Friday, January 16, 2015

Traveling to China Part 3, Beijing (Day1)

Gak tau sejak jaman kapan nih gw berasa kalo naik pesawat tuh rasanya jiper, takut, jantung ini berdetak lebih cepat dari biasanya, kenapa gw jadi orang yang penakut banget ya, semua koper udah siap sambil pastinya berdoa supaya Tuhan Pimpin dan Sertai perjalanan kami ke negeri orang. Seperti biasa gw dan suami (apalagi suami) kalau mau berangkat kemana2 lebih baik berangkat lebih awal dari pada terlambat, jadi jam 12 siang kita udah berangkat dari rumah dan diantar oleh adik (udah wanti2 sama dia untuk datang ontime). Sesampai di Soeta tak lupa foto2 dunk sebelum perjalanan hehe, setelah itu kami check in dan proses imigrasi dan sekarang di imigrasi kalau WNI udah gak perlu lagi departure card, ya lumayan menghemat waktu lah yau. Semua proses berjalan lancar dan tepat Pkl 18.10 pesawat SQ965 Jkt-Singapore berangkat dengan mulus dan mendarat mulus juga di Singapore Pkl. 20.45. 
Sesampainya di Changi Airport kita langsung menuju transit area jadi gak perlu lewatin imigrasi, ngabisin waktu sampai 00.55 ngapain yaaa?? yang pasti makan malam, sempet keder hahaha waktu mau makan malam di Airport Changi, di pikiran gw, murah ya sandwich Sing $7 sambil merogoh pecahan2 koin yang masih kita punya, dan suami juga, habis hampir $20 Sing, setelah selesai makan baru mikir hahaha cuma makan gini an doang hampir 200 rebu yak.. walah hahahaha..
Kapan ya Airport di Jakarta dibuat kaya di Singapore ini, mau jalan bolak balik juga ga bosen, apa aja bisa diliat, dibeli bahkan ada spot yang ada kursi malasnya asikkk bisa tidur nih, akhirnya sambil ngantuk2 tepat 00.55 Senin dini hari SQ800 Singapore - Beijing berangkat mulus dan mendarat mulus pukul 07.10 pagi waktu Beijing ( 1 Jam Lebih awal dari WIB), Kesan pertama sampai disini wuiiiiii.. keren aerportnya mengkilat dan bersih sih sih.. plus ternyata 13-17 c itu dingin yaaa buat gw orang indonesia, mungkin saat subuh bisa 7c. brrrrr.  
Tiba di Beijing
Today itinerary : Imigrasi - Airport Express-Hotel-Wangfujing
Untuk bertanya sama orang lokal kesempatannya kecil karena terbentur bahasa namun petunjuk2 yang ada disini ada bahasa inggrisnya juga, jadi jangan kuatir, pertama kita nyampe setelah lewatin imigrasi adalah cari Airport Express, 
Airport Express ini adalah kreta khusus dari dan ke airport sampai ke stasiun Dongzhimen, dan Stasiun Dongzhimen adalah salah satu stasiun transit terbesar di Beijing, baik kereta, bus dan bus antar kota juga ada di stasiun ini, gak usah bingung tinggal cari aja line berapa  yang perlu kita naik. 
Dari awal gw sudah printout cara menuju penginapan yang sudah kita booking dari Jakarta. Spring Time Hostel, Line 5 Dongshi Station Exit D. 
Setelah mengikuti petunjuk yang ada cara menuju hotel, kita naik line 5 keluar di exit D lalu turn left, disitu katanya menurut petunjuk letak Spring Time Hostel, akan tetapi setelah kita belok kanan kok gak ada yaaa?? sempat nyasar,  sudah geret2 koper dan dan karena tidur terbatas semalem rasanya cape banget tapi masih kudu semangat, lalu kita berjalan saja dan ketemu gang kita berbelok ke gang itu, didalam gang itu ada beberapa hotel tetapi kok bukan nama hotel yang  gw udah booking ya? dimana nih hotel? sambil bingung (diliatin orang lokal), ciaattt gw coba deh keluarin jurus gw yang pernah gw pelajari dari Lautze mandarin gw dulu haha.. Qing Wen (Numpang Tanya) Che ge chai nar (ini dimana)? sambil nunjukin nama hotel printout hotel dalam bahasa mandarin, dan dijawab dan gw pun tidak ngarti, diluar dari pada itu mereka ternyata ramah loh, dengan senang hati mereka jawab sambil nunjuk2 arah, tapi tetep aja gwnya gak ngarti hahaha lucu, sambil belaga ngarti gw bilang aja xie xie, ternyata yang ditunjuk orang itu salah bukan hotel yang gw maksud. Sempat panik melanda, gw dan suami gw nengok kiri nengok kanan, tuh orang lokal juga masih berusaha bantu tapi apa daya terbatas bahasa, so gw and suami akhirnya memutukan untuk kembali ke pintu exit D tadi, "turn left" dan oalaaahhh OMG ternyata pantas gak nemu, Turn left maksutnya itu nengok kiri kali ya. *ooon nya kita, the hotel is right next to it, tepatnya pas disebelah kiri exit. 
Kita gak berharap sedekat ini dari exit subway, which means berarti ini namanya hotel yang sempurna dari segi letak dan rekomen banget (hostel sih bukan hotel), tapi kita lihat dulu ya kamarnya, anyway berdasarkan review tripadvisor dan agoda sih bagus dan very recomended. 
Proses check in berjalan lancar resepsionis bisa bahasa ingriss (hotel disini harus kasih deposit) tiba dikamar taaa daaaa.
Kamarnya standart, bersih, bagus, besar, ada jendela, walaupun tidak sebagus hotel berbintang, namanya juga hostel. AC, Hot water dan tempat tidur, wifi, semua itu udah lebih dari cukup buat gw dan suami yang suka traveling, basically kita cuma tidur doang di kamar, anyway AC gak perlu dibulan bulan oktober di Beijing, karena udaranya sudah dingin, celana pendek yang gw bawa gak kepake ini mah.. (catatan di bulan oktober gak bisa pakai sandal dan celana pendek di beijing.. dingin) karena gw sotoy gw pikir 17 c itu seperti hawa di puncak gitu ternyata dingin banget boww.. setelah check in kita cari makan siang di sekitar hotel, dan menemukan banyak restoran lokal yang menunya dalam tulisan china, karena gak kebayang dan tidak ada gambar jadi kita tidak berani masuk, setelah kita keliling masuk jalan ke gang ketemu restoran kaya model di glodok, agak ramai orang lokal dan akhirnya memberanikan diri untuk masuk dan untungnya di menu ada gambar dan bahasa ingrissnya asikkk. namun untuk harga sepertinya sedikit lebih mahal. 
Bersyukur di indonesia nasi goreng tek tek masih kita beli dengan harga 10 ribu rupiah, di Beijing street food saja harganya sekitar 20 yuan yang setara dengan hampir 40rb rupiah, 
Makan siang dekat hostel yumm
setelah makan siang, kembali ke kamar untuk istirahat tidur sebentar berbaring, mengingat perjalanan panjang. Yang kita mau lakukan hari ini adalah cuma hanya menuju Wangfujing road.
Bangun dari tidur siang rasanya ndak mau bangun, karena udaranya lagi enak dingin, serasa pake AC padahal AC mati dan kita hanya membuka jendela kamar, rasanya mau terus tidur whoaaammm baru  ngeh kita bukan di rumah, Jauh2 ke Beijing bukan untuk tidur ayo bangunnn semangat.. sambil memaksa diri bangun.
Semangat, karena pintu subway cuma jalan 5 meter beberapa langkah kaki saja dari hotel. Sebenarnya hari ini rencana mau makan Peking Duck, tetapi karena perut masih kenyang karena tadi makan siang menjelang sorenya banyak, jadinya kita cuma jalan2 saja seputar wangfujing sambil nikmatin street foodnya yang unit-unik.
Wangfujing adalah nama jalan yang banyak pertokoan besar dan barang bermerek dan banyak juga toko oleh-oleh disini, kalau suka belanja pasti suka jalan di jalan ini, jalan ini sama seperti orchad road singapore atau pasar baru di jakarta atau jalan dago di bandung. Hanya bedanya Wangfujing jalanannya lebar, besar dan panjang dan tidak boleh ada kendaraan bermotor yang lewat dijalan ini dan gak ada juga yang nyempil2 motor nerobos masuk (btw kendaraan roda 2 seperti di Indonesia dengan sebutan motor itu dilarang di Beijing). Pokoknya pejalan kaki enak deh jalan disini, coba di bandung jl Riau dan jl juanda dibuat kaya gini ya, asik juga. 
Kendaraan roda 2 di Beijng dilarang, jadi biasanya mereka untuk kemana2 pakai sepeda listrik atau sejenis motor kecil yang menggunakan baterai, bukan bensin, cuma suaranya itu gak ada jadi gak kedengeran tau2 ada di belakang kita. tapi disini untuk kendaraan jenis itu dikasih jalur tersendiri jadi gak nyempil2. 
Setelah keluar dari hotel, udara menyengat dingin dan rasanya masih agak melayang2 karena masih kecapeean dalam perjalanan. Lokasi Spring Time Hotel kita ini tepat di jalur keluar Line 5 dan 6, ada dua exit gate, jadi mau ke kiri dari pintu hostel itu Line 6 dan kalau ke kanan line 5.
Menuju wangfujing jadi kita mengambil Jalur 5, berpindah jalur 1 kali sesuai dengan  petunjuk peta subway yang gw sudah print out dari Jkt. Menuju Subway dari pintu masuk ternyata jalannya jauh juga ke dalam menuju bawah, disini masih banyak subway station yang masih menggunakan tangga dibanding dengan eskalator. Tidak usah kuatir bakal nyasar kalau naik subway di Beijing, semua petunjuk jelas dan ada tulisan latinnya, kita tinggal liat aja di atas pintu biasanya ada map atau rute petunjuk kaya mrt di singapore. Biaya 1 kali naik subway di china untuk jarak jauh maupun dekat cuman 2 Yuan.. Eq 4000 rupiah murah kan..selama kita masih di dalam stasuun kita mau pindah kereta kemana aja tetep sama 2 yuan.. (update 2016 bahwa biaya subway di Beijing sudah bukan lagi jauh dekat 2 yuan melainkan berdasarkan jarak), 
Malam ini kita hanya akan jalan-jalan di seputar Wangfujing dan mau lihat, *lihat aja loh, snack2 yag ekstrim,  tapi tidak berani nyoba xixi..  Puas keliling nyobain makan ice cream di malam yang dingin dan setelah puas kita kembali ke hotel utuk istirahat dan memulai petualangan esok hari. 
Berikut adalah beberapa gambar2 nya :















The Cost for today for 2 (Me and My Hubby):
1. Airport Express - Y50
2. Subway to Hostel - Y4
3. Subway to Wangfujing Return - Y8
4. Lunch & Water (restaurant)- Y129
5. Street Food & ice cream - Y71
6. Total Y262 (Bisa Lebih Murah kalau ga makan di restoran bikin kantong bolong hehe..dan Belum termasuk jajan2 lainnya) 

2 comments :

  1. mbaa...blognya keren bgt jadi terinspirasi..Btw mba mau nanya dong, kalo dari subway ke spring hostel apa di exitnya ada eskalatornya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi.. makasih yaa, soalnya waktu aku mau pergi minim banget infonya jadi aku tulis di blog buat membantu, kali aja ada yang perlu info.
      kalau naik biasanya dan kebanyakan ada eskalator kok, kalau turun baru pake tangga, kecuali nanti di dalam waktu kita interchange gitu ada yang masih pake tangga naiknya

      Delete