Friday, January 12, 2018

USA Trip Part 1 : Washington DC ( 19-22 Nov 2017)

USA Trip Part 1 : Jakarta  - Washinton DC ( 19 - 22 Nov 2017)

Puji Tuhan, akhirnya gw bisa menjawab orang2 yang bertanya kepada gw *beban juga hehe. “Dah pernah diajak suami ke Amerika? Dah ketemu sama keluarga suami? Kenapa kog blm pernah di ajak ke amerika?” De el el. 
Kalau pertanyaan, kenapa gak tinggal di Amrik jawabannya sudah jelas, yang pertama ya enakan di Indonesia lah, yang kedua adalah kalau kita memutuskan tinggal di Amrik ya harus memulai semuanya lagi dari nol.
Awalnya sebelum gw bertemu dengan suami dan menikah dengannya, tidak pernah terpikir atau berkeinginan untuk traveling ke Amerika, malah impian gw adalah berkeliling Eropah, namun setelah menikah, sepertinya Eropah akan kita tangguhkan sampai waktunya tiba mungkin kita juga akan punya kesempatan kesana. 
Karena kalau dipikir2 untuk memikirkan jalan-jalan ke Amerika itu udah malas duluan, kenapa sebelumnya untuk ke Amerika itu gw berpikiran begitu :
Pertama, Amerika tuh luas banget dan mau kemananya gak jelas padahal sering nonton film dan drama2 hollywood namun gak seheboh lokasi shooting drama korea *tetep haha. Yang jelas, hanya ada 2 tempat di Amerika dalam impian gw, yang ingin gw kunjungi adalah Grand Canyon dan Niagara Falls. 
Kedua, Amerika itu Jauh banget broh dari Indonesia, gw salut buat yang traveling bolak-balik USA-JKT beberapa kali setahun euy. Seakan Negara ini jaraknya sejauh berada di belahan bumi lain. Lelahnya perjalanannya dan Jetlagnya itu bisa seminggu baru bisa normal plus perbedaan waktu sekitar 12 jam an. 
Ketiga, Jelas mahal lah xixi, kita harus "berani mengeluarkan uang", karena kalau kita ada uang tapi malah tidak berani mengeluarkan uang yang lumayan banyak hanya untuk beli tiket saja untuk ke negara ini, ya percuma juga jadinya. Plus mata uang USD itu spt benda berharga, yang sakitnya tuh disini kalau kita memantau perubahan nilainya yang hampir setiap saat. *Ngenes pas gw mau pergi USD lagi kuat2nya dan sekarang di awal 2018 dia melemah bah. 
Setelah semua sudah  beres, Visa, Tiket, Itinerary, Hotel dan keluarga juga sudah confirm keberangkatan dan ketibaan kita disana, tinggal menyiapkan mental perjalanan melelahkan dan jauh. Untuk yang mau tau bagaimana persiapan trip ini, bisa di check di blog gw sebelumnya di sini

Biaya2 yang gw dan suami keluarkan untuk trip ke USA untuk 2 orang sebelum pergi yang akan gw share di blog adalah

Transport 
  • Ana Air ekonomi promo PP : Rp.  26,609,800
  • Visa USA : Rp.    2,160,000
  • JPN Visa         : Rp.       365,000
  • Mega Bus (DC to Hampton, VA) : Rp. 1,154,078 (Agak mahal krn Thanksgiving)
  • Greyhound (Hampton to DC) : Rp. 858,521 
  • Rental Mobil (Rental.com) : Rp. 4,713,293 (12 Hari )

Hotel :
  • Washington DC - Americana Hotel : Rp  2,874,285 (3 malam, Booked direct to Website Americana)
  • Altoona, PA – Microtel Inn & Suites : Rp. 1,361,268 (1 Malam, kecuali ini lgs datang *Dibayarin Mertua)
  • Niagara Falls - Aarya Hotel : Rp. 1,590,586 (2 Malam booked with  Agoda )
  • New Hampshire – Monica & Brian’s House : Rp. 2,422,161.- (3 Malam, Booked with Airbnb)
  • New York – Steven’s House Queens : Rp. 2,183,708.- (3 Malam, Booked with Airbnb)
  • Tokyo – Ryogoku View Hotel : Rp. 2,758,030 (3 Malam, booked with Agoda)
  • Kawaguchiko – Sawa Business Resort : Rp. 1,058,739.- ( 1 Malam, booked with Agoda)

Total Rp. 50,109,469 *ngeri yak melihat jumlahnya. 
Namun dengan iman kita bisa jalan juga Puji Tuhan.

Day 1 Jakarta – Washington DC (Cgk – IAD) Nov 19,2017
Seperti mengarungi mesin waktu, perjalanan ke Amerika dari Jakarta berangkat tanggal 19 November 2017 pagi, lama perjalanan total 20-21 jam namun kita tiba di Washington DC di tanggal yang sama. Disinilah terjadi mundurnya waktu jika ingin memperbaiki keadaan hehe. *Lebay. 
Memesan kursi pesawat dekat pintu darurat adalah yang pertama gw lakukan, selama perjalanan ini, baik pergi maupun pulang kita duduk di emergency exit, jadi buat suami gw yang tinggi bisa lebih nyaman duduknya. Hanya saja kita sedikit kurang cepat karena United air yang bekerja sama dengan ANA pada saat terbang dari Tokyo ke IAD, gw tidak keburu mendapatkan emergency exit. Kasihan juga suami gw duduk selama 13 jam, namun berusaha menikmati saja.  
Ana air pesawatnya bersih, pramugarinya imut2, untuk emergency seat, ruang duduknya agak sempit, ini adalah 1 hal kekurangan emergency exit seat mungkin ya, yaitu ruang duduknya bukan ruang kaki, lebih sempit dari kursi normal karena di samping kanan kiri kita ada terselip TV dan Meja. Ada kelebihan dan kekurangan juga sih. 
6 Jam perjalanan ontime dari CGK –  tiba di Narita dengan aman. 
Mungkin karena harga tiket promo atau ada faktor tertentu yang mempengaruhinya, maka Transit di Bandara Narita untuk melanjutkan kembali perjalanan dengan United/Ana hanya berjarak 1.05 jam, Walau sebelumnya kami sempat mengirimkan email kepada pihak maskapai dan dijawab memungkinkan untuk transit di Narita selama 1 jam, namun tetap saja, agak sedikit ketar-ketir dalam hal waktu proses transit dari satu pesawat ke pesawat lainnya. Kenyataannya memang Di TOKYO NARITA proses transit memang memakan waktu agak sedikit lama, karena dari keluar pesawat dan hendak memasuki area transit, antriannya sangat panjang sekali. Ternyata, kita harus melewati lagi security screening yang amat sangat ketat sekali, yang jarang dan belum pernah gw alami spt ini sebelumnya, padahal hanya transit.
Kesimpulannya transit 1 jam dengan 1 kode booking dan connecting flight dengan waktu 1 jam cukup juga, namun ada plusnya yaitu ketar-ketir hehe. walaupun sudah menjamin jika dalam 1 kode booking dan terjadi keterlambatan bukan karena kesalahan kita, kita tidak perlu kuatir karena maskapai pasti akan bertanggung jawab jika kita ketinggalan pesawat, plus gw sudah beli asuransi travel (klu gak salah bisa claim) tapi tetap saja akan ada pengaruhnya kepada jadwal perjalanan yang sudah kita buat dan perkirakan. 
Dengan sedikit berlari kecil gw dan suami menuju gate United Air/Ana beruntung masih sempat ke toilet sebentar bergantian sambil mengantri untuk boarding.
13 Jam Perjalanan Narita – IAD ditempuh dengan agak sedikit banyak mengalami guncangan di dalam pesawat *sambil komat-kamit terus baca doa, dengan pramugari2 yang agak sudah berumur namun terlihat lebih professional, finally kita mendarat mulus di Dulles International Airport (IAD) Washington DC, petang hari sekitar hampir Pukul 3 Sore. 
Melewati Custom dan Border Security atau Imigrasi USA
Mengisi Form Custom declaration yang dibagikan di Pesawat. *Gw sudah isi lengkap dan gw selipin di dalam paspor dan menaruhnya diatas meja di imigrasi, gak dilirik sama mas2 CBP nya.
Antrian imigrasi di Amerika untuk pendatang seperti gw lebih sedikit dibanding dengan antrian imigrasi untuk warga amerika dan pemegang greencard atau permanen resident. Namun lumayan cepat karena antrian khusus warga amerika dan temannya itu hanya menscan paspor saja dan lgs jalan.

Komunikasi gw dengan  mas2 CBP Dalam Bahasa Inggris ya 
*ya eyalah :
Mas : Senyum kecut
Gw : Senyum Manis sambil ngasih paspor
Mas : Ngapain ke USA
GW : Dilalah mau jawab Mau visit keluarga suami namun karena deg-degan mas-nya ganteng dan suara gw yang halus *haha, jadi kedengeran sama mas-nya cuma mau visit suami, family-nya hilang spt berbisik. 
Mas : Apa? Loe mau melihat suami Loe? disini? helloww? 
Gw : Bukan mas, maap maksute guwe mau ketemu mertua gw dan keluarganya, suami gw ya sama gw tapi dia di sana, sambil menunjuk di kerumuman antrian khusus Warga Amerika.
Mas : Owww, loe mau ke Virginia ya? *dia udah tau sebenarnya baca data kita ngetes ajah.
Gw : yoha
Mas : Dimana di Virginia
Gw : Carrollton
Mas : Berapa lama elu di sini?
Gw : *sambil berusaha menghitung dalem hati berapa hari ya gw disini* gak ketemu dan kelamaan jawabnya krn mikir, ya akhirnya gw jawab aja, gw balik nanti tanggal 11 Desember.
Mas : Bawa Makanan gak? *klu bawa bagi dunk hee *gak diminta form Customnya.
Gw : Gak 
Mas : Nanya lagi.. berapa lama elu disini?
Gw : diem sebentar , duh kan tadi udeh nanya *Sambil ngitung lagi dalem hati tapi gak bisa cepet, *mungkin karena masnya ganteng kali ya jadi gak konsen hehe. Gw jawab 11 December gw pulang Mas.
Mas : Silahkan tempel jari kanan loe di situ *nunjuk mesin scan
Gw : sambil ngulang dan ngacung 4 jari didepan dia “Right fingers” 
Mas : Cuma nganguk ajah sambil ngobrol sama tetangganya.
GW : Udeh Mas.
Mas : Balikin paspor gw sambil senyum sungging welcome to USA
GW : Lega sambil ngelus dada.. hahaha Dikasih stempel bisa tinggal selama 6 bulan nih di USA.

Prosesnya mudah, gak berbelit, cepat dan tidak se-mengerikan seperti di film2 atau reality show. Grogi pasti, mungkin karena masnya ganteng haha. Ya namanya juga masuk Negara orang rada grogi juga. Kita hanya berusaha mengikuti peraturan yang ada di tiap Negara sajah, dan sebelumnya baca2 serta cari info, apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa, gw bawa saos sambal, kopi bubuk instant untuk oleh2 dan bumbu2 instant dalam jumlah wajar. yang gw yakin tidak akan bermasalah, yang gw bawa adalah 1 plastik sambal saset (isi 12 kali ya), 1 kecap manis botol kecil, 10 bumbu instant mix (nasi goreng, ayam goreng, etc), gak bawa beras, dan makanan lainnya. Beras, kalau gak bisa gak makan nasi, beli di sana saja banyak dan gak mahal juga. 
Asal jangan bawa sekoper bumbu instant dan apalagi Uang diatas 10,000 dan bawa Daging dan tumbuhan yg sudah jelas peraturannya ya.

Tiba di IAD, menukarkan uang 100 usd menjadi pecahan 20 di money changer yang ada didalam terminal. kita langsung menuju ke tempat pemberhentian bus dan menunggu Bus 5A dengan angin yang whusss whuss dingin.. 


Muka Lelah

Halte Bus IAD airport.
Subway Station - Rosselyn Station


Bus 5A menuju Rosslyn Station dengan  biaya 1 orang Usd. 7.5 dan berdua Usd. 15, namun karena gw  bayar dengan uang USD20 jadi gak ada kembali hiks.. Sediakan uang pas .
Tiba di Rosslyn station kita lgs menuju vending machine untuk beli Smart trip card dengan harga plus isinya $12/perkartu untuk naik subway selama di USA, menuju ke Crystal City biaya sekali tap smart trip card sekitar 2 usd/orang. 
Dari Crystal city berjalan kaki 600mtr an menuju Hotel Americana masih bingung berjalan ke arah mana gw bertanya kepada seorang pemuda yang sedang berjalan.

Itinerary hari pertama

Beberapa Fakta yang gw dapat hari ini semenjak mendarat di Washington DC adalah

  • Imigrasi Amerika tidak se-seram berita dan reality show.
  • Bus tidak memberikan uang kembali kepada kita, namun sopir bilang kalau nanti ada yang mau naik dan mau bayar baru nanti dia akan kembaliin uang kita yg 5 usdnya, namun sayangnya setelah itu gak ada lagi yang naik sampai kita turun.
  • Airport di DC tidak se-sibuk seliweran orang seperti airport2 di Asia.
  • Orang Amerika itu ramah, termasuk sopir Bus dan pemuda yang kita bertanya dimana letak Americana dia tidak segan menghampiri kita lagi, untuk memastikan kalau kita berjalan di jalan yang benar hee.
  • Orang Amerika berisik kaya kita juga hehe, begitu mengantri masuk pesawat dan keluar pesawat org2 semua pada ngobrol dengan suara yang lumayan keras jadi gw yang pendatang bengong sambil nganga ngedengerin semua orang pada ngobrol haha.
  • Banyak ketemu homeless dan tukang ngamen dan tukang minta2 di stasiun.
  • Subway di Amerika, agak sepi dalam arti tidak sesibuk subway di Asia, sangat tua dan antik, tidak se-modern subway di Asia.

Setibanya di hotel setelah geret2 koper dan lelah hayati karena habis melalui perjalanan yang panjang. 
Proses check-in hotel ini cepat, setelah menaruh bawaan bawaan kita di kamar, sekalian cape, kita langsung jalan lagi keluar hotel untuk mencari makan malam dan dekat hotel ada Whole Food Market yang modelnya seperti Food Hall. 


Masih ada juga telp kek gini

Americana Hotel, Arlington


Di Whole Food Market, gw dan suami bingung pertama2 gimana cara memesan dan mengambil makanan siap saji yang tersedia di supermarket ini, di-ujungnya disediakan kardus besar maupun kecil untuk tempat mengambil berbagai jenis makanan yang ada, semuanya self service. 
Masukin saja semua makanan yang kita mau ke dalam box makanan yang sudah kita pilih dan langsung menuju ke kasir, nanti mereka yang akan menimbangnya, ternyata spt itu, awalnya kita gambling saja lgs menuju kasir ternyata betul xixi. 
Hari pertama gw mencoba memakan berry2-an, blueberry, strawberry dan blackberry yang ternyata gw gak suka karena aseeemmm banget, lebih enak strawberry yang beli di korea tempo hari.
Hari sudah mulai malam dan sudah berasa mengantuk, gw lgs mandi dan berbersih diri dan tidur dan terbangun jam 12 malam haha, dan tidur lagi dan terbangun lagi jam 2 pagi terus seperti itu setiap 2 jam. Jetlag2 ckck.

Biaya yang kita keluarkan di hari pertama (dalam Usd):
Bus 5 A – Usd. 20
Smart trip card – Usd. 24
Dinner whole food Market – Usd. 28.60
Total hari 1 : Usd. 72.6

Day 2 : Washinton DC – National Mall, Nov 20,2017

Good Morning USA. Setelah dirasa cukup beristirahat walaupun beberapa kali terbangun melek dan tidur dan melek lagi, namun kita mendapatkan istirahat yang cukup hari ini kita akan memulai perjalanan mengelilingi national malls. Mama mertua gw yang tinggal di Carrolton Virginia mulai sibuk menghubungi kita, bertanya kapan kita akan tiba disana. 
Setelah sarapan gaya amerika, bagels dan cream cheese, berbagai jenis roti, muffin, Susu dan bermacam2 cereal, kopi dan teh, muter2 gak ada nasi goreng *mimpi. hehe. 


Sarapan Paginya

Americana Hotel,Arlington

Subway Station 

Hari ini yang akan kita lakukan adalah




Namanya saja mall namun jangan berfikir kalau National Mall itu adalah jenis mall yang kita kenal seperti biasanya, National mall adalah sekumpulan kompleks museum yang amat teramat luas, tempatnya sangat teramat  menarik dan semua tempat bisa kita kunjungi dengan biaya Gratis.. tis .. tisss. 
Namun jangan berfikir gratis itu jelek dan kumuh ya, karena gratisnya ini keren *Norak ya hehe.
Incaran pertama gw dan suami berkunjung ke National mall tentu saja yang utama adalah mengunjugi Capitol Hall, Lincoln Memorial dan National Monumen atau (Monas) hehe ehh sama ya namanya. 
Suami gw bercerita diwaktu ia masih kecil sering ikut pamannya yang bekerja di salah satu museum tersebut dan dia puas2 sendirian keliling museum saat pamannya sedang bekerja. 
Dengan udara yang cukup dingin karena saat November akhir ini sudah mulai memasuki musim dingin, kita berjalan kembali menuju Crystal city station yang jaraknya lumayan tidak terlalu jauh sekitar 500-600 mtr, berjalan kaki sekitar 5-10 menit tergantung kecepatan kaki melangkah.
Dengan menggunakan smart trip card kita bisa naik subway tanpa harus bolak balik beli tiket, dari Crystal City langsung menuju ke L’enfant Plaza lalu dari sini tinggal jalan kaki. Seharusnya sih dari L’enfant plaza kita pindah kereta dan bisa langsung turun di Smithsonian station yang posisinya tepat berada ditengah2 diantara National Monumen dan Lincoln Memorial.


Our Favorit Transportation in DC - Circular Bus $1/jalan
Di area National Mall tersedia  bus Circulator yang bisa kita naik untuk keliling atau berkunjung dari satu tempat ke tempat lainnya, atau bisa juga bertanya kepada sopir bus tempat berhenti mana yang paling bagus kita kunjungi, nanti mereka akan senang hari memberikan rekomendasi tempat2 mana saja yang bagus. Tapi hati-hati ya jangan bertanya sama sopir bus diwaktu dia lagi nyupir karena dilarang. Ongkos sekali naik bus ini adalah US$.1.- Menggunakan Smart Trip.
Berjalan kaki dari L’enfant Plaza pertama yang kita tuju adalah Capitol hill (kantor pemerintahan USA *kali ya) seperti gedung MRP/DPR disini, di tempat ini kita cukup berfoto2 saja di depan gedung dan tidak masuk kedalam, karena kalau mau masuk kedalam harus reservasi terlebih dahulu, bisa di cek di internet dan booking jadwal kunjungan kita dan tentu saja akan ada security screening yang sangat ketat. Mungkin next time kita akan mencoba untuk masuk kedalam gedungnya.
Setelah puas berfoto disini, dengan menggunakan circulator bus kita menuju ke Washington Monument (WM) Untuk mengetahui lebih jelasnya apa itu national monument itu bisa cek di google yaa heee. Washington Monumen ini tepat berhadap-hadapan dengan Lincoln Memorial (LM), terlihat dekat namun setelah jalan membuat kaki lumayan cenat  cenut euy, dan ditengah antara WM dan LM ada kolam/sungai/kali ughh *entah ya hee, yang panjang banget sepanjang perjalanan diantara keduanya dan terputus oleh airmancur National Worldwar II Memorial. Semuanya tertata rapih, bersih dan cantik. *catatan kalau mau pisis disini jangan ditunda ya, karena toiletnya jauh xixi. Pengalaman suami kebelet pipis melewati toilet yang ada ditengah perjalanan tetapi gak bisa ksana, kenapa? Karena ada pagar yang membatasi, pagarnya pagar biasa sih bisa saja kita lompati tapi gak berani mencoba karena nanti takut di priwitin petugas kan malu hati haha. Selepas dari Lincoln Memorial kita menuju ke Vietman Veterans Memorial lalu berhasil mencapai Toilet dan akhirnya bisa pipis hee. Lalu kita menuju lokasi White House *pengen banget gw masuk kesini. Gak bisa masuk dan hanya berfoto dari kejauhan sajah. 
Dari sini kita memasuki salah satu museum dan lupa gw museum apa *duh, *dah ingat Museum Of American History, ada foodcourtnya didalam dan kita makan sore disini.


Washington Monument






Makan Siang bersama dengan si sambal

Capitol Hill

Ini seriously jauh loh
Yeay sampai juga...
                                 

Vietnam Veterans Memorial
Whitehouse.
Beberapa Fakta dihari kedua yang gw dapat di USA adalah :

  • Jika kita makan di tempat umum seperti fast food (Mcd dan kawan2nya) dan Food Court yang self service itu kita harus juga membereskan meja dan tempat makanan kita dan menaruh tray kita di tempat yang telah disediakan dan membuang sampah bekas kita makan ke tempatnya,  jadinya meja tetap bersih. Gw sedikit sudah mulai membawa kebiasaan ini juga di sini, apalagi makan di resto fast food spt MCD, CJ atau  walaupun kita gak menaruh kembali tray kotor kita namun membersihkan meja sehabis memakan sudah menjadi kebiasaan.
  • Wifi dimana-mana ada, di resto ada, di museum ada, di  bus ada, subway ada. Jadi di DC kita tidak perlu repot membeli paket internet. *Kita memang gak pernah repot membeli paket Internet atau Wifi kalau sedang traveling, apalagi travelingnya ke kota besar.
  • Anak2 baik kecil maupun remaja, baik opa2 dan oma2 sangat antusias sekali kalau berjalan2 di Museum.
  • Masih byk Wildlife animal disini, anak2 suka main sama salah satunya yang lucu adalah squirrel.
  • Duh disini gw jarang melihat orang menggunakan Tongsis heee, kecuali org asia termasuk gw. *bisa saja gw salah. Hee
  • Orang Amerika saat ketemu di elevator, Selalu suka menyapa sampai ada yg nanya ke kita apakah ini your first time in DC karena mereka juga dan mereka sangat excited.

Tiba di Crystal City sempat mampir ke plaza nya dan melipir Rite Aid untuk membeli snack buat nanti malam persediaan kita kalau lapar, Tiba di Hotel, waktu baru menunjukan pukul 6 sore namun sudah gelap dan kita terlelap jam 8 malam dan terbangun kembali jam 12 malam dan begitu terus sampai pagi. *Masih Jetlag.   

Biaya yang kita keluarkan di hari kedua (dalam Usd):
Lunch – Usd. 41.03
Magnets & Balon (Oleh2 buat pribadi) - Usd. 10.23
Groceries (Snack & Dinner) - Usd. 10.87 
Total hari 2 : Usd. 62.13

Day 3 : Washinton DC – Georgetown

Setelah sarapan dengan menu yang sama seperti kemarin *mulai kangen sama bubur ayam hehe dan sudah terasa kenyang, hari ini sesuai dengan rencana di itinerary kita akan mengunjungi Georgetown. 



Itineray utama kita pada hari ini adalah sebenarnya hanya Georgetown, dan akan mampir sebentar di Union Station untuk mengecek dimana letak stasiun bis antar kota atau tempat kita besok naik Mega Bus menuju Hampton, VA.
Setelah perlengkapan senjata siap, kamera, baju hangat, kupluk, syal sudah siap menuju kesana, dengan cara kembali ke Subway Station Crystal City naik Blue line menuju Rosselyn Station dan Naik Circular bus dari sana langsung menuju Georgetown. Ada banyak cara sebenarnya menuju kesana akan tetapi cara yang gw dan suami pilih sepertinya cara yang lebih murah dan praktis dan gak perlu banyak2 transit.
Sedang bingung2nya mencari dimana halte bus Circular dari Rosselyn station ternyata tinggal berjalan lurus sebrang lampu merah dan mereka ngetem disitu hihi, bukan ngetem deh menunggu antrian untuk jalan. 
Diperjalanan karena kita terlihat bingung atau apa gitu, ada 1 wanita nyentrik setengan baya menegor kita dan akhirnya ngobrol dan memberi tahu kepada kita apa-apa aja yang harus kita kunjungi di Georgetown, dia memberikan rekomendasi restoran dan katanya ada cup cake enak dan dikasih tunjuk juga ada resto enak dan turun di mana dan nama jalannya. Wanita ini sangat excited sekali ceritanya bahkan sampai ke obrolan betapa mahalnya harga2 properti di daerah Georgetown ini. Dan sampai merekomendasikan tempat belanja TJ MAX, suami gw yang spontan menjawab kita gak mau belanja kok, lalu wanita itu menjawab suami gw. “Mas gw ngomong sama dia, Sambil nunjuk gw – I am not talking to you, I am talking to her sambil ngeledek juga..” xixixi.. *salah satu contoh keramahan penduduk disana.
Sesampainya disana kita hanya keliling area itu, Jalannya unik karena sudah mendekati natal jadi banyak jalanan yang sudah dihias oleh ornamen2 natal, berfoto2 dan gak berani masuk ke Toko haha. (emang gak belanja juga) dan bener juga gw gak keburu mampir di TJ Max karena asik2 berfoto. 








Setelah Puas dan cape jalan ternyata ada bus Circular yang langsung menuju ke Union Station dari sini. *bus favorit.  Caranya mudah kita tinggal ikut busnya langsung sampai tempat pemberhentian terakhir di Union Station dan Taaadaaa.. pas kita keluar bis ternyata disini sudah terminal bisnya, ternyata diatas gedung Union Station, setelah kita melihat ada stand Mega Bus, ya sudah berarti kita sudah mark tempatnya, tinggal besok datang kesini dan bersiap menuju rumah mertua di Carrolton, Virginia. 
Didalam Union Station ini juga tempat kereta Amtrax ke berbagai tujuan yang hari ini sangat sibuk berkenaan dengan dekatnya hari Thanksgiving, jadi rupanya semua orang pada sibuk untuk pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarganya.
Setelah keliling dan menyempatkan diri ke toilet umum, dan kita memutuskan untuk makan siang disini, banyak pilihan resto di station ini dan akhirnya kita memutuskan untuk makan siang di Johny Rocket salah satu chain resto yang ternyata di Jakarta juga ada haha. 
Union Station



Union Station


Sopir yang ngasih kita gratis naik bis


Hari masih terang ketika kita selesai makan siang di sini dan karena itu kita memutuskan untuk kembali menuju National Mall untuk mengunjungi Smithsonian, National air and Space Museum yang kemaren kita tidak sempat kesana. Menaiki kembali Circular bus dari depan Union Station kita menuju National Mall, namun karena keasikan foto2 bus baru aja jalan dan kita ketinggalan, jadilah kita naik bus selanjutnya yang masih ngetem di pinggir jalan sambil ngobrol sama sopirnya. Ngobrol punya ngobrol dia bertanya kita dari mana dan mau kemana, suami gw bilang besok kita akan berangkat ke orangtua nya untuk thanksgiving. Si Sopir berkata iya parents are like Glue they stick all the family together. Dan juga cerita nanti akhir tahun kalau dia dapat bonus dia mau beli hape. *jeritan sopir bus hehe. Suami gw becanda blg gak beli Iphone yang terbaru apa tuh lupa. Trus dia bilang I am a bus driver, I can not afford to buy an iphone. *Jujur ya. Suami gw jawab juga iya siapa yang mau beli HP mahal kaya gitu *mahal juga buat kita hihi. Alhasil setelah ngobrol ngalor ngidul sama sopir bus pas bus mau jalan dan kita mau TAP smart Trip Card kita, dia bilang udah gak usah lah, don’t worry. Waaahhh dikasih naik gratis.. thank you mister. Hee
National air and space museum tempatnya sangat menarik dan banyak yang kita bisa pelajari disini. Kita keliling sampai kaki bengkok *udeh pegel banget. Sempat masuk ke Smithsonian Institusion Building (The Castle), cekrak cekrek foto udah cape banget karena semua kita lakukan dengan berjalan kaki. 










Rencana selanjutnya adalah mencari dan membeli SIM Card lokal atau prepaid phone(murah), *tanya kenapa? biasanya gw dan suami belum pernah membeli SIM card lokal ataupun membeli paket internet dalam setiap perjalanan, kita hanya mengandalkan wifi dari tempat kita menginap dan wifi umum, selama ini sih aman sentosa. Namun kali ini berbeda karena kita akan perlu banyak menggunakan telepon, syukur-syukur diwaktu kita beli SIM card dapat paket internet gratis. Alasan pertama, untuk menelepon mertua untuk lapor kedudukan kita dimana supaya mereka bisa mengatur waktu penjemputan di stasiun bus tujuan, kedua, host airbnb meminta kita menelepon/text mereka terlebih dahulu 15 menit sebelum sampai di rumah mereka, ketiga karena rencana kita akan melakukan ROAD TRIP dalam arti jika ada sesuatu yang mendesak ditengah perjalan kita dapat menghubungi keluarga atau petugas, plus nya jika ada paket data kita bisa mencari lokasi dan petunjuk arah di Google Map. 
Setelah banyak melakukan pencarian dan referensi akhirnya pilihan jatuh pada prepaid SIM Card dari T-mobile Tourist Plan seharga $30 yang berlaku selama 3 minggu, untuk lebih lengkapnya silahkan cari di mbah G aja ya *review SIM Card ini akan gw tulis di blog Road Trip. 
Outlet T-mobile berada di Penagon City, syukurnya jadi kita bisa mampir di Mall beneran di Washington DC yaitu Pentagon City, cara menuju kesana sama seperti kita kembali ke Crystal city lewatin 2 stasiun dan berhenti di stasiun Pentagon City langsung sampai di mallnya. Mallnya tidak terlalu besar, hanya 3 lantai dan T-Mobile outlet ada di lantai atas. akhirnya  jadi transaksi kita membeli sim card lokal untuk di pasangkan ke HP gw yang kebetulan punya 2 slot sim card, dan gw wanti2 mas-mas di outletnya jangan sampe gak sengaja kepencet mobile data nomor lokal gw yakkkk mas, nanti gw modar pas datang tagihannya hihi. Mas-mas penjaganya baik dan ngobrol2 nanya2 kita dari mana, sambil memastikan kalau T-Mobilenya bekerja di HP gw. 
Selesai dari sini kita langsung menuju Food court untuk Makan Sore.


Cuma foto ajah didepannya.. hee
Pentagon City food court


Hari makin sore, setelah selesai semua kita kembali ke Hotel untuk bersiap besok pagi menuju Union Station untuk naik Mega Bus menuju Hampton,VA.

Beberapa Fakta atau pengalaman dihari ketiga yang gw dapat di USA adalah : 
  • seperti orang norak, circular bus ini ramah untuk orang2 tua dan orang yang menggunakan kursi Roda, karena ketika bus berhenti untuk menaikan dan menurunkan penumpang. Sopir akan otomatis menurunkan pegas nya langsung whoosss turun kebawah dekat dengan aspal. Keren kan *norak kan. Xixi
  • Masuk ke Museum security screeningnya amat ketat, semua tas dibuka dan diperiksa.
  • Orang Amerika itu Kepo atau bahasa halusnya peduli juga sama seperti orang Indonesia hehe, buktinya ada wanita yang yang  menegor kita dan akhirnya ngobrol, dan sopir bus juga, namun mereka tidak pernah masuk dan mau tau area pribadi kita.
  • Menemukan Amplop Tips dimeja hotel, awalnya gw gak ngeh tapi pas gw baca ada tulisan disitu di amplop. Saya Tini, saya adalah tukang bersih2 di kamar ini, sangat terima kasih atas partisipasinya. Maksudnya TIPS. Harus menyediakan tips untuk cleaning service hotel. Jumlahnya sekitar 2-5 $/Hari.
  • Tiap restorant yang dilayani oleh Waiters/servers wajib memberikan TIP yang besarannya paling minim jika pelayanannya jelek adalah 5% jadi siap berhitung yaa.

Biaya yang kita keluarkan di hari kedua (dalam Usd):
Tips cleaning service Hotel - Usd. 6
Isi kartu Smart Trip - Usd.10 
Lunch Johny Rocket (include Tips) – Usd. 33.66
Gelas kecil (Oleh2 buat koleksi pribadi) - Usd. 8
Dinner Foodcourt Pentagon City - Usd. 16.72
SIM Card T Mobile - Usd. 34
Snacks/Jajan - Usd. 15.77 
Total hari 3 : Usd. 124.15

Day 4 – Washinton DC – Virginia

Pagi ini kita akan check out hotel setelah sarapan dan langsung menuju Union Station untuk check in mega bus pada jam 9.55 am untuk menuju Hampton Virginia yang kita sudah booking tiketnya langsung melalui website Mega Bus dari Jakarta. 
Suasana pagi itu di Union Station agak sedikit sibuk baik itu di ruang tunggu Amtrax maupun ruang tunggu bus dan antrian sudah dimulai padahal terhitung masih pagi saat itu. Enaknya seharusnya kita sudah booking seat nomor jadi kita gak usah antri berdingin-dingin di terminal karena antrinya bukan didalam ruangan tertutup. Kalau sudah  booking seat number mau masuk belakangan juga gak masalah karena kita pasti dapat tempat yang kita inginkan. 





Sempat miscom di awal, sebenarnya gw agak ragu karena warna bangkunya beda ternyata bangku yang sudah kita duduki itu sudah di booking oleh orang.. duh, suami gw gak percaya gw bilang sih. Ya sudah akhirnya karena orang yang punya bangku naiknya agak lama jadi waktu kita mau pindah dan mencari bangku sudah tidak dapat lagi duduk sebangku sama suami. 
Dikarenakan juga ternyata Union Station adalah pemberhentian yang ke 2, jadi sebelum ke tempat ini bus sudah berpenumpang. Jadilah walhasil, kita berpisah tempat duduk di bis menuju Virginia.
Mega Bus : Murah (namun yang gw bayar mahal karena Peak Season), Rutenya banyak dan jauh2 bisa langsung cek di website busnya, waktu keberangkatannya hanya sampai sore saja jadi tidak ada bus malam. Busnya double decker, tempat duduk bebas pilih jika kita tidak memesan nomor tempat duduk, dan memilih selain yang warna kursinya beda *Abu2 klu gak salah, karena kursi tersebut adalah booking seat, didalam bus boleh makan dan minum, tentu saja nga boleh nyampah, terdapat ruang yang besar untuk bagasi, tempat taroh koper, busnya lumayan bersih dan ada toiletnya tapi gw gak ke toilet jadi gak tau spt apa toiletnya. Sandaran kursi bisa dimundurkan hanya saja agak sedikit sempit untuk ruang duduk, tersedia Wifi gratis, dan ada power outlet juga, kita dapat gratis earphone dan dompet kecilnya *lucu *gak semua sih gak tau kenapa.
Sopirnya hanya sendiri dan tidak ada asisten, akan tetapi sang sopir sangat gesit, dia membantu juga menurunkan koper2 penumpang saat tiba di setiap stasiun, dan Hampton VA adalah pemberhentian ke 4 tempat kita akan turun, pemberhentian ke 3 nya adalah Richmond, VA dan pemberhentian terakhir bus ini adalah Virginai Beach. 
Gw gak nyangka bus double decker bisa juga dibawa jalan sampe jauh xixi *ada yang rutenya sampat Atlanta trus Florida, Huff jauh juga yak,  kursi busnya kurang nyaman soalnya. Gw pikir Cuma bis untuk dikota saja, ternyata mega bus adalah bus tingkat. 
Perjalanan ditempuh sekitar 4 jam, agak terhambat sedikit karena lalu lintas sangat padat dan sibuk, maklum ini harinya pulang kampung buat warga Amerika. Bus tidak berhenti di rest stop, mungkin karena ada toilet di dalam kali ya. 
Bus Berhenti satu kali di Richmond, VA untuk menurunkan dan menaikan penumpang lagi, bus berhenti tidak lama, hanya untuk menaikan dan menurunkan penumpang, jadi jangan turun, nanti ketinggalan kaya nenek2 seperti gw tulis dibawah. 
Selepas Richmond kita sudah memasuki highway tiba2 bus berhenti dan sopir mengumumkan kalau ada seseorang yang keinggalan di Richmond dan kita harus balik lagi menjemput nenek ketinggalan di stasiun Richmond itu hahahaha, sopir bilang kita akan delay untuk menemukan orang yang ketinggalan tersebut kalau tidak ketemu kita harus menghubungi 911 dan harus menunggu halaaaahhh.. yang boten2 ajeeee, panjang urusannye klu gak ketemu tuh orang. Puji Tuhan tuh nenek ketemu dan cucunya langsung pasang muka sebel dan marah. Hehe. Fairnya di sini itu kalau ada apa2 semua penumpang diberi tahu jadi gak ada yang bertanya2 dan mengira2 ada apa.  
Selepas dari sini perjalanan masih agak tersendat dan Puji Tuhan, akhirnya tiba dengan selamat di Hampton dan Papanya suami gw sudah menunggu di terminal bus dan akhirnya gw bisa bertemu dengan keluarga Suami Gw.



Biaya yang kita keluarkan di hari kedua (dalam Usd):
Tips cleaning service Hotel - Usd. 5
Beli Air minum & Sandwich untuk perjalanan - Usd. 15
Total Hari ke 4 : Usd. 20.-

Bersambung :Ke USA Trip Part 2 : Thanksgiving, Meet the Family Disini



No comments :

Post a Comment