyak petugas yang "nakal" mematok harga sendiri diatas biaya resmi (pengalaman sendiri namun karena gw sudah tahu jadi gw bayar pas Rp. 250,000.- dan 2 bapak2 juga yang sedang proses bersama gw, kena bayar diatas harga resmi). Kembali setelah 2 hari kerja untuk mengambil Surat Mutasi setelah itu ke Loket Fiscal untuk mengambil surat Pajak stnk untuk ditujukan ke Samsat Tujuan, lalu ke Bagian Arsip untuk mengambil berkas, dan berkas dibawa ke Samsat daerah tujuan, agak berbeda karena ada tahap dimana kita sendiri harus ke bagian TU untuk meminta nomor Polisi yang baru.  Untuk Polda, akan saya update kemudian.
Lupa euy mau Update di Polda, untuk Perubahan alamat BPKB mengurus di POLDA masih sama seperti sebelumnya tidak ada perubahan. 





Update Des 2016.. padahal sama ingin mutasi namun agak sedikit beda lagi pada waktu proses di Polda untuk update BPKB yang memakan waktu sedikit lama sekitar 10 hari kerja, mungkin karena Ruameee banget, tanya kenapa?? musiman kali ya, gak tau deh, beda banget dengan waktu bulan Mei 2016 yang hanya memakan waktu sebentar.

Karena kepindahan domisili gw yang awalnya dari Jakarta ke Tangerang, semua tahap dalam merubah identitas sudah gw lalui yang selanjutnya harus dilalui adalah berubahnya semua dokumen kendaraan pribadi yang gw punya. Susah ya susah, tapi dijalanin aja.
Sekarang waktunya untuk memperpanjang STNK, hufftt ini dia nih yang gw pikir awalnya malas banget untuk jalanin sendiri tapi mengingat biaya jasa hanya untuk mutasi alamat STNK berkisar antara Rp. 750,000 – 1,000,000, jadi cobalah gw untuk Jalan sendiri sekaligus untuk menambah pengalaman dan karena gw juga sekarang sudah tidak bekerja lagi, jadi gw pikir akan punya banyak waktu untuk mengurus sendiri mutasi alamat dari Jakarta Ke Tangerang. Sudah baca-baca referensi baik itu dari website dan blog-blog yang ada di internet namun setiap orang pasti punya pengalaman yang berbeda dan gw mau share pengaman gw di blog ini.
Ceritanya begini, Kendaraan bermotor gw berasal dari Jakarta dan sekarang gw tinggal di Tangsel dan kendaraan fisiknya berada di Kalimantan (nah loh) hehe.
Walaupun sama-sama berplat B tapi antara Jakarta dan Tangerang udah beda propinsi chuy. Dan 2016 ini tepat saatnya si Rocky (motor suami ) udah harus perpanjangan 5 tahun, seperti kita ketahui setiap kendaraan bermotor yang berada di Indonesia setelah 5 tahun harus mendapatkan cek fisik, dari pada gw ngurus mutasi alamatnya nanti-nanti (karena SIM A gw masih alamat lama) mending gw coba proses untuk pindah alamatnya sekalian sekarang, jadi cek fisik nya Cuma satu kali aja. 
Dokumen yang mutlak diperlukan untuk mutasi alamat kendaraan bermotor adalah asli dan fotocopynya 
1. KTP pemilik, 
2. BPKB 
3. STNK 
4. Bukti Gesek2 dan cek fisik.
Langkah pertama
Karena si Rocky ada di Kalbar bukan di Jakarta atau Tangerang, kita gak perlu bingung atau repot-repot dan pusing-pusing gimana caranya untuk cek fisik, tinggal datang ke samsat setempat dan bawa asli semua dokumen dan syarat-syarat diatas beserta kendaraannya tentunya, dan karena Pontianak tidak seramai Jakarta, jadi cek fisiknya pun tidak memakan waktu lama, gw tinggal lapor sama bapak2 yang ada disana kalau gw mau ke cek fisik bantuan, dan gw diarahkan ke loket cek fisik dan menyerahkan semua dokumen asli dan fotocopynya, dan diberikan formulir untuk diisi dan sticker untuk gesek2nya, setelah itu ngapain?? Ya antri motor lah untuk di gesek oleh bapak2 petugas yang ada disana, setelah selesai hasil nya gesekannya di tempel di form yang tadi kita isi dan kembali lagi ke loket tempat kita ambil formulir dan di stempel serta ditanda tangani dan dicoret2 yang artinya semua mesin dan kendaraan masih layak pakai xixi dan di stempel bahwa kendaraan berada di Kalbar, setelah itu si Pak petugas bilang ini tinggal dikirim aja ke Jakarta ya bu.. dan proses hari itu selesai tanpa mengeluarkan biaya apapun.
Langkah kedua
Gw pikir gw bisa langsung datang ke samsat Tangsel, dengan langkah pasti dan masih pagi gw bertandang ke Samsat Ciputat dan disambut sama mba polisi yang manis dan bapak polisi yang ganteng dengan ramah di depan pintu samsat, selamat pagi... ada yang bisa kami bantu, beeeuhhh sesuatu haha, seperti masuk ke bank saja gw.  Pagi!! Kata gw, saya mau mengurus mutasi alamat motor saya ngurusnya kemana yaa? Lalu mereka bilang ke gw, ibu ke belakang gedung dan ke loket cek fisik yaa.. lalu gw pergi ke belakang dan dengan PD nya menyerahkan hasil cek fisik gw ke loket dan si bapake di loket bilang, Bu.. ini musti ke Jakarta dulu yaa tempat yang mengeluarkan STNK awalnya (Jakarta Pusat) untuk cabut berkas dan surat mutasi dan setelah itu baru ibu balik ke sini lagi.. walaahh saya harus ke Jakarta yaa?? huh, tapi ya sudahlah berhubung masih pagi jadi dari samsat ciputat gw langsung meluncur ke stasiun pondok ranji naik motor untuk naik kereta ke Tanah abang kemudian nyambung naik kereta ke Jatinegara dan turun di kampong Bandan lalu nge-Gojek deh, 4 kali ganti transportasi untuk ke samsat Jakarta pusat tepatnya yang ada di Gunung Sahari yang bergabung dengan samsat Jakarta Utara, terletak di depan mangga dua square.
Di sini gw langsung ke loket cek fisik untuk di stempel2 lagi sambil menyerahkan asli cek fisik dari Pontianak, fotocopy KTP, BPKB dan STNK dan setelah BPKB,STNK dan bukti cek fisik beserta fotocopynya 1 set udah di bundle sama bapak yang ada di loket cek fisik, itu gw diarahkan untuk ke dalam gedung lantai 4 khusus ke bagian mutasi alamat. Dari sini gw diberikan formulir lagi untuk diisi, sambil berpanas2an didalam gedung lantai 4 mengisi formulir dan setelah selesai, gw kembali ke loket mutasi dan gw disuruh ke lantai 2 untuk cek apa ya gw lupa yaa?? Pokoke setelah dari lantai 4 gw diminta ke lantai 2 untuk minta tanda tangan bapake di loket lain lagi ughhhh, setelah bapake di lantai 2 mencoret2 lagi berkas gw, gw harus balik lagi ke bapake yang ada di lantai 4 hufftt, setelah bapake terima dokumen gw, nama gw dipanggi lagi dan gw disuruh lagi ke loket sebelah yaitu loket cek blokir,.. dari loket satu ke loket lainnya yah begitulahh, gak praktisnya birokrasi di negeri kita, karena birokrasi panjang inilah jadi potensi korupsi dan palak memalak biasa terjadi, dan disini pun drama terjadi hehe. Setelah cek blokir beres gw balik ke bapake loket mutasi lagi dan antriannya disini gak jelas, dan kita gak boleh berdiri di depan loket, lalu ngantrinyta gimana?? jadi dokumen kita ditaroh begitu aja di depan loket dan gak jelas juga bapakenya mengurutkan dokumennya dan banyak pula yang menumpuk dokumen dan banyak pula yang memberikan setumpuk dokumen langsung ke tangan bapeke dan gak ada tempat khusus dan semau bapakenya aja ambil dokumennya jadi harap2 cemas kapan giliran dokumen gw disentuh nih hadehh... sambil gw ngobrol ama bapak2 yang antri juga yang kelihatannya dari biro jasa karena bapak itu menyerahkan setumpuk dokumen ke dalam loketnya menanyakan berapa biaya yang di tagih ke pelanggan yang memakai jasanya..
Gak lama setelah itu nama gw pun dipanggil dan gw ditagih 175,000.- cash dan bayar ditempat. Gw yang gak punya pengalaman mengurus ini, agak cerewet bertanya untuk biaya apa dan kenapa gw harus bayar ditempat dan kenapa gw gak bayar di bank atau kasir, tetapi bapake bilang itu untuk biaya PNBP (penerimaan Negara bukan pajak) kalau gw bener itu artinya PNBP. 
Setelah bayar, gw disuruh kembali dalam 2 hari kerja untuk mengambil kembali dokumen gw beserta surat mutasi. Diluar loket gw ketemu ama seorang pemuda yang tampaknya kurang puas dengan pelayanan yang diberikan dan pemuda itu juga sedang mengurus mutasi yang sama dengan gw, tapi pemuda itu sedang mengurus mutasi kendaraan dari Jakarta ke Bogor dan dia lagi nge"dumel" dan  duduk manis didepan loket ngeliatin semua orang yang baru keluar dari loket itu. Iseng gw bertanya emang bapak masih belum selesai mengurusnya?? Lalu kata pemuda itu sudah bu, hanya saja saya mau memastikan sesuatu, lalu gw tanya lagi ke pemuda itu, memastikan apa? Lalu dia menjawab, memastikan apakah setiap orang harus bayar di loket ini dan berapa rupiah yang ditagih ke masing2 orang, wahhh.. gw bilang gw ditagih 175 ribu pak, lalu dia bilang dia di tagih 325 ribu.. wahhhh kok mahal?? ada apa ini?? Masa sih pak? lalu tiba2 gw juga teringat sewaktu gw lagi menunggu antrian tadi, ada seorang bapak yang melas dan menawar dan gw pun awalnya bingung kenapa ada tawar menawar diloket itu namun saat itu gw pikir karena mungkin dokumen si bapak yg sendang tawar menawar itu bermasalah, jadilah gw cuek aja dan gw belum mudeng dengan apa yang terjadi. Dan pemuda itupun merasa menyesal dan kesal, katanya kenapa gw gak bilang aja kalau gw gak punya uang tadi. 
Dan gw pun jadi penasaran sebenarnya berapa biaya mengeluarkan surat mutasi dari samsat awal. Ini dia untuk diketahui agar kita tidak bodoh seperti saya dan pemuda tadi hehe, Biaya resmi dikeluarkan Rp. 75,000.- (jangan mau ditagih lebih yaa seperti saya)

Langkah ketiga
2 hari kemudian, saya kembali dan surat mutasi saya sudah selesai, setelah dari sini kita kembali ke lantai 3 untuk cek Fiscal, gw waktu itu kelupaan cek fiscalnya jadi gw harus kembali lagi hufftt akibat sebuah drama yang gw gak bisa share disini, yang terjadi di kantor samsat ini dengan gw. Cek fiscal digunakan untuk menutup pajak daerah Jakarta untuk membuka pajak daerah Tangerang, diloket ini nampaknya berjalan normal dan petugas memberikan keterangan dengan baik, dan diberitahu setelah dapat surat fiscal kembali ke lantai 1 ke bagian berkas untuk mengambil berkas gw, disini berkas gw sebenarnya udah ditangan gw karena diambil oleh Bapak yang ada di loket lantai 4 (akibat drama tadi hehe). Proses di Jakarta sudah selesai dan biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 75,000,- sajaaaahhh
Rangkuman cabut berkas : cek fisik – pengesahan cek fisik – loket mutasi isi formulir – loket lantai 2 – cek blokir – loket mutasi – cek fiscal – ambil berkas. Biaya Rp. 75,000.- saja 
Langkah keempat
Setelah semua berkas lengkap, satu set STNK asli, beserta surat mutasi dan surat fiscal, cek fisik, dibawa semua ke samsat tujuan (Tangsel), kembali dari awal lagi ke loket cek fisik dan cek fisik kita dilegalisir lagi di Tangsel, setelah itu jangan lupa cek fisik yang dilegalisir di foto copy (untuk urus BPKB di Polda). Setelah dari sini kita langsung ke lantai 2 di samsat ciputat dan ke loket mutasi, lalu kita tinggal tunggu nama kita dipanggil di loket Bank Jabar/ kasir (BJB) yang ada di dalam samsat tangsel, membayar sejumlah rupiah yang tertera di dalam STNK baru kita dan Tadaaaaa gak lama pun petugas di loket pengambilan STNK memanggil nama gw dan STNK gw pun jadi, lalu si ibu petugas yang ada di loket menyuruh gw ke lantai 1 untuk mengambil plat nomor motor gw yang baru dan surprise plat nomor gw yang baru selesai dalam waktu kurleb 20 menit saja dan resmi Rocky sudah berkode Plat TangSel.
Rangkuman urus berkas baru : Legalisir cek fisik- lantai 2 loket mutasi- kasir/BJB bayar pajak kendaraan – Terima STNK baru – Terima Plat nomor baru – Puas dengan pelayanan samsat Ciputat. 
Langkah ke Lima (Polda)
Belum selesai pengurusan dokumen kita setelah STNK dan plat nomor berubah ada satu langkah terakhir yang harus dilakukan yaitu merubah data yang ada di BPKB kita, untuk melakukan ini kita harus ke Polda metro jaya yang ada di sudirman atau Gatsu, udah berapa lama gw tidak pernah kedaerah sini, dan tidak tahu kalau pintu masuk ke Polda dari arah sudirman sudah ditutup, hehe maklum sekarang pan gw bukan warganya Pak Ahok, tapi berharap beliau yang jadi Gubernur lagi. Jadi gw pun harus Jalan kaki balik ke pintu yang ada di Gatsu, dan masuk melalui pintu masuk pejalan kaki, karena ada sedikit insiden waktu di samsat pusat, gw mau Jalan lewat gerbang depan dan karena takut diusir (pengalaman masuk ke gedung2 perkantoran tuh selalu ada Jalan khusus bagi pejalan kaki) gw dengan sopanlah bertanya ke bapak2 polisi yang ada disana, pak saya boleh keluar lewat gerbang ini?? Lalu si bapak membalas gw dengan bercanda tapi menurut gw keterlaluan!! tapi gw gak mau perpanjang sih, mau lewat kamar saya juga boleh buu.. sambil gw geleng-geleng kepala berlalu melihat kelakuan bapak2 berseragam itu. 
Sampai di pintu gerbang Polda, gw diberikan petunjuk oleh petugas untuk masuk ke gedung yang berwarna biru di dalam kompleks Polda Metro, di pintu depan gedung, kita menerima nomor antrian dan harus menyiapkan dokumen kita dengan benar yaitu :
1. BPKB Asli
2. Fotocopy Cek Fisik legalisir
3. Fotocopy KTP
4. Fotocopy STNK yang Baru
Itu saja dan di periksa oleh bapak yang ada di pintu masuk dan didalam kita langsung menuju ke petugas yang ada di sebelah kiri meja recepsionist dari arah pintu masuk untuk menyerahkan berkas kita dan diberikan formulir yang sudah lengkap diisi oleh petugas dan kita tinggal duduk manis menunggu dan gw dapat nomor 769 dan saat itu baru nomor 730 an dan tidak lama menunggu, kira2 30 menit, nama gw dipanggil dan diperiksa oleh bapake dan gw ditegor sama bapake hehe, karena fotocopy STNK gw yang baru gak jelas haha maaf ya pakk, STNK aslinya gw gak bawa karena udah dikirim ke suami yang ada di Kalimantan. Lalu gw di berikan tanda terima beserta tanggal untuk kembali, selama 5 hari kerja/1 minggu, untuk mengambil BPKB. Proses selesai dan biaya GRATISS
Langkah keenam
Gw agak kesiagan bangun jadi gw ke samsatnya udah agak siang gitu jam 10 an tapi karena gw hanya mengambil berkas jadi gw langsung dipersilahkan masuk dan menaruh tanda terima didalam sebuah kotak yang disediakan disana dan gak lama kemudian BPKB gw pun sudah selesai. Proses di Polda sangat puas dengan pelayanan disana

Hufftt memang capek mengurus sendiri sih, harus bolak balik jkt-tangerang dan apakah layak, karena ongkos ke Jakarta pun dengan 4 kali bolak balik juga sudah mahal, karena naik commuter dan pakai discount dari Gojek jadilah ongkos gw murmer, akan tetapi kalau kita naik kendaraan pribadi dan belum lagi macetnya hufftt. Buat yang tidak punya banyak waktu dan uang juga ada, lebih baik gunakan birojasa dan biar mereka yang bolak balik, akan tetapi karena gw juga pengen punya pengalaman sendiri dan buat nilai tambah untuk tulisan di Blog gw hehe, jadilah gw Jalan sendiri dan selesai juga dengan proses yang sebenarnya tidak terlalu rumit2 banget hanya sedikit memakan waktu. dan masih ada juga kendaraan yang harus gw mutasi ditahun depan hufftt. Semangat...


2 comments :

  1. Mba. Kalau saya mengurus stnk dan tnkb sudah selesai. Dan sekarang tahap perubahan alamat pada bpkb. Itu di polda metjay. Persyaratan apa saja yg di lengkapi. Dan berapa biaya untuk perubahan alamat pada bpkb mba. Perubahan alamat masih dalam satu kabupaten. Yang beda hanya kecamatan saja mba. Mohon balas komentar saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Pak Lutfi, syaratnya yang sy tahu adalah BPKB Asli, Fotocopy Cek Fisik legalisir, Fotocopy KTP
      Fotocopy STNK yang Baru dan biayanya GRATIS pak kalau hanya perubahan alamat. Jangka waktunya 2 Minggu max.

      Delete