Wednesday, July 1, 2015

Megurus Sendiri Alih Status dari ITAS ke ITAP untuk Suami

Salut sama kinerja Kanim Tangerang
(Sambil Mengurus Mutasi Alamat dari Jakpus ke Tangsel)

Hampir 3 tahun tinggal di Tangsel, namun gw belum berkeinginan untuk mengganti KTP gw menjadi KTP Tangsel. Karena alasan Repot dan teman2nya maka gw enggan untuk melakukannnya dan lagipula, KTP lama gw yang berdomisili di Jakarta Pusat masih terdapat keluarga yang tinggal disana.
Waktu mengurus KITAS masih lolos karena alasan bahwa gw masih tinggal disana dan sesekali pulang ke Tangsel *apa mungkin krn org wasdakin agak sungkan karena ada sedikit kejadian yang membuat gw, suami dan mereka agak sedikit awkward, Lihat post tentang, urus kitas sendri.
Namun tidak dengan KITAP, karena setelah mengajukan ke Kanim Pusat gw di  nasehatkan oleh bapak2 petugas disana untuk segera ganti domisili, yang ceritanya dan urutannya seperti berikut dibawah ini :

Step 1 (Alih Status : Kanim Jakpus)
KITAS expired tanggal 25 Agustus 2015. Pada tanggal 6 April 2015, lebih awal melangkah lebih baik karena jika ada masalah kita punya spare waktu supaya tidak overstay. Dengan percaya diri yang besar gw melangkah menuju kantor imigrasi Jakarta pusat, lengkap dengan persyaratan yang sudah disiapkan dan copy 3 rangkap dari semua dokumen dibawah ini :

1. Copy KTP & KK (Jakpus)
2. Asli & copy Paspor suami & Kitas
3. Copy Akta Nikah (Kristen) & Buku Nikah (Muslim)
4. Copy surat ijin nikah (Afidafit dari kedutaan suami & N1 apa tuh dari kecamatan untuk isteri)
5. Surat Jaminan Bermaterai
6. Surat Sponsor
7. Surat Pernyataan Integrasi (Baru)-Materai
8. Surat Keterangan tinggal dari RT/RW Rumah Tangsel

Saat memasukan semua dokumen, gw menyertakan juga surat keterangan tempat tinggal di tangsel yang dikeluarkan oleh RT & RW. Masalah akhirnya timbul, sewaktu semua dokumen gw diperiksa, gw ditanya sama petugasnya, Ibu tinggal dimana, gw bilang, gw tinggal di tanggerang, tapi KTP memang masih KTP jakarta, lalu petugas tadi memanggil gw masuk kedalam ruangannya dan memberi tahu yang sebenernya bahwa tidak boleh dalam kondisi seperti ini, dan bahwa gw harus tinggal benar2 tinggal di alamat yang ada KTP, jika ditemukan tidak demikian kemungkinan 100% permohonan gw ditolak. Petugas itu memberi tahu saya agar tidak ditolak karena nanti gw yang akan kerepotan sendiri, pasalnya ini proses ITAP.  
Berargumen panjang lebar bla bla bla KTP nasioanal sih nasional tapi ternyata nasionalnya pakai tanda petik. 
*pikiran sedih karena ganti KTP seperti ganti kehidupan buat gw, kebelakangnya panjang urusannya hikss. 
Sambil memelas gw minta tolong si bapak petugas, ayolah pak tulungg, namun bapak petugas bilang bahwa akan susah untuk lolos di bagian Wasdakim nya. 
Akhirnya pun si bapak mengembalikan dokumen gw untuk mengurus mutasi aja dan pulang dengan hampa hee, mau coba "Nego" sama wasdakim tapi sudah enggan karena orang2 wasdakim di Kanim Jakpus sangat susah untuk ditemui, karena memang mereka rata2 tugasnya keluar kantor terus. 

Step 2 (Proses Mutasi Kanim Pusat)
2 hari kemudian tanggal 8 April 2015, gw mencoba untuk kembali ke kanim Jakpus, dengan 2 pilihan  :  

1. Bener2 mutasi dan siap2 ganti KTP & KK, dengan menyiapkan dokumen berupa a. surat permohonan bermaterai yang isinya menyatakan bahwa kita sudah pindah rumah, b.melampirkan fotocopy surat keterangan dari RT & RW tanggerang. c.Paspor dan d.kitas asli.

2. Mencoba Mencari "Solusi" dengan bertemu wasdakim.

Setelah tiba disana karena kesal menunggu gak jelas petugas "Wasdakim" dan gak ada pula petugas yang bisa dimintai keterangan jadilah pilihan gw walaupun gontai adalah memasukan permohonan Mutasi dari kanin pusat ke tangerang, dengan syarat nomor 1 diatas, dan setelah dokumen diterima, butuh waku 2 hari kerja dan saya harus kembali lagi kesini untuk mengambil dokumen/ surat Mutasi yang ditujukan ke Kanim tanggerang dan paspor beserta kitas.

Step 3 (Proses Mutasi Kanim Pusat)
Setelah 2 hari kerja, tanggal 10 April 2015, gw kembali ke Kanim pusat untuk mengambil surat mutasi. Setelah terima surat Mutasi menuju ke bagian adminstrasi untuk minta nomor surat *nomor surat aja kita yang harus minta chuy. Nomor surat dilayani oleh ibu petugas bertampang sangar, setelah terima nomor surat, di fotocopy suratnya dan menuju ke ruang arsip untuk mengambil berkas. Setelah arsip diterima, kembali ke bagian mutasi untuk kasih fotocopy surat mutasi yang sudah ada nomornya. 
Surat asli dan berkas semua diberikan ke gw untuk gw bawa ke kanim Tangerang. *Ada kejadian lucu waktu gw sedang menunggu dokumen gw dicari, sambil nunggu, gw duduk di kantin di depan ruang arsip. Gak lama kemudian diwaktu gw sendang enak minum es teh manis dihari yang panas itu, gw dipanggil untuk masuk ke dalam lagi, sontaklah gw buru2 menghabiskan minum gw, untung gw ga pesen makanan, saat gw masuk dan ketemu bapak arsip, dia bilang begini, *wahh enak tuh bu ya minum seger lagi panas2 gini, gw jawab ya iya lah pak, ini saya kegerahan dari tadi bolak-balik, turun-naik, sampe keringetan. Lalu kata bapak itu, gak bagi2 nih ibu minum sendirian ajaa, gw jawab lahhh emang bapak belom minum?? bapak mau, saya pesen deh pak *kena palak deh gw haha. lalu si bapak menjawab, gak usah bu kasih saya aja mentahnya *jujur loh, nanti saya beli sendiri. *sambil tepok jidat dalem hati. Akhirnya gw selipin Rp.20,000 di logbooknya dia sambil gw tanda tangan kalau dokumen imigrasi suami gw udah gw terima.
setelah itu gw kembali ke loket mutasi lagi dan di cek kembali dan semua dokumen beserta amplop dan surat pindah diberikan ke gw.

Step 4 (Proses Mutasi Kanim Tangerang)
Dengan dokumen lengkap neserta arsip dan surat mutasi, gw meluncur ke kanim Tangerang. Suasana kanim tangerang padat banget dan petunjuk yang kurang jelas mau kemana2nya, setelah naik ke lantai dua, semua pintu tertutup dan butuh kartu pass untuk masuk kedalam, tidak lama waktu gw lagi celingak celinguk ada bapak2 nyamperin gw dan bertanya keperluan gw apa, lalu gw diberi tahu untuk ketemu dengan Bpk A, setelah ketemu Bpk A, gw musti ke bpk B, gw dilempar sana-sini padahal surat mutasi sudah ada, dan ternyata karena gw gak punya KTP Banten jadi mereka gak mau terima dokumen suami gw hadeeehhhh.. 
Akhirnya gw gw bertemu dengan bpk Putera (infokim) dan pak Putra menyarankan untuk mengurus perpindahan gw dari JKT ke Tangerang, lalu baru dokumennya bisa diterima oleh Kanim Tangsel. 
Berarti berkas dari Jakpus yang sudah dicabut dan gw bawa, belum bisa dimasukin ke kanim Tangerang, karena terpental di KTP duh *berarti berkas suami saya luntang lantung nih. Gak ada masalah pak, kalau dokumen ini gw yang pegang, lalu si bapak menjawab, gak ada sih,
Saya diminta untuk mengurus surat pindah terlebih dulu dan kembali setelah ada KK & KTP baru, untuk menyerahkan semua berkas. Lalu bapak Putra dari Infokim berkata seharusnya sebelum saya mencabut, saya harus punya surat pindah dulu, dan atau saya diminta untuk buat surat domisili yang mengeluarkan kantor keluraha tempat tinggal, *udah cek bahwa kantor Kelurahan di Tangsel tidak lagi bisa menerbitkan surat keterangan Domisili (titik). 
Lalu gw tanya lalu gimana pak waktunya keburu gak nih sekarang bulan April dan KITAS suami Expired Agustus, lalu mereka bilang wahhh masih lama bu, tenang aja, urus KITAP paling lama 1 bulan, Lalu dengan terkejut gw menanggapi, *really?? 1 bulan pak?? serius?? iya bu, perpanjang kitas aja paling lama 2 minggu.  *"bener nih pak?" si bapak bilang *Bener, Ibu tenang aja dan urus aja KTP & KK Tangerang Ibu.
Petugas2 di kanim Tangerang ini sangat helpful banget sih dan memberikan info2 yang jelas jadi walaupun gw dioper kesana sini gak gitu emosi dan  kecewa.
Sia-sia lagi gw datang ke kanim Tangerang karena dokumen suami gw belum bisa diterima oleh Kanim ini, berawal dari sinilah akhirnya gw memutuskan untuk mengganti KTP gw dari Jakpus ke Tangsel (Lihat postingan Urus KTP Sendiri) beruntung gw coba maju untuk ITAP lebih awal yaitu di bulan April, dimana ITAS suami habis masa berlakunya di Agustus, jadi gw masih ada kesempatan untuk mengurus perpindahan  gw.

Step 5 (Proses Mutasi Kanim Tangerang)
Hampir sebulan pengurusan dokumen2 perpindahan gw yang tak kunjung kelar. Mungkin karena gw gak mau pakai "uang" atau "Orang dalam". Pasalnya tetangga gw ada yang kena tipu oleh oknum petugas, dalam hal urus-mengurus KTP & KK dan mengeluarkan uang hampir 2 juta dan 2 juta yang itu pun tidak membuat tetangga gw cuma taunya "simsalabim" KTP & KK jadi, yang ternyata mereka harus jalan sana sini juga, ya sama aja dunk.
KTP & KK gw belum jadi,  tapi saya memiliki tanda terima dari kecamatan dan Surat2 pindah dari DukPil Jkt & TangSel. 
Hari ini, gw mencoba untuk kembali ke kanim Tangerang untuk proses dokumen mutasi terlebih dahulu. 
Kanim Tangerang masih belum mau menerima dokumen mutasi gw, karena KK & KTP fisiknya belum ada, akan tetapi setelah berargumen dengan petugas dan dengan semua dokumen lengkap (surat pindah keluar dan datang dan resi KK & KTP) yang gw miliki, akhirnya dokumen mutasi suami gw diterima juga, dan untuk diterbitkannya surat pindah yang butuh 1 hari kerja, karena penandatangan surat sedang tidak ada ditempat, alhasil gw disuruh kembali besok untuk mengambil surat keterangan mutasi yang sudah ditanda-tangani untuk pegangan suami gw dan gw. Surat ini diperlukan pada waktu kita hendak membuat KTP dan KK suami, dan mutasi pun sudah selesai.

Step 6 (Proses Alih Status)
Butuh waktu lama juga ternyata untuk KK & KTP selesai. Memulai proses dari awal bulan April sampai sekarang ini sudah awal juni, namun KTP KK gw belum selesai juga. Tidak berputus asa, gw coba balik ke Kanim untuk coba proses alih status, dan ternyata sia-sia, tetep loh mereka butuh fisik KTP & KK. *Emang iya sih padahal udah ada resi, kan bisa nyusulll haiyaaa. Dan gw pun menyerah juga untuk  menunggu dengan manis sampai KTP & KK gw selesai.
Hari Rabu, Tanggal 17 Juni 2015 akhirnya selesai juga KTP & KK gw. Kembali ke Kanim Tangerang dan berharap gak ada kekuangan dokumen apapun. Dan sesuatu ada yang berubah disini, di Kanim Tangerang, kantornya lebih bersih dan terang *gak gelap lagi dan lebih dingin, ACnya baru kayanya dan semua alat2nya kayanya serba baru tuh, cuma kurang kursi tunggu di lantai 2 nih. Wah dalam 1 bulan gak kesini, gedung Kanim ini sudah bagus dan sedang direnovasi lagi gedung sebelahnya.

Dengan Menyerahkan semua dan difotocopy jadi ada 3 rangkap
1. Copy KTP & KK (Jakpus)
2. Asli & copy Paspor suami & Kitas
3. Copy Akta Nikah (Kristen) & Buku Nikah (Muslim)
4. Copy surat ijin nikah (Afidafit dari kedutaan suami & N1 apa tuh dari kecamatan untuk isteri)
5. Surat Jaminan Bermaterai
6. Surat Sponsor
7. Surat Pernyataan Integrasi (Baru)-Materai
8. Surat Keterangan tinggal dari RT/RW Rumah Tangsel sudah di ttd kelurahan ( dilampirkan aja sebagai tambahan)

Setelah lolos dari loket pemeriksaan pertama dan gw ditujukan untuk menghadap bapak Dewo di lantai 1, untuk verifikasi lebih lanjut dan meminta note dari mereka seperti interview gitu kali ya, waktu itu bapak Dewo tidak ada ditempat jadi diwakilkan oleh rekannya, Setelah selesai kita kembali ke loket penerimaan dokumen dan diberikan tanda terima untuk kembali lagi, namun tanggal pastinya belum karena setelah terima dokumen proses selanjutnya adalah survey ke rumah dan setelah survey inilah baru kita tahu kapan kita kembali ke Kanim untuk mengambil hasil survey.

Step 7 (Alih Status : Survey tempat tinggal)
Butuh waktu tidak lama, hari Minggu Tgl 21 Juni 2015, gw menerima telpon dari petugas Wasdakim untuk survey, kaget juga ternyata Hari Minggu pun si Bapak Wasdakim bekerja, ya gw dan suami mengiyakan untuk disurvei hari minggu sore, karena pagi sampai siang hari kita harus ibadah dulu.
Bapak petugas datang sendiri dan  mengambil foto kita berdua dan rumah dan foto bapak petugasnya dengan suami gw, bukti kalau sudah di survei dan gw ditanya beberapa pertanyaan umum, seperti sudah berapa lama tinggal disini, apa pekerjaan gw dan suami, kegiatan hari2 apa aja,  karena lagi bulan Ramadhan jadi gw gak sediakan apapun juga.
Setelah selesai survey, Bapak Petugas meminta kita kembali ke Kanim sekitar 5 hari dari hari ini, yaitu Jumat 26 Juni 2015, sudah bisa datang dan mengambil surat hasil survey untuk di bawa ke Kanwil MenHumHam Banten yang berada di Serang. Great.

Step 8 (Alih status : Pembayaran dan Proses di Kanwil Menhum ham Banten)
Tanggal 26 Juni 2015, gw ambil cuti 1 hari untuk berangkat pagi2 ke Kanim Tangerang, mengambil surat rekomendasi untuk dikirimkan ke Kanwil Menhumham Banten. Yihaaa, surat sudah keluar dengan *nomor surat sudah lengkap dan gw hanya diminta untuk fotocopy, *step minta nomor surat gak ada di kanim Tangerang, setelah di fotocopy semua dokumen di-susun rapih oleh petugas. Ada yang baru, setelah survei dan sebelum kita ke kanwil kita harus bayar biaya proses ke-imigrasian terlebih dahulu, kalau sebelumnya sewaktu pengurusan kitas tahun 2014 lalu, pembayaran dilakukan sesaat sebelum pengambilan sidik jari dan foto, setelah proses Kanwil dan Dirjen. Namun sekarang sebelum ke kanwil, Dirjen dan foto dan setelah Kanim mengeluarkan surat untuk ke Kanwil, kita sudah harus melunasi semua biaya administrasi, resmi yaitu :
1. Biaya Kitap - Rp. 3,500,000
2. MERP 2 Tahun - Rp. 1,750,000
3. Biaya Sistem - Rp, 55,000
Total Dibayar Rp. 5,305,000.-

Setelah Lunas bersama bukti bayar di fotocopy dan sekarang gw berangkat deh ke Serang.
Butuh waktu tidak sampai 2 jam untuk tiba di Kanwil Menhumham Serang, Banten. Hanya masalahnya adalah hari ini adalah hari jumat dan tepat jam 11 lewat gw dan suami, tiba di Kantor Kanwil alhasil kita harus menunggu sekitar 2 jam sampai selesai Jumat-an untuk memasukan dan menerima kembali surat rekomendasi dari kanwil Serang, untuk diantarkan ke Dirjen Imigrasi di Kuningan JakSel. Hanya menunggu tidak terlalu lama, surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kanwil Banten selesai, Bravo... Karena di kanwil jakarta butuh waktu 2 hari kerja untuk dapat surat ini. Yang berarti kita tak perlu kembali lagi kesini, jauhh booowww. 

Step 9 (Alih Status : Dirjen Imigrasi Jakarta)
Setelah terima surat dari Kanwil Banten, Senin 29 Juni 2015 gw niat berangkat pagi ke Dirjen setelah dari situ gw mau ke Kantor langsung. Ternyata oh ternyata, ke Jakarta lebih memakan waktu dijalan lebih lama dari pada perjalanan ke Serang haiyaaa.. berangkat niat pagi, sampai di stasiun kereta dan ternyata keretanya telat hadeehhh, cuape deeehhh. 
Setelah sampai di Dirjen Imigrasi Kuningan, dokumen gw diterima dan membutuhkan 10 hari kerja dan gw diminta kembali tanggal 14 Juli 2015,  *Loh kok lama ya bu? bukannya cuma 5 hari kerja? lalu petugasnya menjawab, Kalau Kitas 5 hari, tapi kalau Kitap 10 hari kerja. oooo ya udah gw meninggalkan nomor telepon gw yang bisa dihubungi kalau ada dokumen yang kurang dan perlu nanti mereka akan menghubungi gw.

Step 10 (Alih Status : Dirjen Imigrasi Jakarta)
Tgl 14 Juli 2015, gw balik ke Dirjen Imigrasi di Rasuna Said, berharap tidak ada masalah, setelah 10 hari proses persetujuan dan menjelang Liburan Lebaran, setelah memberikan tanda terima ke pihak loket, (untuk pengambilan dokumen biasannya setelah jam makan siang) tidak lama kemudian nama suami gw dipanggil dan gw mendapat 3 amplop, 1 untuk suami, 1 untuk Kanim Tangerang, dan 1 untuk Kanwil Hum Ham Banten yang katanya bisa dikirim lewat pos. Terima kasih Tuhan akhirnya setelah melewati beberapa proses KITAP suami sudah di setujui.

Step 11 (Alih Status : Kanim Tangerang (Foto&Sidik Jari)
Tgl 15 Juli 2015, sehari sebelum liburan Lebaran gw dan suami mencoba untuk pergi ke Kanim Tangerang untuk menyampaikan surat yang sudah disetujui oleh Dirjen Imigrasi, sebisa mungkin untuk datang pagi hari, karena hari ini adalah hari terakhir kerja sebelum libur Lebaran, takutnya klu sudah siang, petugas sudah pada gak konsen haha *seperti gw. Tiba di Kanim langsung ke Loket penerimaan berkas WNA dan gw disuruh foto copy 1 rangkap, ga tau forocopynya untuk apaan, padahal kan surat itu udah langsung buat mereka, setelah di fotocopy dan fotocopy tersebut dibawa ke tata usaha untuk di legalisir, setelah surat dan fotocopy diterima, gw dan suami disuruh bertemu kembali dengan Bpk Imam untuk *final Interview, ternyata setelah semua proses masih Interview lagi yang jadinya sebenarnya gw yang banyak tanya sama Bapak Imam dan bapak Imam dengan sabar menjawab pertanyaan2 gw. 
Pertanyaan gw adalah seputar pekerjaan, gw bertanya apakah suami saya boleh bekerja pak? jawab bapak Imam boleh bu, apakah saya harus melapor lagi ke Kanim? Jawab bapak Imam, Gak perlu bu yang penting kan ibu gak pindah rumah lagi kan?, lalu gw tanya lagi, Apakah jika suami saya bekerja diluar Jabodetabek boleh pak? jawab pak Imam Boleh donk bu dimana aja boleh kerja asal tempat tinggal ibu tetap di Tangerang. ummm gw jadi berfikir, kalau suami kerja diluar Jawa dan masih akan pulang2 ke Tangerang gak akan masalah kali yaaa, yang penting IMTA harus ada, kalau suami benerja di suatu lembaga atau badan usaha, tapi kalau usaha sendiri yang bukan berbadan hukum, gak perlu IMTA.
Setelah selesai Interview gw dan suami kembali lagi ke lantai 2 dan suami gw udah siap untuk difoto, karena udah hawa liburan dan pembantu gak ada, jadi banyak petugas Kanim yang kerja membawa serta anak2nya hehe lucu yaa. Dan setelah foto dan sidik jari selesai, KITAP akan selesai 4 hari kerja, Jadi KITAP suami gw akan selesai di Tanggal 28 Juli 2015. Start awal tgl 17 Juni - 28 Juli (potong libur lebaran pas selesai dalam 1 bulan) Yihaaa

Ternyata benar loh kata petugas sebelumnya kalau proses KITAP membutuhkan hanya kurang lebih 1 bulan dan posesnya pun tidak sulit dan tidak juga makan hati seperti kata orang2 dan tidak juga susah dan berbelit2-belit. 
Puji Tuhan semua proses berjalan lancar dan banyak petugas Kanim juga yang sangat-sangat membantu, awalnya menakutkan tetapi setelah dijalanin tidak seperti yang kita bayangkan. Kesemuanya itu dapat kita lakukan dengan mudah, jika kita memiliki semua dokumen lengkap dan semua dokumen resmi, gak ada yang nembak sana sini. Dan walaupun prosesnya hanya 1 bulan adalah lebih baik jika memulai lebih awal sebelum KITAS Expire karena kita punya spare waktu yang cukup jika ada sesuatu dokumen yang belum atau perlu kita bereskan.
Ayo kita proses sendiri dokumen2 kita.

 

52 comments :

  1. hi mba salam kenal,
    mau tanya apakah suami ikut selalu setiap pengurusan surat?bagaimana dengan interview terakhir di kanim,apakah suami juga harus ikut serta diinterview?
    terimakasih
    salam
    noel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Salam Kenal juga, suami ikut saat pertama kali datang saja dan sebenerna aku juga gak tau interview terakhir itu harus atau tidak atau itu cuma finalisasi dokumen saja, waktu itu suami ikut karena saat kita terima dokumen dari Dirjen dan menyerahkan balik ke kanim kita pikir sekalian aja foto jadi suamiku ikut dan saat itu juga difoto dan ditanya2 sama petugas verifikasi terakhir. Sebaiknya yang pertama dan terakhir (saat foto) lebih baik ikut, karena kalau ada apa2 perlu dengan suami kan bisa langsung.

      Delete
  2. salam kenal mba,
    Untuk sponsor apa kita istrinya atau orang lain mba, apa hrs di lampirkan surat keterangan gaji atau buku tabungan?
    terima kasi,
    salam,Fie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam Kenal juga, Sponsor ya harus Isteri. Kan Isteri yang menjamin keberadaan suami di Indonesia, kalau suruh orang lain selain agen sih bisa aja sepertinya tapi saya juga kurang mengerti, yang ku lihat sih harus pakai surat kuasa. Menurut pendapat aku kalau suruh orang lain perlakuaannya akan sama seperti agen, Aku juga ga yakin, tapi pasti nanti akan beda mba jalannya.

      Delete
  3. slam kenal mba,
    minta tolong bantuannya mba
    Untuk sponsor apa istri atau orang lain yg ditunjuk, lampiran surat keterangan gaji atau buku tabungan perlu mba?
    terimamkasih banyak,
    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, Aku juga awalnya sudah menyiapkan buku tabungan print 3 bulan terakhir tetapi saat pengurusan tidak pernah ditanya, tetapi nanti kita akan isi formulir yang ditanya berapa penghasilan kita per tahun, cuma isi aja dan rekening koran tidak diminta.

      Delete
  4. Halo Mba,
    blognya enak n segar dibaca...ini ada beberapa pertanyaan minta tolong ya Mba
    untuk avidavit nikah dulu pertama sudah saya minta tapi hilang apa bisa minta lagi ya
    untuk surat jaminan n integrasi bikin sendiri ato formulir sudah tersedia di imgrasi?
    tadinya suami ikut perusahaan sekarang sponsor saya mba,
    terim kasih bantuannya ya
    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba, Makasih, senang bisa bantu orang lain. untuk avidavit nikah hilang, sorry banget aku sendiri gak tau, mungkin masih bisa mungkin tapi tergantung kedutaannya, tapi akan rumit kali ya apalagi yg WNI harus ngacak2 dokumen kecamatan tuh hehe yang dlu belum online, soalnya gak ada pengalaman, mba coba konsul ke kanim aja, sebenernya itu kan bukan syarat mutlak, kalau menurut aku sih, mungkin nanti dikasih tau jalan keluarnya sama mereka.
      Surat Jaminan & Inegrasi kalau di kanim Tangsel ada form nya, bisa diminta di koperasi, waktu aku di jakarta gak ada, buat sendiri juga bisa dan bermaterai.

      Delete
  5. Salam kenal Mba, Saya mengikuti artikel yang di tulis dan sangat membantu saya. Yang saya mau tanyakan tentang "Surat Keterangan tinggal dari RT/RW Rumah" Apakah surat tersebut atas nama suami kita? dan Apakah RT/RW bisa mengeluarkan surat tersebut untuk suami kita ? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. HI Mba Salam kenal juga, Surat keterangan tinggal dari RT/RW sebenarnya gak perlu kalau alamat yang kita tinggalin dengan alamat KTP sama, Kalau RT & RW aku mau mba buat surat keterangan tinggal untuk suami aku, aku sekalian kenalan ajak suami aku ke tempat mereka dan mereka mau buat, nanti keterangannya suami kita ikut kita tinggal di tempat kita. Surat keterangan RT/RW ini lebih perlu nanti untuk buat KTP KK, kalau di Imigrasi sih gak perlu (alamat KTP sama dengan kita tinggal)

      Delete
    2. Situasi saya skrg seperti Mba waktu itu urus mutasi. Saya sdh selesai urus mutasi suami (karena pindah alamat dan wilayah). Skrg mau submit dokumen pembuatan kitap, Imigrasi minta surat keterangan tersebut. Makanya saya pulang lagi karena di tolak :(
      Mba, surat keterangan tsb seperti apa yah? Tertera no kitas atau gimana yah? thx

      Delete
    3. Mba sudah urus mutasi dari imigrasi asal? selain ke dispenduk, kita harus urus mutasi dari imigrasi asal nanti dikasih surat pengantar pindah sama mereka dan semua dokumen suami di imigrasi asal dikasih ke kita untuk kita antar ke imgrasi yang mau kita apply. Syaratnya harus ada surat keterangan tempat tinggal di tempat tinggal sekarang memang.

      Delete
    4. Mungkin Mutasi di Kanimnya sendiri kali ya mba, pada waktu apply mutasi di kanim asal kita syaratnya : Surat permohonan - isinya kalau kita udah pindah rumah, dan lampirkan semua fotocopy paspor, kitas, dan surat keterangan tempat tinggal dari RT RW aja cukup dan KTP kita, nanti setelah mereka terima, dua hari kemudian jadi deh, surat dari Kanim asal yang isinya bahwa wna atas nama A, telah pindah dengan sponsor isteri ke wilayah kanim yang dituju. kalau itu udah jadi lalu semua dokumen kita ditarik dan dibawa sama kita ke kanim yang dituju.

      Delete
  6. Mutasi sudah Mba, saya wkt itu pakai surat domisili yg atas nama saya (krn Kanim nya minta begitu).
    Nah skrg saya mau buat pengalihan itas ke itap.. kurang data surat domisili suami (Kanim nya minta yg atas nama suami) Makanya kemarin pas masukin kesana, di tolak krn kurang data tsb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohh Begitu ya? aku waktu itu kok ga diminta ya? mungkin beda-beda kali ya mba, kadang emang gitu sih sebelnya.

      Delete
  7. Mba..mau kasih kabar nih.. akhirnya petugas imigrasi sdh datang ke rumah, kami di suruh foto bareng dan cek semua dokumen asli.. dan banyak jg di tanya tanya... Selanjutnya saya akan ikutin blog yang di tulis Mba nih.. apa apa aja tahap selanjutnya.. hehehhee.. Terima kasih banyak lho Mba.. bener bener sangat membantu.. ^~^

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah selamat ya mba, mudah2an selanjutnya lancar..

      Delete
  8. Terima kasih Mba atas artikel nya.. semua nya lancar sampai dapat sim.. Artikel Mba sangat membantu sekali untuk saya dan semoga untuk orang lain juga.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih banyak Mba, senang bisa membantu..

      Delete
  9. Hello mba, suami sy thn ini jg rencana apply KITAP dr sebelumnya KITAS. Kitas berakhir pd agustus. Kira2 klo sy ngurus dr bln februari kecepetan gak mba? Trs sy domisili Bali tp KTP Di jakarta dan berencana mengurus di Kanim Jaktim sesuai domisili. Kira2 bermasalah gak kalau seperti itu? Dalam pengurusan KITAP, brp lama kita harus mondar mandir ke Kanim? Yg harus suami saya lakukan adalah cabur berkas di kanim denpasar lalu pindah ke Kanim jaktim ya? Thank you pencerahannya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba, Boleh aja kok, setelah dapat kitas langsung proses kitap juga bisa hanya saja kalau saya masih berasa cape bolak balik, hehe nikmatin dlu nyantai tapi memang lebih baik dari jauh-jauh hari karena kalau ada dokumen yang kurang atau masalah apapun bisa langsung kita perbaiki. pengurusan kitap harus sesuai dengan alamat resmi kita di KTP ini harus dan gak bisa di nego sama imigrasi, karena kalau kita tidak berdomisili sesuai dengan KTP tidak bisa, seperti kasus saya KTP jakarta dan domisili di tangerang untuk itu saya urus mutasi KTP saya, kalau mba tinggal dibali di waktu imigrasi survei ke rumah, mba harus ada di rumah yang ada di alamat KTP dan mba harus benar2 tinggal disana dulu sampai selesai survei. Kalau gak tinggal disana nanti berabe, kecuali kalau mba diurus sama agen mungkin bisa kali ya, menurut orang kanim pengurusan KITAP gak lebih ketat.
      Kalau dokumen lengkap dan proses mutasi selesai ke kanimnya 5 kali lah ke kanim, 1 kali ke dirjen, 1 kali ke kanwil menhumham, 5 kali ke kanim, yang ke-1 - drop dukumen diperiksa dan lengkap, yang ke-2 ambil hasil survei dan bayar, ke-3 setelah dari Dirjen dan Kanwil Menhumham untuk drop surat pengantar dari mereka, ke-4 untuk foto, ke-5 untuk interview terakhir dan ambil kitap. selesai deh.
      iya harus ada surat mutasi dari kanim denpasar nanti ditujukan ke kanim tempat tinggal mba yang baru dan nanti kanim tempat tinggal yang baru menerbitkan surat mutasi dan setelah selesai permutasi-an baru bisa proses KITAP. Semoga membantu

      Delete
  10. Hi Mba,

    Nice info. Saya mau tanya soal KK, itu KK mbak-nya yang belum ada nama suami kan ya?
    Dan untuk surat jaminan, itu ngga mesti dari kantor tempat suami bekerja ya? bisa dari isteri saja.

    Terima kasih sebelumnya
    Ayu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba, KK saya dan suami pisah jadi saya punya KK sendiri dan suami punya KK sendiri, tapi katanya sih sekarang sudah bisa jadi satu KK (saya belum terlalu jelas ini). Sorry ini untuk jaminan untuk apa ya? kalau jaminan sponsor isteri untuk ijin tinggal bisa banget. Tetapi kalau suami mba sudah di sponsor oleh perusahaan sepertinya bisa juga buat KTP kalau sudah KITAP.

      Delete
  11. Hi Mbak Thank you infonya. Saya dlm proses pengajuan alih status kitas ke kitap. Saya sudah memasukan berkas tgl 11 maret tapi sampai Hari ini tgl 23 belum Ada survey ke rumah. Saya ke Imigrasi tgl 23 juga Dan Saya Menuju ke loket WNA Saya menayakan kesalah satu petugas sampai dimana proses pengajuan kitap suami Saya. Dijawab Oleh petugasnya lho Saya sudah jelaskan Kalau proses kitap bisa lebih dr 3 bulan. Wah gimana sich, trus Saya bilang Lho resminya khan Gak sampai selama itu Mas suami Saya hrs berangkat kerja lagi tgl 26 April. Dia bilang bisa melakukan pembatalan dengan mengajukan form. Trus perpanjangan kitas Aja. Trus Dia bilang tunggu Aja sampai Ada survey bisa lama Karena hrs mengecheck ke catatan sipil dulu. Total bisa sampai 3 bln lebih Dan Bapak Gak boleh Kemana-mana. Beruntung banget Mbak lancar.saya lagi mencari-Cari data yg pasti proses alih status memakan waktu berapa lama. Karena menurut petugas itu sampai 3 bln lebih. Thank you in advance. And thank you buat blognya semoga bisa lancar pengajuan kitap suami Saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba, sayang sekali ya kok seperti itu, karena prosedur resmi KITAP seharusnya sekitar 1 bulan, saya pengalaman ngurus KITAaS di Kanim Jakpus dan KITAP di Kanim Tangerang semuanya cepat dan gak lama, boleh tanya mba, apakah waktu masukin dokumen semua surat lengkap? atau mba bisa menghadap ke bagian informasi dan sarana komunikasi untuk minta penjelasan, nama singkatnya apa saya lupa deh, biasanya mereka akan kooperatif sama kita dari pada mba menanyakan sama petugas loket, mba minta ijin aja sama satpamnya, waktu ituu aku malah dikasih nomor HP bapak petugasnya malah. Iya mba semoga Lancar yaaa..

      Delete
    2. Thank you balasannya Mbak. Aku udah lengkap semua Mbak penerima berkas yang ngatur semuanya. Kedua kali Saya datang diterima Oleh staff lain trus Di inform Oleh dia Kalau pengurusan lebih Dari 3 bln. Mbak Rickve disurvey setelah berapa lama memasukan berkas ? Karena dr tgl 11 maret - 26 maret Saya masih belum Ada orang dr Imigrasi yang telpon atau pun survey ke rumah. Hari senin ini Saya coba telpon ke Wasdakim untuk informasi. Terima kasih yach

      Delete
    3. Hi Mba, aku gak lama Mba, begitu aku masukin berkas kira2 4 hari, petugas wasdakim telp aku dan minta jadwal kunjungan, Mba kalau bisa langsung datang aja ke wasdakim atau kalau tidak mau olangsung ke wasdakim, mba ke infokim dlu aja, biasanya org wasdakim suka jarang ada ditempat.

      Delete
    4. Thank you Mbak buat infonya membantu banget. Saya dpt nomer telpon Wasdakim sby dr lapor.go.id Saya juga menayakan ke diretorate jendela imigrasi kepastian proses alih status berapa lama. Karena selalu berdasarkan dr kantir Imigrasi masing2. Dan hr ini Saya mau telpon Wasdakim langsung. Terima kasih atas jawabannya. Semoga pengurusan Saya lancar2 Gak sampai 3 bln.

      Delete
    5. Hi Mbak, setelah telp ke Wasdakim proses kitap suami berjalan lancar hr senin tgl 11 April Saya Akan ke Dirjen Imigrasi. Puji Tuhan Di kanwil surabaya cuman 1 Hari proses, semoga dijkt Gak lama. Terima kasih infonya yach:-)

      Delete
  12. Hi mbak.. Salam kenal..

    Ke dirjen itu wajib kah mbak untuk yg urus alih status kitap di Kota lain? Saya domisili di Surabaya mbak repot juga kalo bolak balik ke Jakarta hihi.. Oiya mbak satu lagi kan suami skrng dah punya kitas tpi masih bolak balik indo-uk sementara masih kerja disana rencana mau netap akhir taun n kitas expired bln October 2016 lalu saya tidak bekerja lalu penghasilan per tahunnya bisa ga ya saya tulis dri gaji suami ato saya kosongi saja krn waktu urus kitap yg pertama dan ke dua kolom penghasilan tidak saya Isi juga tidak dipertanyakan oleh pihak imigrasi? Mohon pencerahannya..
    Thanks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau penghasilan sih sepertinya gak masalah mba, hanya tulis aja, soalnya ada yang ibu rumah tangga seperti mba juga bisa mensponsori suami. Saya juga sekarang sudah berhenti bekerja belum tahu apakah akan bekerja lagi atau tidak, mudah2 perpanjang kitap di 2020 gak ada masalah (masih lama sih xixi)

      Delete
    2. Hi Mba, Iya mba Wajib ke Dirjen di jakarta, tapi yang saya tahu bisa pake pos tercatat, tetapi saya gak yakin kalau dengan cara itu, atau mba minta tolong sama saudara atau adik yang ada di jakarta tapi aku blm punya pengalaman apakah harus ada surat kuasa atau tidak atau mba bisa cari info aja kesana untuk tanya dulu oleh orang yang ada di jakarta, sebenernya sih ke Dirjen cuma drop surat dan ambil surat aja sih tapi surat itu lumayan penting dan waktu kita drop dan ambil surat gak ada pengecekan apa-apa, maksudku gak ada ditanya macam2 disana.

      Delete
  13. hellomba, saya mau memperpanjang kitas suami menjadi kitap,saya baru saja selesai pindah ktp dari jogja ke bali,krn domisili di bali,masalahnya tempat tinggal kami cuma ngontrak,apakah nanti bermasalah ketika mereka survey? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba, Kanim sih gak tanya apakah ini rumah sewa atau milik, menurut saya sih ga akan ada masalah deh, mereka cuma mau cek apakah kita benar2 menikah atau tidak dan serumah atau tidak dan mereka akan ambil foto kita berdua didalam dan diluar rumah, dan ada juga yang minta tanda tangan RT setempat tapi waktu saya urus kitap sih petugas gak minta tapi waktu utus kitas saya diminta tanda tangan RT, semoga membantu..

      Delete
  14. hi mbak, salam kenal. Saya juga sedang urus proses ahli status KITAS ke KITAP suami saya. Sekarang sedang menunggu surat jawaban dari Kanwil Surabaya. Untuk proses ke Dirjen Imigrasi Jakarta apa mang harus kita sendiri yang menyerahkan? apa boleh via pos tercatat? soalnya posisi kami ada di Jombang Jawa Timur. Berapa lama proses yang di Jakarta? terima kasih sebelumnya. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. HI Salam kenal juga, kalau ke Dirjen dikirim pakai surat tercatat sih bisa aja, hanya agak sedikit riskan takut hilang ditengah jalan, saya belum pernah coba sih. Atau mungkin bisa diwakilkan bila mba punya kerabat atau teman di Jakarta, saya kurang pasti tapi sedia surat kuasa aja kalau mau diwakilkan, untuk proses KITAS di Dirjen butuh waktu 5 hari kerja dan untuk proses KITAP butuh waktu proses 10 hari kerja nanti akan dikasih tau oleh mereka kapan kita bisa kembali untuk mengambil dokumennya.. semoga membantu

      Delete
    2. Mbak Rickev. Saya Udah Beres kitap. Thank you atas blognya. Mbak Asa Kalau menurut Saya lebih Baik diantar ke Jakarta sendiri. Saya berangkat sendiri ke JKT. Bisa diwakilkan tapi harus Ada Surat kuasa. Di poskan bisa tapi biasanya prosesnya lebih lama. Karena waktu Saya kesana banyak orang yg kirim lewat pos. Cuman ditumpuk Aja. Kalau kita ke sana sendiri lebih cepat prosesnya begitu masukan berkas Di Dirjen Imigrasi 10 hr kerja sudah bisa diambil. Kalau Ada waktu lebih Baik sempatin Aja ke Jkt.

      Delete
    3. wah selamat ya Mba Sandra Shinta..

      Delete
  15. hi mba, salam kenal mau tanya untuk kanwil tangerang itu lokasinya dimana ya?kata orang kanim di jl.kh samun no.44d,ini di serang ya? dekat Rutan kelas IIB Serang bukan ya? coba search pakai google map ngga nemu alamat itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, Memang agak membingungkan pakai Google MAP, waktu itu juga kita pakai Google Map, dan sempat nyasar2, dan akhirnya pake tanya2 juga. Maaf banget aku rada lupa jalan kesananya, tapi kota Serang kecil kok, seingat aku dekat2 juga sama kantor2 pemerintahan juga.

      Delete
    2. Hi, mba...info aja,kemarin udah sukses ke Serang ke kanwil Banten.kantornya dekat Alun-alun Serang, sempat nyasar juga disana tapi akhirnya ketemu juga.sampai sana sekitar jam 12,tempatnya kosong,terpaksa nunggu sekitar 30 menitan sampai ada petugas depan datang.dok kita kasih,ternyata pas dicek,katanya ngga ada copy surat jaminan dan surat sponsor di dokumen yang dikasih kanim,tapi untungnya petugas ngga mempermasalahkan,dia isi beberapa lembar terus bawa dokumen kedalam terus disuruh tunggu dulu. Sekitar jam 1 saya dipanggil masuk,ternyata oh ternyata,petugasnya sempat bilang kalau mengurus kitas ini ngga gratis,sayang ngga sempet ngerekam pembicaraannya ini, long story short, we got away without paying anything. Luckly petugasnya setelah serahkan suratnya bilang kalau ngga perlu ke dirjen imigrasi di kuningan (ini perpanjang Kitas ke-V), cukip ke kanim tangerang lagi.di kanim tangerang,sesuai step yang mba info kan,fotokopi surat,dilegalisir di lt. 2 di TU,terus copy yang dilegalisir dibawa turun lagi, interview sebentar terus disuruh foto,ini sekarang lagi nunggu gilirn foto. Nanti diupdate lagi ya,mba

      Delete
    3. hehe kalau petugasnya bilang mengurus kitas gak gratis, betul dia hehe, bilang aja emang gak gratis pak, kan saya bayar Rp. 855,000.- per tahun plus MERP. kalau kitap 5,5 juta.. Jadi gak perlu ke Dirjen lagi ya kalau perpanjangan kitas ke V? aku gak tahu malah. Ayo langsung alih ke Kitap aja jadi gak cape tiap tahun. Semoga lancar ya sampai dapat Kitas ditangan

      Delete
  16. mba.. mau tanya klo pengurusan kitap untuk direktur apa proses nya sama.. lebih dipersulit tidak ya? soalnya bos aq nyuruh untuk urus sendiri...
    thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba, Bisa saja kantor mengurus sendiri Kitap Direktur, asal sesuai dengan persyaratan dan semua dokumen lengkap, setahu aku kalau posisi direktur bisa apply kitap dan sudah kitas ke 5 atau 3 deh, aku gak yakin juga. tapi untuk mengurus sendiri saya yakin bisa. Karena kalau perusahaan biasanya lebih banyak dokumen yang diperlukan seperti RPTKA, etc etc :D. dicoba saja dan siapakan waktu yang agak lama siapa tahu ada dokemen yang kurang jadi bisa diatas dengan cepat. Selamat Mencoba

      Delete
  17. hi mba, sy ana dr solo salam kenal, suami sy wna yg saatbini sudah perpanjangan kitas ke 4 menuju ke kitas 5, misal setelah kitas ke 5 bisa tdk baru ajuin kitap?
    Misal persyaratan kitap sudah disetujuinoleh kanim, apakah memungkinkan ada penolakan dari kanwil dan dirjen? karena imigrasi solo sempat ngomong ada kemungkinan seperti itu seperti itu.
    Sama satu lagi sm mau tanya mba unt di kanwil dan dirjen apakah ada biayany jg?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba, salam kenal, Bisa aja mba, sponsor mba kan? kenapa tidak langsung proses kitap saja kalau persyaratan sudah lengkap?
      Biasanya kalau kitas sudah disetujui oleh kanim, jarang ada penolakan dari kanwil ataupun dirjen, karena yang mengawasi langsung orang asing kan Kanim menurut aku sih, kalau adapun pasti ada terlibat kasus.
      Kanwin dan Dirjen tidak mengenakan biaya apapun, jadi kalau mereka minta uang berarti gak bener :D, pengalaman aku sih mereka gak pernah minta uang. Mba ajak aja suami ke kanwil atau kanim kalau mereka melihat ybs datang sendiri mereka gak akan pernah dan gak berani minta uang kok. Semoga Membantu

      Delete
    2. Saya akhirnya ngajuin kitap mba, ya mba sy sponsornya, syarat sudah lengkap, hr ini sudah sy kumpulkan di kanim. Petugasny bilang prosesnya kurleb 2mgg, bisa lebih karena sistemnya sering error katanya dari jakarta #ntah benar atau tdk (bisa2nya ya.. ga habis pikir haha). Masalah error ini sering banget mba di solo, adik suamiku yg berkunjung pakai voa yang perpanjang aja, sampai 27hari pasporny ketahan di imigrasi solo gara2 sistem error, jadi di sistem adik ipar sy ini kena overstay padahal udh ngajuin perpanjangan 1mgg sebelum masa visa voa habis. Dan kejadian itu terulang sampai 2x pas perpanjang voa, kmrn adik ipar stay disini 8bulan tp pakai voa.
      Maaf mba oot, back to topic, ini kan kitasny habis tanggal 19-09, sedangkan sy masukkin tgl 28-07, mepet sekali ya mba? sy takut kena overstay, tp petugasny bilang ga akan kena overstay karena ngitungnya hari per data di input sama kanim. Padahal setau sy tdk overstay dihitung dari jadinya kitas/kitap itu sendiri. Menurut mba bagaimana?
      Untuk survey apakah ada kejadian langsung datang dadakan ya mba petugasny? krn yg terdaftar di kitas pertama sampe hr ini itu rmh ortu sy, sy jarang disana. Sy td bilang sm petugasny tolong di tlep kalo mau datang survey, ee malah jawabanny ga ngenakin, katanya ya ga tau ya tergantung saya dong suruh nya gimana, biasanya dadakan. Trus sy jawab lha kalo saya ga di rumah gmn?? Petugasnya jawab lagi ya nggak tau, tergantung, nanti bisa saja saya kirim lagi petugas lainny, masalah di tlepon apa nggak itu atas perintah sy.
      Jiah mba dongkol banget denger jawaban kayak gt :'( pdhl suami dr sekolah smu selalu bkn kitas di imigrasi solo ini (cm 1 imigrasi di solo).
      Petugasnya apa benar mba ada diutus bbrp org? sampai tanya2 tetangga jg ngga mba?
      Kalau pas petugasnya tlep ga kita angkat, bakal sms ngga mba?
      Ini kan kalau persyaratan saya sudah disetujui, sy ajuin kanwilnya di semarang, sy denger kmrn ada org urus kitap jg (ktm di imigrasi, dia ngurus unt bos ny) kalo di kanwil semarang proses 10hari, di dirjen 35hari. Apakah ada kasus sampe selama itu ya mba? soalnya baca2 disini kok proses dirjen jg cm 10hari.
      Maaf ya mba kepanjangan, galau abis soalny hahahaha, Soalny sblm ini sy ditawarin petugasny imigrasi urus kitap harga 12,5jt tp katanya sy urus kanwil dan dirjen sendiri, trus sempet ngasih nomer calo, sy tlep minta 25jt, bisa ngurusin sm semarang dan jakarta. Ni akhirnya sy maju sendiri, meskipun harus bolak balik semarang dan jakarta bsk kayakny ttp sy lakuin drpd lewat calo, makan ati makan duit, haha :D trus tadi jg petugasny sy desak teris masalah biaya mmgny bayar dimana bla bla bla, akhirny dia bilang di kasir, sekitar 5jt an. Hahaha, gt kok dulu bilangnya 12,5.

      Delete
    3. Hi.. Aku pernah ada kasus overstay waktu urus kitas, petugasnya yang salah tapi kalau ambil jalur resmi kita juga yang repot padahal mereka yang salah (ditolongin sama orang dalam tapi gak pake bayar), tetapi akhirnya selesai juga. kalau mba spare waktunya 2 bulan sebelum masa kitas habis, menurut aku sih waktunya cukup kok dan gak akan overstay, menurut aku lebih baik mba bawa suami mba ke kanim jadi sepertinya mereka gak akan main2 kalau ybs ikut bersama kita.
      Mengenai Survey mereka akan telepon dulu kok untuk janjian dengan mba, karena pengalaman aku sih di kedua pengurusan mereka selalu telepon atau kalau kita tidak bisa angkat mereka akan kirim sms dan petugas yang datang gak banyak hanya 1-2 orang kalau aku dan mereka akan foto2 rumah kita dan kita, dari jadwal memasukan dokumen sampai survey itu gak lama biasanya hanya 1 minggu an, kalau lebih dari itu mba teleppon or datang langsung ke bagian INFOKIM dan minta penjelasan saja dengan petugas, sebenarnya sih lebih enak kalau kita tinggal di rumah yang sama dengan yang ada di identitas karena riskan juga kalau beda dan mereka menjelaskan ke aku kalau pengawasan orang asing berdasarkan wilayah jadi kalau di dokumen tinggal di B dan ternyata kita tinggal di lokasi A agak repot, mba gak usah info ke mereka yang penting mba standby saja di tempat kalau mreka telepon.
      kanwil gak perlu waktu lama kok.. di Jakarta butuh 3 hari kerja dan di Banten itu 1 hari langsung jadi suratnya dan gak ada biaya apapun. Dan Untuk Dirjen kitas 5 hari kitap 10 hari kerja itu sudah peraturan resminya mba, kalau mereka macam2 mba lapor aja. Mungkin kalau memakan waktu lama itu yang pake pos atau surat, kalau datang langsung ke Dirjen waktunya sudah baku kok. Kalau bisa mba urus saja sendiri, semua mudah kok urus sendiri asal sediakan waktu dan kalau bisa pelajari pertaturan atau undang2 atau sekedar baca-baca dan simpan undang2nya di smartphone jadi kalau ada apa2 kita bisa tunjukan ke mereka petugas yang nakal.

      Delete
  18. Halo mba, mau ngabarin ni, kmrn akhirnya di survey tanggal 12 agustus, dan baru kabarin unt melakukan pembayaran tanggal 26 agustus, itupun surat belom jadi mba, katany minggu depan batu jadi. Huff 1 bulan lebih prosesnya di imigrasi solo ini :'(
    Ak sudah takut kalau overstay ni mba. Secara mepet banget, habis tanggal 19 september

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat ya Mba.. mudah2 proses lainnya lancar, jgn lupa buat ktp dan kk juga.. Puji Tuhan Imigrasi Tangerang sangat baik kerjanya. Lebih enak sih menurut aku kalau suami ku ajak kemana2 waktu pengurusan dokumennya, jadi petugas juga akan berusaha terlihat baik di depan pemohon WNA xixi..

      Delete
  19. Boleh tanya ke mbak Sandra Shinta, Boleh bagi nomor telpon dan contact person Wasdakim surabaya? karena saya juga lagi menunggu untuk survey tapi ini sudah 2 minggu lebih dan belum ada telpon. Thanks a lot. (berkas sudah diterima dan dibilang lengkap) - Lily

    ReplyDelete