Serial Drama Favorit (Korea) Recap_Watcher

Untuk membaca recap dan review drama Come and Hug Me (Jang Ki Yong keceh) bisa Ceki ceki di sini
Drama ditayangkan OCN tahun 2019, 16 episode, durasi tanyang sekitar  1 jam, diperankan oleh Aktor yang baru2 ini menjadi aktor favorit gw si Guanteng Seo Kang Joon (sebagai Kim Young Gon) dan Senior Aktor Favorit gw Han Suk Kyu (Sebagai Do Chi Gwang)  dan si cantik yang gw suka di drama I have a lover yaitu Kim Hyun Joo (Sebagai Han Tae Jo).
Terus terang drama yang satu ini awalnya di episode 1  cukup menarik, intense actionnya , rasa penasarannya, namun masuk ke episode 2-4 membuat gw sedikit mengantuk saat menontonnya, mungkin belum terbiasa dengan drama yang genre seperti ini tentang konspirasi yang jelimet banget, sampai diatas episode 5 baru deh seru dan penasaran. No Romance, kissing scene ya dalam drama ini, pure thriller dan action.
Drama ini gw lihat ratingnya kurang begitu tinggi sih, tapi gw suka apalagi dengan acting para aktornya dan juga selain itu karena drama ini dimainkan oleh aktor dan artis papan atas jalan ceritanya juga lumayan bagus dan musiknya atau drama ostnya bagus2 dan enak2 seperti Horizon, outsider, watchin dan Blurry ini enak2 banget lagunya drama ini gw kasih score 9.5/10 
Serem juga kalau memang benar ada kejadian2  seperti itu di dunia nyata di korea yang tersurat dan tersirat di dalam setiap drama yang bergenre seperti ini.
Kim Young Gun adalah seorang polisi lalu lintas, pagi itu ia bekerja seperti biasanya cekatan dan tidak pandang bulu jika melanggar aturan lalu lintas maka akan dia kejar kemanapun si pelanggar kabur, dengan cekatan ia memberhentikan sebuah mobil yang akhirnya dicurigai olehnya bahwa orang ini sedang terlibat suatu masalah, insting polisinya keluar sehingga terjadi sebuah kejar2an antaranya dengan orang itu, ternyata dia adalah seorang penculik. Ia menculik seorang anak dari gangster yang sedang dipenjara untuk melindungi dirinya dari kejaran sekelompok orang yang menginginkan sebuah catatan rahasia (yang ia curi) pembukuan yang isinya catatan polisi atau pejabat yang terlibat korupsi, intinya dia melakukan itu agar dirinya dan anaknya selamat dari kejaran banyak pihak. 



Blum bisa moveon dari wajah ini


Benar saja saat kejadian kejar mengejar antara Kim Young Gun dan si om yang melanggar lalulintas dan dicurigai melakukan kejahatan, terdapat pihak ke3 yaitu 2 orang polisi yang juga mencarinya, mencium gelagat tidak benar Kim Young Gun berhasil menggagalkan pembunuhan yang hapir dilakukan oleh ke-2 polisi korupsi tersebut terhadap pria yang ia kejar karena melanggar lalulintas tersebut, alhasil si bapak itu selamat, namun Young Gun juga digiring oleh 2 polisi korupsi tadi ke dalam kantor polisi untuk di interogasi karena dicurigai mendapatkan info dari si bapak tadi, sementara si bapak itu masuk rumah sakit karena tertembak young Gun saat kejar-mengejar sebelumnya. *bingung>?>
Seo Kang Joon di drama ini terlihat lelaki banget wkwk tidak seperti drama2 ia menjadi flower boy anak orang kaya, pokoke beda banget dan semakin seksi dan ganteng. *kucek2 mata heee.
Rupanya Kim Young Gun mencium adanya korupsi dan banyak pelanggaran didalam kepolisian, dari sini ia direkrut oleh Do Chi Gwang untuk menjadi team dalam pemberantasan korupsi didalam kepolisian atau sebagai pengawas kepolisian yang bekerja menyelidiki kasus2 korupsi *kek KPK kali yes, 
Do Chi Gwang adalah polisi anti korupsi yang menyelidiki dan mengawasi setiap kepolisian tanpa pandang bulu dan menghalalkan segala cara untuk menangkap orang jahat bahkan ia tidak segan-segan memalsukan bukti demi menangkap penjahat/polisi jahat/bad cop, heehee, termasuk memalsukan bukti yang ia lakukan saat menangkap ayahnya Kim Young Gun yang nota bene adalah teman atau rekannya. *Kenapa begitu? karena setelah nonton sampai episode akhir,  memang susah banget untuk menangkap penjahat kelas2 kerah putih ini kalau tanpa jebakan tidak mungkin akan bisa ditangkap. 

Karena itu ayahnya Kim Young Gun divonis 15 atau 12  tahun atas tuduhan pembunuhan isterinya dan tindakan korupsi yang ia lakukan.  Kim Young Gun tahu akan hal ini, namun apakah ia benci pada Do Chi Gwang? Tidak, justru akhirnya ia kerjasama dan bergabung dalam teamnya Do Chi Gwang dalam memberantas korupsi.
Selama 12/15 tahun Kim Yung Gun membenci ayahnya dan selama itu jarang atau bahkan hampir tidak pernah menengok ayahnya di dalam penjara karena ia tetap menyangka ayahnya yang membunuh ibunya, karena ingatannya mengatakan seperti itu, padahal saat itu ia adalah bocah ketakutan yang ditekan oleh kejaksaan untuk menjadi saksi yang justru memberatkan ayahnya sendiri, ingatan anak kecil yang shock dan ketakutan itu bisa di pengaruhi oleh semua pihak yang memiliki kepentingannya sendiri, jadi dalam ingatannya, ayahnyalah yang membunuh ibunya malam itu, beranjak dewasa ia mulai ragu oleh karena itu ia menjadi polisi, yang diawali menjadi polisi lalulintas.
Han Tae Jo adalah seorang pengacara yang terkenal pintar bernegosiasi dengan berbagai pihak dan selalu mulus membebaskan dan memberi keringanan hukuman bagi para penjahat yang mampu membayarnya. Sebelum menjadi pengacara 15 tahun lalu ia adalah seorang jaksa penuntut yang terlibat dalam kasus ayahnya Young Gun, Ia berhasil memenangkan kasus yang membuat ayahnya Yong Gun masuk penjara, saat itu ia masih belum berpengalaman menjadi jaksa, oleh karena itu dia juga belum benar2 dan sungguh2 alias gegabah dalam menyelidiki sebuah kasus dan dapat digunakan oleh orang2 yang berkepentingan. 

Suatu hari atas penyelidikan sebuah konspirasi dalam kepolisian yang berlanjut setelah ayahnya Youg Gun dipenjara,  ia di ancam dan di terror oleh orang bertopeng yang menerobos masuk ke rumahnya membawa senjata saat ia sedang tidur dan memotong ibu jarinya beserta ibu jari suaminya. Sejak saat itu ia memiliki trauma, dan rumah tangganya pun hancur dan ia berhenti menjadi jaksa beralih pekerjaan menjadi seorang pengacara. Tidak sengaja dalam kasus penculikan anak dan pelanggaran lalu lintas yang melibatkan Young Gun ia bertemu kembali dengan Young Gun dan Do Chi Gwang dan bergabung dalam team nya untuk  membantu memberantas kejatahan2 yang dilalukan oleh polisi dan pejabat karena geram dan hendak mencari orang yang pernah memotong ibu jarinya 15 tahun lalu.
Drama ini membuat kita yang menonton juga tidak menyangka-nyangka karena kita akan dibawa kepada banyak kesimpulan2 yang ternyata salah yang akhirnya orang yang tidak kita sangka2 adalah penjahat sebenarnya, nonton aja yah karena seru, akhirnya open ending entah mungkin ada lagi Watcher 2, karena penjahat2 kerah putih situ sangat susah di bongkar, semua bisa menjadi penjahat sewaktu2 oleh karena itu tugas mereka menjadi Watcher mengawasi para polisi2 dan pejabat bahkan mengawasi satu sama lain walaupun dalam 1 departemen.
Aaigoo akting2 mereka itu ajib bener, Do Chi Gwang bisa menjadi sangat sweet, atau sempat gw mencurigai bahwa ia sebenarnya yang jahat karena  muka liciknya itu dan kejam dalam meperlakukan penjahat dan ia tipe orang yang selalu curiga terhadap semua orang, bahkan menjadi “kura-kura” pun akan dia lakukan demi menangkap penjahat. Setelah sukses ia pun di peringati oleh Young Gun “Hati-hati” aku akan selalu mengawasi mu juga.  


Han Tae Joo juga bisa sweet dan tidak bisa ditebak jalan pikirannya karena ia memang tidak percaya dengan semua orang, sehingga kadang kita di bawa untuk berpikir apa sih maunya dia sama seperti Young Gun juga berpikir demikian terhadapnya, ia bisa bekerjasama dengan penjahat maupun polisi untuk mencapai tujuannya, mungkin satu2nya orang yang ia percayai hanya Kim Young Gun. 
Dan Kim Young Gun seorang pemuda yang berani bertindak, *daebak ganteng bet Seo Kang Joon disini, badannya proporsional dan gw suka dia karena terlihat cowok banget disini yah style gw lah wkwk dan ia rada gegabah, gak sabarang, emosian, cenderung pasang badan bahkan nantang penjahatnya. Ia sangat pintar dan berani melakukan apapun juga, Ia akhirnya menyesal setelah tahu yang sebenarnya bahwa ayahnya tidak membunuh ibunya namun terlambat karena ayahnya ditemukan meninggal di tempat tinggal mereka tidak lama setelah ayahnya bebas bersyarat atas jaminan dari Young Gun. Yah menyesal memang selalu datang terlambat seperti polisi hehehehe.  Mungkin nanti akah ada Watcher 2 tapi kalau yang main bukan Seo Kang Joon mungkin kah gw tonton wkwkk. Aniwei bagus bagus nonton drama ini. 

Serial Drama Favorit (Korea) Recap_Come and Hug Me

Kenapa harus menonton Come and Hug Me ?

Untuk Recap video lainnya yang lebih banyak isinya dalam satu post bisa klik di recap part.6
Awalnya review dan recap drama korea gw tulis beberapa judul dalam satu post, namun kali ini gw mencoba membuat maximal 2 judul perpost atau hanya 1 judul drama agar tidak terlalu panjang dalam 1 post yang malah takutnya akan membuat bosan. Post ini dan post2 selanjutnya nanti adalah murni berdasarkan opini dan tangkapan otak gw dalam menonton drama dan makna2 apa saja yang gw dapat dalam menontonnya, mungkin juga ada yang salah mengerti karena gw tidak mengerti bahasa korea jadi hanya mengandalkan visual dan paras muka para aktor ketika translationnya kadang menurut gw ada yang tidak pas juga. 
Setelah nonton Fiery Priest yang ketawa ketiwi, kembali ke drama thriller yang sukses buat tegang, gemes, sebel, sedih. Dari judulnya “come and hug me”  gw berfikir kalau drama ini hanya merupakan drama romantis saja, namun setelah sekilas membaca synopsis singkatnya ternyata tidak melulu mengenai percintaan namun lebih pelik lagi dari percintaan.
Dalam drama ini, gw mendapatkan sesuatu yang agak berbeda dari drama2 korea yang sudah pernah gw tonton sebelumnya dimana didalamnya gw melihat sedikit ada suatu cinta yang tanpa syarat atau unconditional love yaitu cinta antara anak seorang pembunuh dan anak dari seorang korban pembunuhan, dan cinta atau kasih seorang ibu terhadap anak2nya walaupun bukan anak yang dia lahirkan sendiri, dan kasih seorang saudara walaupun itu saudara tiri dan seorang anak yang berjuang melawan takdir yang tidak baik dalam hidupnya. Tidak melulu mengumbar-umbar adegan ciuman dan ranjang, mungkin karena gw masuk ke anak jaman old kali  ya wkwk karena gw sekarang udah emak2. 
32 Episode dengan durasi penanyangan selama 30-35 menit saja dan di-release tahun 2018 oleh stasun tv MBC. 
Drama ini sedikit mematahkan pribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, gw pernah dengar seorang pembicara di gereja gw yang membahas hal ini bahwa jika kita benar dimata Tuhan sekalipun kita berasal dari pohon dan jatuh namun kita tidak jatuh kebawah karena sebelum jatuh kita sudah ditangkap oleh tangan Tuhan yang akhirnya membuat buah itu berguna. Dan juga sedikit mematahkan drama voice 2 dan voice 3 dimana seorang mantan anak pembunuh atau pysco yang otomatis punya naluri pysco dan membunuh.




Terpesona dan terkesima dengan chemistry yang dimiliki pasangan dalam drama ini antara Jang Ki Yong - Jin Ki Jun (Yoon Na Moo – Gil Nak Won Dewasa atau Chae Do Jin – Han Je Yi) keduanya ituloh sama-sama tinggi, yang satu ganteng dan satu lagi cantik dan Nam Da reum – Ryoo Han Bi (Na Moo – Nak Won Remaja atau Chae Do Jin – Han Je Yi) Nam Da Reum aktor remaja yang bakal ganteng duh lihat dia cakep dan imut serta Ryoo Han Bi juga yang tinggi dan memiliki mata yang indah. 
Terlebih lagi cinta mereka itu loh dalam karakter mereka sangat murni banget yang menurut gw tidak ada cinta seperti itu yang bisa diberikan oleh manusia manapun di dunia ini, *mungkin saja ada hee kecuali di drakor wkwk. 
Semua aktor artis lainnya apalagi si Ajussi Hae Jun Hoo (Yoon Hee jee) yang jadi bapake si pembunuh bener2 mukenya itu loh muke gile wkwk.  
Ini dia Bapake si Psyco
Berbicara mengenai aktor baru yang gw suka yaitu Jang Ki Yong di dalam drama ini *Suka bangek, gw melihat dia menampilkan ekspresi nya yang super sweet, dan senyumnya itu loh manis banget dan dengan wajah dan matanya penuh cinta dan wajah, mata dan senyum itu bisa berubah seketika saat ia sedang marah dari senyumnya yang manis itu berubah jadi senyum yang misterius yang menyeramkan gitu. Beda banget dari Gwang Ill aktingnya di My Mister, sebenarnya gw sudah mulai melirik dia di drama seri My Mister *nih orang kok ganteng yak wkwk hanya karena di My Mister dia jadi orang yang bengis dan kejam jadi pesonanya kurang keluar. 
Sebut saja sederet aktor yang baru gw suka semakin bertambah di 2019 yaitu Jang Ki Yong, Seo Kang Jun, IU, Nam Da Reum, Yeo Jing Goo uuuu nanti gw mau update lagi tulisan mengenai aktor dan artis korea fav gw. Semangat.
Drama ini bisa gw kasih nilai 10/10 kalau gw tidak menemukan keanehan dan ketidakbiasaan,  kejanggalan di dalam jalan ceritanya karena itu gw mau kasih nilah 9.8/10 saja cukup untuk drama yang jalan ceritanya menyentuh hati ini. Sudah gw sebutkan diatas drama ini sedikit hampir samar dan  sama dengan drama voice dan drama voice pun juga hampir sedikit samar dengan drama Hollywood yang berjudul Following yang dibintangi Kevin Beacon *ada yang tau ga.
Keanehan dan Kejanggalannya antara lain yaitu : 
Pertama, adalah alasan Ayah Na Moo membunuh orang tua Nak Won yang menurut gw kurang jelas, hanya sekilas disebutkan bahwa Na Moo menjadi pria yang lemah karena Nak Won tapi masa orang tuanya yang dibunuh atau karena ia melihat kedua orang tua Nak Won baik terhadap Na Moo, atau mungkin namanya juga psikopat untuk membunuh gak perlu alasan kali ya, tapi btw pasti ada alasan yang memicu dia membunuh juga sih harusnya.
Kedua, reporter yang di dalam drama ini sangat mengganggu sekali, padahal ia hanya murni mengejar berita tapi untuk apa dan siapa, karena reporter ini pun tidak punya latar belakang yang telah disakiti oleh pembunuhya dan pun ia bukan seorang yang terlibat dalam konspirasi politik atau apapun yang berhubungan dengan pejabat korupsi yang menguntungkan pihak2 tertentu dari adanya berita itu, hanya murni supaya buku yang diterbitkan olehnya laku dipasaran tapi pun kenapa dia perlu  menulis autobiographi seorang pembunuh kurang kerjaan kali  ya, dan keluarga korban pun sangat marah akan terbitnya buku itu, atau mungkin karena  yang meninggal itu keluarga artis terkenal tapi masa sampai anak2nya yang diteror sampai menghalalkan segala cara, namun diakhir dia menuai juga apa yang ia tabur.
Ketiga, Didalam tahanan atau penjara di korea, apa memang penjagaan tidak seketat itu dan seorang pengunjung bisa bebas seperti itu untuk menemui tahanan yang notabene adalah psychopath tanpa perlindungan dan juga tahanan berbahaya seperti itu bisa dibawa kemana2 dengan mobil tahanan tanpa penjagaan ketat dan hanya diikat tali tanpa dirantai baik kaki dan tangan seperti yang kita sering lihat dalam film atau drama Hollywood.
Keempat, ada scene dimana ayahnya Na Moo seorang  tahanan psikopat bekerja dipenjara menggunakan alat berat seperti mesin potong kayu, palu dsb, apa tidak berbahaya itu ya, sementara di drama lainnya pinsil atau pulpen saja tidak boleh masuk kedalam ruang tahanan.
Kelima, Jalan ceritanya agak terlalu banyak adegan yang menurut gw tidak perlu dan sedikit lambat dari ekspektasi gw sih tapi so far gw suka. 
Keenam, yang gw tangkap dalam translasinya hukuman yang diterima oleh Ayahnya Na Moo adalah hukuman mati tapi kok sudah 15 tahun belum di eksekusi juga apa gw yang salah ngerti arti hukuman mati ya atau hukuman seumur hidup?

Aniwey mari kita mulai :
Terdapat 2 keluarga, keluarga yang satu adalah keluarga Gil Nak Won yang merupakan keluarga yang baik hati dan bahagia, ayahnya adalah pengusaha dan ibunya adalah seorang artis yang terkenal kencantikannya dan ia juga  memiliki seorang kakak angkat lelaki yang sangat dia sayangi, Nak Won hidup berkecukupan akan kasih sayang dan harta, ia sangat ceria dan baik hati. Karena ingin beristirahat dari hingar bingar keramaian mereka pindah ke sebuah desa dan menetap disana.
Keluarga Yoon Na Mo bisa dibilang adalah Nampak seperti keluarga bahagia juga dikala sebelum mengetahui sifat ayahnya yang jahat, sejahat2nya ayahnya toh awalnya ia sangat menyayangi keluarganya, Ayah Na Moo sudah menikah 3 kali dari isteri yang pertama ia memiliki anak Lelaki bernama Yoon Hyun Moo dan dari isteri yang ke dua adalah Yoon Na Mo dan Chae So Jin adalah anak bawaan dari Istri ke 3 yang sekarang ini menikah dengan ayahnya Na Moo. 
Mereka nampak bahagia namun ada sesuatu misteri atau awan kelam yang menutupi wajah ayah mereka yang sebenarnya dirasakan oleh mereka semua namun amat terasa bagi So Jin seorang  anak kecil. Karena tidak mau melawan orang tuanya mereka tidak peduli apa yang ayah mereka lakukan.
Na Moo adalah seorang anak yang baik dan penurut dan juga pendiam yang berbeda dengan Hyun Moo yang urakan, nakal dan selalu mencari gara2 dan berantem dengan orang lain.
Nak Won bertemu dengan Na Mo waktu ia dan keluarganya pindah di Desa tersebut dimana Na Moo dan keluarganya tinggal, Na Mo yang cenderung jarang bergaul dengan teman2 seumurannya lebih memilih diam dan selalu menyendiri di sekolahnya. 

Pertemuan Perama Mereka
Nak Won yang anak baru dan belum punya teman selalu saja mengganggu Na Mo karena Nak Won Menyukai Na Mo. Akhirnya pun mereka bersahabat dan saling peduli satu dengan lainnya dan lama-lama saling mencintai, sampai akhirnya ditemukan kedua orang tuanya Nak Won Meninggal dan Ayahnya Na Moo ditangkap sebagai pembunuh berantai yang juga membunuh kedua orang tua nya Nak Won.
Malam itu adalah malam natal lampu2 dekorasi natal dan makan malam keluarga sudah tersedia dimeja makan dan musik natal pun sudah mengalun hanya saja Nak Won sedang menangis ketakutan, melihat orang tuanya sudah mati dan kakaknya yang untungnya belum sampai dirumah, setelah orang tuanya terkapar kini saat gilirannya yang mati, namun tepat pada saat itu Na Moo datang menyelamatkan Nak Won, ia bahkan berjuang melawan ayahnya untuk menyelamatkan Nak Won, ia sudah memanggil polisi untuk menuju rumah Nak Won untuk menangkap ayahnya, Nak Won berhasil selamat namun Na Moo diliputi oleh perasaan yang amat sangat bersalah atas apa yang ayahnya sudah lakukan kepada keluarga Nak Won, ia membuat ayahnya sendiri dipenjara. Sebelumnya ia memergoki ibunya hendak kabur bersama So Jin karena ketakutan dan ia membiarkan mereka kabur, *mungkin Na Moo sudah tahu ayahnya itu jahat. Ibunya kabur karena mengetahui bahwa suaminya ternyata seorang pembunuh, dia bukannya menelepon polisi dan membuat pengaduan malah lebih memilih kabur dari suami dan rumahnya, dan bersembunyi, yang akhirnya membuatnya sangat merasa bersalah karena ia hanya kabur tanpa memikirkan akankah ada korban lain setelah hari itu. 
"Bukan Salahmu" adalah kata2 Nak Won sambil memeluk Na Moo saat berpisah setelah kejadian malam Natal itu, membuat gw mewek hehe, baik Na Moo dan Nak Won keduanya nampak sangat terpukul, setelah kejadian itu mereka pun berpisah.  
Seorang yang menyaksikan orangtuanya dibunuh oleh ayah orang yang ia cintai dapat berkata seperti itu merupakan sesuatu yang sulit menurut gw dan sejak saat itu Nak Won hidup dihantui oleh ketakutan akan kejadian malam itu dan Na Moo hidup berusaha untuk menebus perbuatan jahat ayahnya 
15 tahun kemudian Na Moo sudah menjadi Polisi yang mengejar penjahat kemanapun tanpa mempedulikan dirinya dan Nak Won mengikuti jejak ibunya menjadi artis, karena memiliki PTSD sulit baginya untuk berakting cerita pembunuhan namun akhirnya ia berhasil menjadi seorang artis terkenal.  


Sebuah buku akan diterbitkan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh Yoon Jee Hae entah apa maksud si penerbit menerbitkan buku seperti ini. Membuat Na Moo dan Nak Won pun tergannggu akan tetapi inilah yang akhirnya mempertemukan mereka kembali.
Yoon Jae Hee masih belum puas dan mengejar agar ia bisa mewarisi sifat Psicopatnya pada Na Moo, ia malah makin parah dan mengutus followernya untuk membunuh Nak Won dan Jee Hae sendiri berhasil kabur dari penjara dan bahkan hendak memburu dan membunuh isteri  yang kabur darinya dan tega membunuh anaknya Hyum Moo, untungnya mereka berhasil diselamatkan.
Lalu Hyun Moo yang selalu berkelakuan kasar  namun ia sangat perhatian terhadap adiknya So Jin dan Ibunya, diam-diam ia mengawasi ibu dan adiknya ini setelah ia keluar dari penjara karena membunuh temannya eh atau memukuli ya lupaa heee tapi dia di penjara cukup lama juga loh *bingung.
Hyun Moo selalu iri pada Na Moo karena ayahnya sangat perhatian pada Na Moo saja, ia berusaha membuat ayahnya terkesan dengan menakuti Nak Won namun tidak bisa membunuh dan malah ia jadi terjebak diantara ayahnya yang jahat dan follower ayahnya. Dan ia pun melukai Na Moo karena Na Moo tidak mau melawan kakaknya.
Perjuangan Na Moo dan Nak Won dalam mengatasi masalah mereka masing-masing membuat gw tersentuh banget, dan bagaimana ibu Na Moo, Hyun Moo dan So Jin berkorban dan berjuang juga untuk kebahagian anak2nya walaupun bukan anaknya sendiri, ternyata ibu tiri tidak sekejam itu. Sehingga akhirnya mereka dapat berhasil memetik kebahagian di akhir cerita. Untuk sisanya boleh nonton aja langsung yaa , drama ini cukup berkesan banget buat gw dan banyak pelajaran yang didapat dari jalan ceritanya dan sangat rekomended ditonton. 

Malaysia Trip - Malaka 6-7 Juli 2019

Sabtu, 6 Juli 2019 (Kuala Lumpur - Malaka - Afamosa fort, Stadhuys, St Paul, Christ Church, Jonker Walk)

Cerita di Kuala Lumpur bisa di cek di Malaysia Trip - Kuala Lumpur 4-6 Juli 2019
Cara menuju Malaka kita menggunakan bus Delima yang dipesan melalui easybook sebelum kita  berangkat ke KL, bus ini berangkat dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS) menuju Malaka Sentral, harga tiket busnya total ber4 adalah Rp. 167,076.- jadi per orang sekitar Rp.40,000.- dengan jarak tempuh sekitar 2 jam dan bus tidak berhenti di rest area, jadi siapkan kantong untuk pipis jika kalian beser heee.
Pagi itu kita bangun lebih santai karena bus berangkat dari TBS pukul 12.00 siang.
Waktu kita book online kita harus printout email yang kita terima dari easybook, entah kenapa teknologi sudah canggih tetapi  kita tetap harus printout semua bukti pembelian untuk nanti proses check in lagi di terminal bis baru kita akan dapat seperti boarding pass gitu.
Setelah semua selesai, apartemen kita kembalikan dalam keadaan bersih dan rapih tidak mau meninggalkan barang karena nanti akan berabe, demikian juga kunci apt kita kembalikan di mailbox tempat kemarin kita mengambilnya dan memberikan review kepada hostnya dan host juga akan memberikan review untuk gw.
Pagi itu sebelum berangkat kita kembali menikmati sarapan di tempat yang sama seperti kemarin dan membeli sedikit snack untuk didalam perjalanan.
Memesan Grab Car jumbo seharga RM25 menuju TBS, Terminal Bersepadu Selatan cukup bagus dan rapih, ruang tunggunya nyaman dan bagus. 
Bis yang membawa kita ke Malaka tiba dan kita langsung bersiap untuk berangkat, bisnya lumayan nyaman dan bersih, bangkunya lumayan lebar. 
Perjalanan 2 jam tidak begitu terasa, kita tiba di Malaka Central 2 jam kemudian, suasana di terminal tidak terlalu ramai namun rapih dan teratur, sebelum menuju hotel kita makan siang dulu di terminal,  *oh iya kalau kita mau ke toilet siapkan coin ya karena toilet di terminal ini berbayar, 
Drama pertama di Malaka terjadi hehe, sedang melihat2 disekeliling terminal Malaka Central karena tempat makan dan jualan2 disana cukup menarik, gw tergiur untuk membeli kue nanas untuk ngemil, seperti nastar begitu di toko roti seharga 10RM kalau tidak salah, karena tidak punya uang kecil jadi gw mau membayarnya dengan uang 50RM, eh mbak2nya langsung menolak uang gw dan bilang gak mau, dia bilang kita tidak terima uang diatas 50RM, loh gw bengong sebentar donk. Gw memang sudah tidak punya lagi uang 10an ada sih tapi RM 1 gitu sama koin, gw bilang sama mbaknya "Ini bukan uang?" ini uang kalian kan? masa gak mau terima? mba nya bilang pokoknya tidak bise, gw ngorek2 tas gw donk nyari uang kecil langsung, sambil nyinyir lagi hehe ini uang  malaysia loh.. sambil kesel. Hampir gw gak jadi mau beli tapi udah kandung kepengen gimana donk hiks.. 
Kejadian ini tidak cuma sekali ada gw lupa waktu beli snack apa gitu gw mau bayar menggunakan beberapa uang kertas RM1 namun ternyata gw juga tidak sadar kalau dapat dari kembalian uang kertas RM1 nya itu ada sobek sedikit di pinggir, padahal hanya sobek kecil dalam arti tidak sampai sobeknya hilang dan mereka tidak  mau terima khuy, gw rada kesel juga sudah peristiwa 50RM terjadi lalu RM 1 gw ditolak hanya karena ada sobek di pinggirnya, woooaaa Malaysiaa, ini uang kalian loh masa uang kalian, kalian tolak sendiri gw sempat bilang spt itu kepada mereka, comeon only RM 1 bukannya RM50 atau RM 100 yang sobek, haiyaaahh. Kalau kamu terima kembalian juga harus cek dan lihat lagi uang yang diterima ya. karena pedagang disana juga tidak mau terima uang cacat walaupun itu hanya RM1.
Selesai makan siang di Subway yang ada di Malaka Central kita kembali memesan Grab Jumbo menuju Fenix Inn dengan harga masih sekitar 15 an, dan uang gw yang tadi ditolak toko roti gw kasih ke supir Grab berharap gak ditolak lagi dan supir itu terima, puji Tuhan
Waktu menunjukkan sekitar pukul 3 sore ketika kita tiba di hotel, kita hanya menaruh barang duduk sebentar dan kembali lagi keluar untuk menuju ke gedung merah dan jonker walk, sebelum ke gedung merah kita berjalan kaki menyusuri beberapa tempat wisata seperti gw sebutkan diatas.
Pertama  yang terdekat dari penginapan adalah Afomosa sebelum sampai di Afomosa kita melewati dataran pahlawan, sebuah lapangan yang luas dan dikelilingi mall disisi kanan dan kirinya seperti alun2, setelah menyusuri itu kita baru tiba di Afomosa. Afomosa adalah bangunan yang dulunya adalah sebuah benteng yang sudah hancur sebagian, namanya benteng yang pasti letaknya diatas dan untuk melihat2 kita harus naik keatas, kalau  mau lebih tahu lagi, hanya gw dan cc yang naik keatas, qq dan nn lebih memilih menunggu dibawah dan setelah itu mereka pun menghilang entah kemana hihi, mungkin mereka melihat2 deretan stan yang berjejer dibawah,  di tempat ini sedikit ramai terdapat banyak stan/tenda2 makanan khas dan kebudayaan malaka, sepertinya tadi siang ada acara, namun sudah selesai karena stan tersebut sepi dan sebagian sudah ada yang tutup. 
Ditengah suhu udara yang panas dan lembab ini menaiki tangga menuju puncak benteng adalah sesuatu yang melelahkan banget, pantang mudur kita berdua naik dan mengelilingi benteng itu setibanya diatas, bentengnya lebih kecil dari benteng yang ada di Macau, saat itu gw merasa seperti napak tilas waktu gw di macau saat berjalan mengelilingi benteng juga tapi bedanya udara disini puanas banget, cukup menarik peninggalan2 jaman kolonial, diatas udara lumayan sepoi2 dan sedikit sejuk, kita menghabiskan waktu untuk jepret sana sini di sini, dan ada juga pengamen didalamnya yang memainkan musik sambil kita berkeliling.
Dataran Pahlawan



Puas berfoto kita kembali turun, sempat kehilangan kontak dengan qq dan nn, entah kemana mereka, mungkin mereka sedang jalan2 keliling, kita berempat main cari2an akhirnya ketemu juga ternyata mereka masuk kedalam mall dan sedang duduk di kursi pijat wkwk rupanya lelah, lumayan mendinginkan badan yang berkeringat, cc sempat keliling sendiri dan membeli kaos untuk berganti pakaian karena pakaiannya sudah basah.
Lagi sedang cari2 an tadi gw sempat beli ini di truck minuman, seger dan enyak.
Suhu tubuh sudah mulai agak turun, selesai duduk di kursi pijat yang akhirnya ber4  kita bergantian duduknya heee, kita kembali lagi berjalan menuju tempat selanjutnya yaitu Gedung Merah. 
Menyusuri jalan dan terdapat becak warna warni  seliweran dengan dekor berthemakan kartun unik dan mewah ada yang lucu ada yang romantis dengan diiringi alunan musik yang lumayan ramai dari masing2 becak sesuai dengan thema dekorasi becaknya, ada musik dangdut, musik melayu sampai musik ipin upin. 
Tiba juga di gedung merah dan hari sudah menjelang sore, gedung merah ini nampak cantik, disini ada gereja "Christ Church" yang ternyata masih beroperasi dan ada jadwal ibadahnya. 






Menarik sekali tempat ini gw bisa menghabiskan waktu lama sebenarnya untuk duduk2 dan nongkrong disini, sudah puas berfoto, kita berjalan menyebrang jalan karena disanalah terdapat jonker street, area gereja dan jonker ini dipisahkan oleh sebuah sungai, sayangnya kita tidak sempat untuk ikutan naik perahu melihat2 kota malaka melalui sungai, sebenarnya gw pengen banget.. hikss.


Ini lumayan gw dapat magnet untuk koleksi disini lebih bagus2

Gak kesampaian untuk naik perahu
Saat kita memasuki Jonker street hari sudah menjelang gelap, didepan Jonker ada atraksi lempar2 kelapa nampaknya seru, si bapak dengan sigap dan cekatan melakukan aksi tersebut sambil kita menikmati kelapa yang dijual dan rasa nikmat dari air kelapa membuat sore yang panas itu menjadi sejuk.


Ini kudu harus coba ya enak banget
Cukup seru menyusuri jalan ini dan hari itu ramai sekali, karena katanya Jonker itu hanya buka di hari sabtu dan minggu karenanya kita ke malaka memilih hari sabtu agar bisa melihat2 suasana dan situasi jonker walk ini, 1 blok disamping kanan dan kiri jongker terdapat jalan unik yang banyak lukisan didinding yang cantik jika kita berfoto disitu namun sayangnya kita belum sempat untuk menyusurinya, 2 hari sebenarnya tidak cukup untuk menikmati serunya kota Malaka.
Jangan kupa kalau kamu ke Jonker, mampirlah di resto legendaris dan mencoba chicken rice ball, buat yang muslim lebih baik jangan karena ada menu babinya. 
Harganya tentu saja jauh lebih murah dari pada Alor street, makananya uenak banget, tapi gw pribadi gak begitu suka dengan rice ball nya, buat gw mending nasi biasa aja, karena agak sedikit berbau, jadi gw kurang begitu suka.
Resto nampak ramai malam itu namun karena pelayanannya cepat jadinya orang2nya juga cepat bergantinya, sempat salah datang makanan yang kita pesan, kita baru engeh agak lama untung belum disentuh jadi langsung ditukar oleh mereka, pelayanannya lumayan cepat dan baik sehingga kita semua puas makan disitu.
Ayam rebus, Babi Panggang, kailan ini yang benar
Rice ball, kailan, Ayam Panggang salah hehe untung belum disentuh
Babi Panggangnya enakkkkk

Selesai makan, perut kenyang kita kembali menyusuri jonker walk dan karena sudah lelah ditambah hawa yang panas banget baru kali ini gw merasa pengen nagis dan nyerah dan lelah banget, gw ingin lekas kembali ke Hotel. Panas ini menyerap energy gw sehingga gw sempat berkeinginan untuk kembali sendiri ke hotel jika qq,nn,cc belum puas melihat2. hihi. 
Diputuskan akhirnya kita berpisah karna qq dan nn belum puas melihat2 dan gw dan cc sambil berjalan kembali ke titik awal lewat tenpat makan durian cendol, istirahat sebentar untuk makan cendol lagi, sampai di titik point bertemu qq dan nn, kita menunggu sambil numpang duduk di tukang jual minuman.
Drama Kedua terjadi ketika kita lagi duduk2 dan membeli air minum, qq dan nn sudah kembali dan mereka juga hendak membeli minum, lalu qq menghampiri kokoh2 penjualnya dan berkata kepadanya "Beli air dingin" sambil senyum dan menunjuk di peti tempat kokohnya jual minuman, lalu kokohnya menjawab singit kepada qq *gw lihat itu bengong, dia berkata "dingin apaaaaaa?!?!*.. trus qq jg bengong sebentar, qq mebalas kembali "Air dingin" ini sambil mengetuk peti minumnya tapi dia malah menjawab dengan ketus "tak ada dingin disini", ini Malaysia beda bahasa dengan Indonesia, sambil dia buka petinya dan memberi botol minuman dingin kepada qq dan berkata "ini Sejuk bukan dingin, tak sama" *&*$^&#@ gw dan qq Kesel. *walaupun bahasa beda tapi kan kita dari tadi sudah menunjuk ke peti es tempat dia nyimpan minumannya kok si engkohnya seperti itu ya aneh..
Entah apa hanya kita saja yang punya pengalaman seperti ini atau yang lain juga begitu, sepertinya turis dari Indonesia diremehkan atau gimana ya, gw sih belum pernah mengalami hal2 seperti itu waktu gw pergi sama suami gw ya apa mungkin karena suami gw bule ya, kenapa bule itu selalu dianggap lebih dari kita ya.
Hari itu lengkap sudah, lelah, panas, bau, pegel namun hati ini cukup senang, kita memutuskan memesan grab untuk kembali ke hotel namun apa daya tidak ada satupun grab yang mengambil kita malam itu, sambil menunggu dan mencoba kembali kita duduk di trotoar pinggir jalan untuk istirahat seperti orang tersesat dan hilang arah wkwk
Hendak kembali ke hotel namun sudah lelah untuk berjalan kaki dan grab ataupun taxi tidak ada, mau naik  becak yang kerlap kerlip mahal juga dan harus 2 becak dengan ongkos 15-20RM per becak. heee akhirnya dengan menyemagati diri kembali, kita bangkit dari trotoad dan berjalan juga donk, pelan namun pasti sampai juga di Hotel.

Tiba di hotel kita bercerita dan ngobrol sebentar sambil masak mie instant khas malaysia, dan menutup hari dengan rutinitas kita berdoa bersyukur kepada Tuhan setelah itu kita istirahat tanpa terasa ini malam terakhir kita di malaysia, besok kita sudah ada di Jakarta lagi. hiks.

Minggu, 7 Juli 2019 (Malaka-KLIA2-Jakarta)
Pagi itu kita bangun dan jam 11 pagi kita checkout serta menitipkan semua barang2 kita di resepsionist hotel, sebelum nanti sore jam 4 kita akan naik Bus transnational dan langsung menuju KLIA2 dari malaka sentral yang sudah di pesan melalui easybook dengan harga  Rp.371,843.- total dan perorangnya Rp. 87,943.-
Berjalan menyusuri Mall yang ada di sekitar hotel, ternyata saat itu ada festival mini cooper atau Malaka mini day dengan mobil mini yang dihias2 lucu banget, tentu saja gw mengambil moment ini untuk mengabadikannya lewat kamera.





Selesai dari sini kita makan di Warteg yang ada dipinggir jalan makan di warteg dekat situ terhitung mahal juga perorang kena RM7-10 dengan menu yang hampir sama dengan warteq disini, rasanya sih biasa aja.
Bye Malaka, gw akan kembali other time
Sempat belanja, jajan dan keliling menghabiskan waktu siang itu sampai jam 3 siang kita kembali ke hotel untuk mengambil barang2 kita dan memesan Grab Car Jumbo untuk menuju Malaka Sentral.
Di Malaka sentral kembali kita harus menukarkan print out yang sudah gw print di counter check in bus, dan Drama Ketiga terjadi, begitu gw menyerahkan printout confirmasi booking gw di diminta bayar RM8 oleh mbak2nya, trus dengan baik2 gw bertanya, RM8 itu untuk apa kok saya harus bayar lagi? lalu dia bilang untuk fasility charge gw menjawab fasility charge?? really?? lalu gw bilang kok gw gak tau harus  bayar lagi sih, padahal gw udah printout yang katannya easybook klu gak print baru akan dikenakan biaya, lalu uang kecil gw sudah habis donk gw mengais2 tas  gw, ada sih RM10, cuma gw gak mau pakai untuk itu, antrian agak sedikit terhambat saat itu karena gw masih berusaha untuk mencari koin2 yang gw punya supaya gw bisa habiskan disini, si mba nya kesel gw cuek aja akhirnya RM8 gw bayar tanpa kwitansi yang  gw terima hanya lembaran boarding pass saja. Aneh juga buat apa tuh ya, lalu sebelum masuk ke dalam tempat tunggu  gw menuju toilet dulu donk dan ternyata di dalam toilet pun kita harus bayar, mba2 penjaga toilet minta uang yang notabene gw sudah bayar RM8 untuk fasilitas apaaa?? ada yang tahu? *)
Bus datang agak sedikit terlambat kita menyusun barang2 kita sendiri di bagasi bis tidak ada yang membantu lalu menaiki bus yang akan membawa kita ke KLIA selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Bisnya cukup nyaman dengan susunan bangku 2-1 cukup lega dan bersih. 
Karena gw duduk pada baris paling depan, maka pandangan gw pun lebih luas dari orang lain dan gw dapat dengan jelas melihat sopir bus sepanjang perjalanan menuju KLIA sibuk memainkan Handphone nya, sebenarnya pengan banget gw menegornya cuma karena gw berpikir ini dinegara orang jadi agak malas. sang Sopir saat itu sedang menempatkan kita para penumpangnya di dalam bahaya, dan gw hanya bisa berdoa supaya cepat sampai dan tidak terjadi apa-apa. Ini di Malaysia loh, bahkan di Indonesia gw belum pernah lihat sopir bis main HP. *kecuali driver onjol ya hee
Itu sepanjang jalan loh dia mainin HP

Gw pikir per-Drama an sudah tidak lagi terjadi namun terjadi lagi Drama Ketiga *terakhir, Si sopir muka minta ditabok itu yang main HP selama menyetir bus, ditengah perjalanan memasuki rest area dan berhenti, mumpung bis sedang berhenti di rest area kita juga bergegas untuk ke toilet donk karena gw lihat jalanan agak macet hari itu. Bis berhenti dan sopir melihat gw ikut berdiri untuk keluar, dengan singit dia berkata "5 menit telat tinggal" gw dan cc mencoba tenang dan turun sambil berlari kecil ke toilet yang tidak antri sama sekali saat itu, selesai langsung gw berjalan kembali ke bis *gw rasa  belum 5 menit, si sopir bus sudah membunyikan klaksonnya donk menyuruh  kita lari, ya gw tetap saja jalan seperti biasa *nantang hehe, eh bis nya jalan donk *pelan sih, gw tetep aja jalan sambil kesel.. begitu gw masuk dia teriak ke semua penumpang *tengok dulu kanan kiri sudah lengkap belom, semua penumpang diem, gw pun diem aja. *itu sudah drama nya eh masih bersambung nanti wkwk. Inilah pengalaman gw terburuk saat traveling dengan bus ya di Malaysia dengan bus Transnasional dari Malaka Central ke KLIA2. 
Drama bersambung saat kita tiba di KLIA, kita pun tidak tahu ya kalau sebenarnya bis sudah tiba di mana, di KLIA 1 atau KLIA 2, tidak ada pengumuman, tidak ada yang memberi tahu, saat bertanya sama mbak2 yang duduk dibelakan gw dia pun cuma meringis menjawab tidak tahu, heh.. sampai-sampai qq harus turun dan tanya kepada orang yang ada dibawah apakah ini KLIA2? setelah itu dia  lari kembali ke bus dan memanggil kita semua untuk turun dan menurunkan barang2 kita. *itu sudah.
Tiba di airport, karena masih banyak waktu kita sempat berkeliling dan melihat2, di sini banyak barang2 belanjaan yang murah2 loh sebelum kita masuk ke pintu keberangkatan. Kita sempat makan di Foodcourt KLIA2, dan harga makanan menurut gw tidak terlalu mahal untuk ukuran airport.
Malaysia itu murah, bagus dan cantik, Kuala Lumpur kalau dibandingkan dengan jakarta, jakarta masih tertinggal jauh. 
Kala kita mengalami kejadian yang tidak mengenakan seperti drama-drama yan terjadi diatas kita cuma berkata yaaa samalah sama di Indonesia beti-beti, cukup enjoyable dan suatu saatpun gw akan kembali ke Negara ini dengan tujuan wisata yang mungkin sama atau berbeda karena suami gw belum kesini.
Bye Malaysia.. see  you some other time.