Jungleland-Sentul dan Retreat : Liburan Natal 2018 bersama Keponakan.

Joy to the World the lord is come.. bulan Desember itu rasanya gimana gitu, seperti hidup dalam 1 periode yang berjalan monoton selama 11 bulan dan ada 1 bulan yaitu bulan Desember untuk me re-charge kembali supaya semangat lagi di bulan Januarinya, entah mungkin hanya perasaan hati gw saja tapi rasanya ya seperti ini, walaupun sejak 2017 bekerja di tempat dimana gw kerja sekarang, yang jam kerjanya yang  melebih jam kerja normal pada umumnya yang ditetapkan dalam undang2 ketenagakerjaan *berat nih wkwk, alhasil waktu gw kerja menjadi panjang dan waktu libur jadi menyusut yaitu senin-jumat 9 ke 6, lalu sabtu kerja juga *kan curhat.
Selain merasa di charge kembali namun ada masa-masa menjelang natal adalah masa tersibuk terlebih lagi tahun ini. Kenapa, karena gw ditunjuk oleh Ketua panitia natal dan retreat gereja, untuk menjadi panitia sebagai kordinator sie acara baik itu untuk acara natal maupun retreat. 
Tidak seperti tahun lalu gw bebas tugas saat natal karena waktu itu kita menghilang sejenak dari peredaran di gereja dan mengambil cuti kerja tanpa dibayar selama 1 bulan menjelang natal untuk mengunjungi keluarga besar suami. 
Tahun ini kita giliran kita habiskan di rumah saja bersama kesibukan di bulan Desember setiap tahunnya ditambah ada event acara retreat keluarga.
Puji Tuhan acara natal dan retreat berlangsung dengan baik dengan segala kekurangan dan kelebihannya. 
Selain sibuk dengan kegiatan di luar rumah tentu saja kita harus tetap menyediakan waktu untuk keluarga yaitu suami tercinta, karena kami belum dikaruniai anak jadi kami lebih sering mengajak keponakan gw untuk ikut jika memungkinkan.
Cireng sebut saja namanya anak perempuan cantik yang pernah gw ajak waktu kita jalan2 ke Belitung, ia berumur berumur 7 tahun dan sangat aktif serta mudah mengurusnya, kemana gw pergi pasti kita ingin ia ikut bersama kita.
Bocah 7 tahun ini kita ajak untuk ikut serta dalam retreat keluarga yang diadakan di Puncak selama 3 hari 2 malam, karena gw sibuk dengan jalannya acara sampai kadang gw lupa kalau anak ini ikut *halah. dan suami gw yang namanya lelaki pasti tidak akan fokus terhadap hal2 yang anak2 perlukan. Namun bocah ini pandai berbaur dengan kakak2 seniornya di gereja jadilah dia tiba2 punya banyak cici yang mengurusnya makan dan main. haha thanks to youth group di gereja gw ya. 
Memulai Desember dengan ulang tahun suami
Di sela-sela Jam Istirahat Retreat Keluarga

                                   
Keluarga besar GBI Ciujung

Team Youth Drama

Setelah Retreat selesai, yang awalnya kami hanya ber3 menjadi ber4, bertambah adiknya Cireng yang ikutan nimbrung karena mendegar bahwa kita akan pergi ke JungleLand *emang diajak sih hehe, alhasil anggota kita jadi bertambah menjadi 4 orang. Sebut saja si Lanang yang masih berusia 6 tahun. Mendengar dia akan diajak ke JungleLand langsung semangat 45 dia minta papanya untuk  mengantarnya menginap di rumah kita.
Setelah semua urusan ritual natal selesai, Ibadah, perayaan dan kunjungan kerumah keluarga, 26 Desember 2018 kita ber 4 pada pagi2 benar akan berangkat menuju sentul untuk bermain-main di Jungle Land.



Ritual makan malam natal dirumah my aunt ter Ba#$%bi2 hehe



JungleLand, 26 Desember 2018
Malamnya gw berhasil juga menidurkan anak-anak tepat waktu karena di iming2 besok pagi harus bangun pagi untuk berangkat ke Jungleland. Waktunya gw juga rebahan di kamar gw eh kedeneran lagi di kamar sebelah anak2 berdua masih aja pada bercanda dan ketika gw balik lagi ke kamar mereka, mereka langsung pura2 tidur gitu hee lucunya anak2  ya.
Sebelum berangkat ke Jungleland tentu saja kita perlu beli tiketnya terlebih dahulu, mencari cara untuk  mendapatkan harga tiket termurah karena setelah mencek harga tiket untuk 1 orang lumayan mahal yaitu sebesar sekitar Rp.250,000 high season.
2 hari sebelumnya gw berhasil membeli tiket untuk 4 orang + fast track artinya kita punya jalur khusus tanpa melalui antrian panjang untuk menaiki wahana yang ada, harganya adalah sebesar Rp. 647,000 an ada potongan2 promo dari traveloka *murahkan...
Awalnya ekspektasi gw tidak terlalu tinggi dengan amusement park yang ada di Indonesia namun setelah gw datangi sendiri Jungleland gw jatuh cinta kepadanya.
Pagi itu kita jalan masih pagi sekitar jam 6, melewati jalan raya bogor sampai sentul dan memasuki komplek perumahan sentul, OMG gw sukak banget dengan area ini, karena selama area ini dibangun, ini adalah kali pertama gw melihat2 lokasi perumahan dan area perkotaan baru di sentul, suasananya bikin kita betah tinggal, duh andai punya uang saat itu pengen beli rumah disitu hihi.
Lokasi dan Tempat
Memasuki kompleks sentul terasa asri, rapih dan bersih, dengan pemandangan gunung dan bukit memanjakan mata ini, lokasi Jungleland ini ada di paling ujung dan memiliki tempat parkir yang luas banget jadi jangan kuatir tidak dapat parkir, dan karena kita sudah mengantongi tiket easy access jadi semuanya terasa mudah.
Berbeda dengan amusement park yang ada dijakarta yang sudah terlalu panas kalau siang hari, di jungleland ini amat sangat sejuk dan banyak angin berhembus karena area ditutupi banyak pepohonan ditambah area sentul agak sedikit lebih tinggi dari Jakarta.
Area adventure theme park ini luas banget dan dapat menampung kira2 30ribu orang berdasarkan websitenya, Terdapat area khusus untuk anak2 dan dewasa, biasanya anak dibawah 135cm akan bermain2 di lokasi ini. Hari ini tidak terlalu ramai jadi kita bisa puas bermain.
Kebersihan
Untuk kebersihan semua lingkungan di taman ini terbilang sangat asri, rapih dan bersih. Kita tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar lokasi, diperbolehkan membawa botol minuman sendiri namun tidak yang bermerk. mungkin ini karena untuk kebersihan tempat itu sendiri. Yang paling gw tidak suka di setiap area tempat wisata di Indonesia terutama Jungleland Adventure Park ini banyak sekali orang merokok padahal di tempat permainan anak2, sebenarnya otak para orang tua di diletakkan dimana pun gw gak tahu, dengan santainya merokok di lokasi yang banyak anak sambil menunggu anaknya. Mohon dunk teman2 atau orang2 tua yang baca blog gw ini untuk memulai disiplin diri untuk tidak merokok di tempat umum apalagi di tempat wisata. Petugas pun tampak tidak peduli menegor padahal ada papan dilarang merokok. Paling kesal jika ada yang merokok ditengah2 antrian orang yang mau naik wahana.
Wahana 
Terdapat 4 lokasi berdasarkan type dan thema permainan yang ada, ada Mysteria, Tropicalia, Carniforia, Explora.
Beberapa wahana  memang ada yang tidak beroperasi saat itu, namun wahana2nya nampak terawat dan banyak orang didalamnya yang mengawasi.
Fasilitas
Kamar Mandi banyak dan lumayan bersih walaupun ada yang agak sedikit beraroma *tetep. 
Kita tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar lokasi, namun didalam lokasi tidak banyak pilihan makanan, yang gw lihat hanya ada 2 lokasi tempat makan dan makanan yang dijualpun harganya termasuk mahal dengan porsi yang malah lebih kecil dari sesungguhnya. 

Semua nya yang ada di sini terbilang sudah baik dan tertata dengan rapih, bersih, maintenance pada alat pun terlihat baik 
Hanya TEMPAT MAKAN dan ASAP ROKOK saja yang sangat mengganggu buat gw.

Hari ini kita semua senang, anak2 sudah capek dan kita juga cape setelah kita habiskan setengah harian di tempat ini dan telah selesai menaiki beberapa wahana2  yang ada disitu, sayangnya karena kita berdua, gw dan suami sudah lumayan umurnya jadi kita tidak menaiki wahana2 yang ekstrim haha, suami gw jelas gak mau, kadang dia suka sedikit meng-under estimate maintenance dari wahana2 yang ada khususnya di Indonesia jadi gak pede naiknya. padahal gw sedikit agak penasaran juga sih pengen coba naik wahana ekstrim *mumpung belum tua banget, tapi gw tidak punya teman untuk naik, kalau sendiri kan gak enak, andaipun suami mau lalu kami naik ber2, krucil2 dibawah tidak ada yang mengawasi walaupun mereka sudah bisa dilepas juga hehe.*alasan 




Kenapa yang satu liatnya ke atas, yang satunya ke bawah yak?














Setelah kita ber4 bemain cukup puas, hanya saja karena si lanang masih belum mencapai tinggi badan minimal jadi dia sendiri yang belum bisa naik wahana tertentu, dia hanya dapat bermain2 di area anak2.
Kita kembali ke rumah sore itu kembali melewati jalan raya bogor dan sambung terus sampai pamulan, hari itu sangat kita nikmati dan besok gw sudah kembali kerja *Ksian setelah itu malam tahun baruan dan Selaman Tahun Baru. Terima kasih Desember, terima kasih Tuhan atas penyertaan MU untuk keluarga kami.
Selamat Tinggal 2018 Selamat datang 2019

Bangkok Trip with tour Group 8-11 December 2018 _ Never Again #tourgroup

Never Again dalam arti gak mau ikutan lagi jika bukan harus ikut. Ini adalah pengalaman pertama gw ikut tour.
Gw sebenarnya pengen sharing sedikit untuk trip Bangkok ini dalam rangka outing kantor dan trip ini gratis eh gak gratis deh karena gw pun dikenakan tambahan biaya yang harus  gw bayar sendiri sebesar Rp. 900,000/orang, karena kata kantor budgetnya kurang, jadi setiap peserta atau karyawan yang ikut akan dikenakan Rp.900,000/orang dengan metode pembayaran cicilan dipotong gaji selama 12 bulan dengan nominal perbulan Rp.75,000.- *hehe jangan ketawa yak yang baca. 
Kenapa sih gw gak mau lagi, karena selain 900rb, cuti gw melayang selama 2 hari di trip ini yang ternyata dipotong cuti *kantor gak mau rugi hiiii (padahal outing kantor), *ini sih alasan personal hehe, alasan yang utama sebenarnya adalah amat sangat capek dan jangan berharap mau ini dan itu sendiri karena waktu kita terbuang di kunjungan ke Toko2 yang sudah kerjasama dengan operator tour ataupun pemerintah setempat, *memang resiko ikut tour grup *harus beli *terkadangdipaksa *digiring/diangon hihi. 
Apakah menyenangkan ? ummm sebagian iya, sebagian lagi tidak.
Gw mau sedikit menuliskan review perbedaan antara ikut tour grup dengan solo traveling berdasarkan pengalaman yang gw alami, mungkin pengalaman ini bisa juga berbeda dengan teman2 yang lain.
1. Harga atau biaya tour
Berdasarkan informasi yang gw dapat dari teman kantor gw yang berhasil kenalan dan ngobrol dengan peserta tour lainnya dari Indonesia yang berbeda group namun satu operator tour. 
Harga jual trip 4 hari 3 malam Bangkok Pattaya adalah sekitar Rp.3,2 juta/orang all in (Tiket Pesawat, Transport, Hotel, Makan, Tour). Murah kan? Murah banget. Coba berhitung kalau tiket pesawat saja untuk low cost airline seperti Air Asia paling murah kalau sedang promo sekitar Rp.1,1 juta pp dan harga normal sekitar Rp. 1,7 jt sampai Rp. 2,5 Jt belum termasuk booking tempat duduk, bagasi, dan makan. sisanya Rp. 1,5 jt an untuk transport, hotel bintang 3 minimal, plus makan siang dan malam, plus retribusi dari tempat wisata yang kita kunjungi. Jadi ikut tour Group ke Bangkok itu jelas lebih murah banget dari pada solo traveling.
Kalau Solo Traveling pesawat dan hotel tergantung kecermatan. kesigapan dan kerajinan kita melototin promo2 dari applikasi2 dan website2 tiket online ataupun rajin googling dan membaca rekomendasi dari orang lain maupun membaca postingan2 dari para anggota group backpaker Indonesia di Facebook Group dan juga gaya traveling kita menentukan harga yang kita bayar. 
2. Itinerary
Tiba di hotel biasanya sudah malam, pastinya hari pertama kita tidak bisa kemana-mana, karena besok pagi2 nya kita sudah harus checkout jam 7.30 sesuai dengan jadwal dijemput untuk memulai perjalanan, waktu sarapan adalah jam 6.00 - 7.00 pagi.  
Hari pertama full day tour, kita dibawa menuju Pattaya, dan mampir di Pattaya Floating Market, lalu dibawa untuk nonton atraksi Gajah, silver lake, ke 3D art, sebelumnya itu kita dibawa ke peternakan tawon eh pabrik madu yang jelas ternyata mereka produksi dan jualan madu dan harga madunya itu loh mahal banget *katanya sih madu ASELI dan presenternya orang Indonesia yang pandai berbicara, kita di giring ke dalam ruangan seperti ruangan meeting dan di terangkan produksi madu dan kegunaan madu dan teman2nya madu dan ditahan agak lama di ruangan itu, belum bisa keluar kalau belum ada yang beli *apa jadinya kalau bos gw ga ikut wkwk karena cuma dia sajah yang belanja haha. 
Itinerary hari itu amat sangat padat sampai kita kembali lagi ke hotel sudah hampir pukul 10.00 malam. 
Demikian juga keesokan hari, kita kembali lagi ke Bangkok pagi hari dan kali ini giliran kita dibawa ke toko herbal yang menghasilkan obat2an hampir sama metodenya dengan tempat madu kemarin namun lebih halus presenternya dan harganya pun masih lebih "ok" lah, dan dibawa juga menuju toko perhiasan emas, perak yang gak mungkin gw beli kalau itu, seharian penuh, kembali ke hotel yang berbeda dan sudah jam 10 malam, (pattaya loh di trip ini kita amat sangat jauh dari pantai), baru pada hari terakhir di Bangkok sebelum kembali ke jakarta karena pesawat malam, kita bisa bebas berkeliaran sendiri serasa terbebas dari belenggu yeay, waktunya mencari oleh2 jalan sendiri. 
Kalau solo traveling, kemana kita melangkah kita yang tentukan sendiri dan bisa puas di tempat wisata yang kita inginkan, seperti floating market pattaya, tempat itu menurut gw tempat yang menarik dan kalau serius kita bisa explore pastinya akan memakan waktu lebih lama namun disini kita hanya di kasih waktu 1.5 jam saja, baru saja masuk dan berfoto serta mencoba jajanan pasar dan keliling sebenar sudah  habis waktunya.  
3. Hotel 
Hotel sudah pasti hotel berbintang, minimal bintang 3, nama hotelnya sudah gw lupa karena di hotel cuma sekitar 10 jam saja. dan selama 3 malam kita berpindah hotel 3 kali. 
Apakah ini perasaan gw saja atau memang seperti ini karena pada trip ini hotel yang kita tempati adalah hotel yang jauh dari keramaian atau jauh dari pusat atraksi wisata jadi kalau kamu seperti gw yang suka eksplore tempat wisata di daerah sekitar hotel atau tempat makan lokal dekat hotel, tidak  bisa dilakukan kecuali mau naik taksi atau grab ke tempat2 yang kita mau kunjungi diluar itinerary namun sayangnya tiba di hotel sudah terlalu malam.
Jika kita Solo traveling pasti cenderung untuk mencari hotel yang tidak jauh dari pusat atraksi atau dekat ke publik transport untuk memudahkan kita melakukan perjalanan jadi bisa lebih leluasa.







4. Transport
Tentu saja jika berbicara mengenai tranport kita sudah tinggal duduk manis, nyaman dan sampai di tempat tujuan walaupun terkadang ketika sampai di tempat tujuan, kita bengong dulu sebenar dan menganalisa ini dimana, wkwk. 
Berbeda jika kita Solo traveling mau tidak mau kita harus pelajari terlebih dahulu tempat yang akan kita kunjungi dan moda transport apa yang baik menuju tempat itu dan mempelajari sekelilingnya juga agar bisa sekalian jalan. 
Pada hari terakhir di Bangkok kita mencoba moda transportasi yang menurut gw sangat menarik untuk dijalani yaitu naik perahu bersama dengan orang lokal, yap dengan biaya 17-19 bath sangat murah kita bisa menuju tempat2 wisata menggunakan boat ini, tanpa macet. 
Namun harus berhati2 karena boat ini tidak pernah kosong dan kita harus bergerak cepat tanpa berpikir lama untuk langsung naik, perahu tidak akan menunggu kita dan berhenti lama, malah kadang tidak berhenti karena terlalu penuh, perahu  melaju dengan cepat melewati kita yang sedang berdiri di dermaga, jika kita tidak bersiaga lompat menjauh maka kita akan kena biasan dari air sungai yang disebabkan oleh perahu yang melaju dengan cepat tersebut, karena kita tidak siaga saat itu maka bias air ini menimpa kita alhasil membuat sepatu kita terendam air.









Ini Dermaga tempat kita menunggu perahu 

Di Perahu

turun dan naik perahu
5. Makan
Seperti transport demikian juga dengan urusan perut, kita tidak perlu berpikir makan apa setelah ini karena duduk manis kita sudah diantar ke restoran yang menunya lumayan enak dan kebanyakan all you can eat, puas makan judulnya. 
Berbeda dengan Solo trip kita cenderung makan seketemu-nya atau kalau kamu orang yang tipe wisatawan kuliner pasti kamu akan mencari resto tertentu atau makanan khas daerah yang kita kunjungi. Mencari street food juga menjadi kepuasan dan kesukaan tersendiri bagi para solo traveller. 



Demikian lah review dari saya tentang perbedaan dari 2 gaya jalan-jalan antra solo traveling atau mengikuti tour group dan menurut gw untuk harga jelas lebih murah Tour Group namun untuk kenyaman dan menambah pengetahuan jawabannya adalah Solo Traveling, namun itu semua kembali kepada masing2 pribadi dan masing2 tujuan dari traveling itu sendiri, yang mana yang menyenangkan jawabannya tergantung dari kalian. God Bless


Road trip Garut 4 - 6 November 2018

Tahun ini kita belum ada budget untuk keluar negeri dulu nih karena masih banyak keperluan yang lainnya. 
Namun demikian karena liburan is a must buat gw dan suami jadi pada kesempatan ini gw dan suami memilih untuk menikmati suasana pegunungan yang dingin dan sejuk di Garut dan lanjut ke Cirebon untuk wisata kuliner *awalnya. Namun akhirnya Cirebonnya kita tunda dulu untuk next trip.
Pada trip kali ini pertama yang kita lakukan adalah mencek kondisi Mr. Erti, mobil yang akan kita gunakan untuk mencapai Garut, membawanya ke bengkel, mencek segala sesuatunya agar perjalanan nyaman dan lancar tanpa kendala.

Day 1 -  Minggu 4 November 2018
Malam harinya kita sudah bersiap tidur lebih awal agar esok pagi2 benar kita bisa bangun dengan segar dan berangkat sekitar jam 4 pagi. 
Sudah cek dan bertanya sana sini kondisi toll cikampek dari bekasi ke kerawang yang sedang ada pembangunan toll layang yang buntutnya mengakibatkan jalanan tersebut macet tanpa kenal jam, dan jam berapapun melihat kondisi traffic google Maps yang selalu berwarna merah gelap. 
Saudara gw mengingatkan jika mau lancar harus sudah melewati jalanan itu pukul 3 pagi alamak.. judulnya ga tidur kalau sudah sampai situ jam 3 mah.  
Mengingat dan menimbang akan hal itu maka suami gw memutuskan untuk menempuh perjalanan menuju Garut tanpa melalui toll kerawang - bekasi, bisa? bisa.
Pagi itu jam 4 pagi tepat tanpa toleransi, kita sudah siap berangkat tidak lupa sebelum berangkat kita berdoa dulu agar selalu dalam perlindungan Tuhan dan Tuhan beri kesehatan dan kekuatan buat suami yang nyetir mobil.
Karena rumah kita di pamulang maka kita akan melalui jalan raya parung langsung menuju bogor, lanjut puncak dan terus sampai Garut. 
Dari keluar rumah langsung menuju pasar cimanggis, lalu melaju terus melewati lampu merah Gaplek yang pagi itu tampak berbeda dari jam sibuk se-seharinya karena masih pagi banget jadi jalanan sepi dan gelap banget. 
Menyusuri panjangnya jalan parung bogor yang terasa gelap banget pagi itu, entah lampu jalanan yang tidak ada atau lampu2 penerang dari toko2 atau warung di sepanjang jalan parung yang tidak menyala karena masih tutup yang ternyata membantu menerangi jalanan atau memang jalanan ini gelap, pokoknya untuk jam 4 pagi itu masih gelap banget. 
Terus melaju naik melewati toll lintas bogor dan saat matahari mulai menampakkan dirinya ketika kita sudah menuju arah puncak, kita melalui jalan-jalan berliku dan pemandangan puncak yang indah,  lewati puncak kita tiba di kota Cianjur, waktu menunjukkan belum jam 7 pagi, dan kita akan terus menyusuri dan melewati kota Cianjur sampai Bandung dan masuk toll Cileunyi, sampai akhir toll. 
Perjalanan tersendat selepas toll cileunyi dan antri agak lama karena jalanan sedang di perbaiki, untung masih pagi. 
Memasuki nagrek dan jalanan yang berliku-liku, lalu lintas lumayan lancar hanya saja harus ekstra hati2 karena banyak truk plus bus ditambah ada motor dan mobil yang gak sabaran nyupirnya, kalau kita berdua mah utamakan keselamatan terlebih dahulu jadi tidak usah ngotot menyetirnya.
Dengan manggunakan Google Maps kita tiba di Hotel Cahaya Villa Hotel - Garut. Hotel nya masih terbilang baru dengan harga yang tidak terlalu mahal, ada fasilitas kolam renang permandian air panas untuk anak dan dewasa, kamarnya lumayan luas. 




Di Hotel ini gw booking kamar standar yang terletak di lantai 2. Fasilitas di dalam kamar semua tersedia lengkap. Jika kita punya kesempatan pergi bersama keluarga besar bisa juga booking di area bungalow yang punya akses langsung ke kolam renang. 
Pagi itu nampak beberapa rombongan baru check out dari hotel dengan menggunakan bis besar, untungnya kita check-in di hari minggu jadi orang2 sudah selesai liburan baru kita masuk.
Tepat jam 10.30 pagi kita tiba di Hotel Cahaya Villa, jadi total perjalanan 6 jam-an dari pamulang. Sayangnya kamar yang akan kita tempatkan belum siap dan juga belum waktunya check in. 
Sambil mengisi waktu kita keliling hotel, melihat2 sebentar lalu keluar lagi sambil sekaligus mencari makan siang, pihan kita saat itu adalah rumah makan Liwetan Asep Strawbery. 
Sebenarnya masih terlalu pagi untuk makan siang, akan tetapi karena hari ini kita belum punya rencana apa2, jadi kita mengambil posisi yang enak di resto mang Asep ini, di gubuk tempat kita makan, duduk bersandar sambil menikmati angin Garut yang sepoi2 sejuk, selesai pesan makan sambil menunggu makanan tiba sambil bisa santai di dalam gubuk tempat kita makan. 
Kita menghabiskan waktu lenyeh2 sambil makan di tempat ini hingga pukul 1 siang lebih, dengan perut hampir  meledak karena kekenyangan dan maruk, karena semua yang ada di menu pengen dimakan alhasil kita kelebihhan makanan dan meminta resto untuk membungkusnya untuk makan nanti malam, sehingga kita tidak perlu keluar lagi untuk cari makan.
Selesai makan mencoba mencari tempat mana lagi hari ini untuk kita kunjungi sebelum kita kembali ke hotel untuk check-in, trip kali ini sih gw tidak membuat itinerarry khusus karena gw hanya ingin santai saja di hotel dan wiskul daerah sekitar garut dan tentu saja ingin membeli dodol atau chocodot. 
Sewaktu kita lenyeh2 tadi di rumah makan kita memutuskan untuk mengujungi Chocodot World yang berada tidak jauh dari rumah makan mang asep, katanya disana ada museum coklat.
Setibanya disana kok sepi ya wkwk jadi agak ragu2 mau masuknya, atau mungkin bukan hari libur, akan tetap hari ini masih hari minggu kan. baiklah kita masuk disambut mas2 dan mbak2nya namun sayangnya hari ini mati lampu *pantes. jadi museumnya tidak dibuka, jadi kita hanya lihat2 bermacam2 produk coklat untuk oleh2 yang ada tulisan2 lucunya. Yang gw suka dari sini adalah dodol berlapis coklatnya ini enak banget.... harus beli disini karena di toko lain ternyata lebih mahal dan lumayan beda harganya.
Coklat ok, makan siang ok, sebelum kembali ke hotel kita mampir dulu ke indomaret *gak bisa jauh dari indomaret alfa nih, untuk membeli snack untuk ngemil nanti malam, hari sudah sore dan pasti sudah bisa check in.
Malam ini kita hanya  dikamar saja dan beristirahat karena tadi pagi bangun pagi banget jadi malam ini memang rencana kita tidur cepat.


Day 2 -  Senin 5 November 2018
Cuaca pagi yang cerah hari ini dan sejuknya garut membuat gw malas untuk beranjak dari tempat tidur, ingin di kamar saja akan tetapi hari ini rencana kita hendak keliling2 garut dan melihat2 apa saja yang ada di daerah ini, walaupun trip kali ini kita hanya berkeliling di area cipanas dan darajat saja.
Namun sebelum keluar hotel kita terutama gw mau nyebur dan merasakan mandi atau berenang di kolam air panas yang ada di hotel dan yang umum ada di garut.
kami berdua siap2 untuk sarapan dan setelah itu berganti baju untuk menuju kolam renang air panas.





Selesai berenang kita bersiap2 untuk kembali keluar untuk berjalan2, tempat yang pertama akan kita kunjungi adalah Kebun Mawar Situhapa disini kita bisa menikmati hamparan kebun bunga2 yang luas, nyaman dan asri, bisa juga piknik ataupun membawa anak2 yang puas bermain di taman ini, dan tempatnya bagus untuk berfoto, bisa juga kita menyewa penginapan yang ada disana, pastinya kalau kita menginap disini terasa asri sekali apalagi di waktu malam karena kita tinggal di tengah2 kebun, setelah berkeliling taman kita mampir untuk minum jus rasa bunga mawar yang ada disana, sayangnya resto di dalam taman ini, pelayanannya sangat lambat jadi agak lama kita menunggu sampai akhirnya minuman dan snack kita tiba.






Setelah selesai disini mobil berbelok memasuki tempat yang menurut gw terkenal di Garut tapi gw belum pernah kesini yaitu Kampung Sampireun walaupun belum pernah dan tidak menginap disni kita diperbolehkan berkunjung ke tempat ini, suasana hotel ini memang asri dan dengan hawa yang sejuk dan pemandangan danau dengan cottage2nya yang  berada di tepi danau. 
Memasuki tempat parkir hotel kita di berhentikan oleh security dan ditanya keperluan kita kesini ataukah kita tamu hotel, gw mengatakan kalau kita bukan tamu hotel dan hanya mau lihat2 sekeliling hotel, apakah bisa? lalu security itu menjawab dengan ramah bisa akan tetapi ternyata ada biaya yang harus dibayar 1 orang sebesar Rp. 20,000 atau 25,000. *kalau tidak salah dan mendapatkan tiket yang katanya tiket ini bisa ditukarkan dengan Juice yang ada restorant di dalam hotel dan atau tiket ini bisa digunakan sebagai potongan harga makanan sebesar harga tiket itu jika kita hendak makan siang di restonya.
Hotelnya sih bagus,  bersih, astri dan rapih namun menurut gw pribadi setelah berkeliling hotel atau resort ini merasa kurang tertarik untuk menginap di hotel ini mungkin kalau gratis mau wkwk, ini hanya pendapat gw pribadi loh, namun tergantung ke orang masing2 kali ya. 
Karena mindset gw di Garut itu diwaktu kita tinggal hotel gw ingin tempat yang ketika kita membuka jendela memandang keluar itu kita memandang pegunungan nan hijau dan sejuk, namun karena suasana di hotel ini yang ditawarkan adalah suasana di dalam hutan yang ditengahnya danau dan cottage2 disekliling danau jadi agak menyimpang dari mindset gw mungkin itu yang membuat gw kurang suka.
Selesai keliling2 dan jepret, mari kita coba per-untungan menukarkan voucher atau tiket rp. 50,000 tadi yang kita dapat dari security di resto yang ada disini, 
Kita ditawarkan untuk makan oleh pegawai resto namun karena masih kenyang jadi gw mau tukar saja kupon ini dengan juice sambil duduk2 santai di dalam resto. *harga makanan di resto ini lumayan lah tidak mahal juga. Restonya bagus, gaya restonya seperti diatas pohon gitu dan nampak tidak terlalu ramai cenderung sepi, hanya ada 1 meja yang ada tamunya selain kita.
Setelah menunggu si Juice yang tidak datang2 yang ternyata luamaaaaaaa banget tuh juice yang judulnya gratis keluar dari dapur *eh engga gratis juga deh kan bayar 25,000rp. *mungkin buahnya lagi dipetik.. setelah lama menunggu ternyata kenyataan tidak sesuai dengan harapan kita wkwk. Juice yang keluar di sajikan di gelas plastik *untuk ukuran hotel bintang 4/5 loh, are you kidding me? *)()&*&^* What gelas plastik? dan setelah di seruput juicenya malah lebih kecewa lagi, ternyata bukan juice buah beneran melainkan sirup rasa buah seperti sirup ABC, sebenarnya sudah terlihat dari warna nya sih waktu disajikan ke kita. ini namanya gak bener nih, amat sangat mengecewakan, katakan saja di awal kalau sebenarnya kampung sampireun tidak menerima tamu dari luar untuk berkunjung ke dalam lingkungan kampung sampireun dari pada kita harus bayar 25,000 per orang dengan iming2 juice tapi juicenya kaya gituh membuat kita akhirnya menggerutu haha gak rekomended deh ke sini kecuali kalian memang menginap disini karena bayar 25,000 gak ada apa2 yang kita dapat selain cuma berkeliling jalan lihat2 kamar hotel dan danau yang biasa aja, mau naik perahu aja bayar.









Ini dia cerita juice yang mengecewakan
Setelah kita selesai disini sambil ada rasa kecewa dan ada cerita tentang Juice dari tempat ini, kita kembali meneruskan perjalanan hari ini menuju Darajat Pass Perjalanan menuju Darajat Pass agak lumayan jauh dan jalanan berliku-liku ada sedikit macet melewati pasar namun jalanannya mulus yang ditempuh sekitar 30 menitan dari Kampung Sampireun.
Tiba disini kita langsung dikelilingi oleh guide lokal yang menawarkan jasanya untuk mengantarkan kita ke kawah, namun karena hari sudah menjelang sore jadi kita putuskan untuk main2 saka di Darajat Pass.
Didalam terdapat kolam renang air panas, kamar ganti yang lumayan luas dan lumayan bersih, terdapat juga cottage dan penginapan jika kita ingin bermalam disini dan puas mandi air panas.
Namun agak kecewa sedikit melihat area wisata di Indonesia ya karena orang Indonesia itu kurang bisa menjaga kebersihan dan cenderung jorok. 
Di area kolam renang air panas memang kita tidak dapat berenang karena airnya terlalu panas untuk dipakai renang, namun kolam dapat digunakan untuk berendam2 saja dan nyaman banget tapi agak2 geli jorok gitu loh karena banyak orang nyempung ke kolam dengan baju lengkap, bahkan ada yang pakai sarung. *kan pakaian kita itu kotor.. dan ada pula yang makan, huff sudahlah. 
Berendam di air panas asli dari gunung membuat badan kita terasa rilex dan melemaskan otot kita, terutama otot bahu gw yang kerap sakit setelah bangun tidur belakangan ini.
Suami gw membeli snack dan minuman sambil di tepi kolam kita nongkrong dan melihat gw doang yang berendam namun akhirnya dia juga ikutan setelah gw bilang ini nyaman loh dan hangat/panas banget airnya. Terdapat 2 bagian di tempat orang dewasa kolamnya ada yang panas dan ada yang panas banget sampai kaki aja kita cemplungin gak bisa lama.
Sebenarnya wisata ini sangat enak dan nyaman hanya saja kurang bersih dan rekomended juga dikunjungi buat yang suka berendam dengan air panas. 
Adalah baik kalau seperti di Korea atau Jepang gitu kita masuk ke kolam *telanjang ehh dengan baju yang disediakan seperti masuk ke Jimjilbang atau Onsen gitu oleh pihak pengelola tempat wisata itu, jadi bukan baju kita yang sudah kita pakai seharian untuk nyempung kesitu apalagi sarung. *tepok jidat.
Untuk kesekian kalinya dalam trip kita selalu melewatkan waktu makan siang, karena pagi sudah sarapan di hotel plus jajanan dan snack2 yang kita makan sebelum dan sesampai di Darajat Pass, akhirnya hari sudah sore dan kita lapar kebetulan memang kita mau mampir untuk makan sate maranggih Pak Nur untuk makan sore menjelang malam diperjalanan kembali ke hotel.
Selesai dari Darajat Pass hari sudah sore kita harus kembali sebelum hari gelap karena jalanan lumayan berliku kalau malam takut gelap banget jadi kita langsung kembali di perjalanan yang sore hari itu turun hujan, perjalanan mulus kita makan kenyang dan enak di sate maranggi pak Nur.








Setelah kenyang makan kita kembali ke hotel untuk packing dan besok pagi kita akan kembali ke rumah, liburan hampir usai.

Day 3 -  Selasa 6 November 2018
Hari ini seperti biasa kita bangun agak siang dan sarapan setelah itu check out, namun sebelum pulang kita mampir sejenak di tempat oleh2 untuk membeli dodol sebelum kita menempuh perjalanan kembali ke Jakarta.
Mampir di toko oleh2 ternyata chocodot yang gw beli kemarin lebih murah di Chocodot world jadilah gw kembali lagi ke toko ini setelah berbelanja beberapa oleh2 di toko sebelumnya.
Suami gw memutuskan untuk menempuh perjalanan kembali ke jakarta lewat toll jadi kita kembalinya tidak  melalui bandung, cianjur puncak lagi melainkan terus di toll purbaleunyi sampai tangerang. 
Karena menurut dia melelahkan menyetir di jalanan umum atau jalanan biasa katanya lebih tegang karena mungkin lawannya truk dan bus serta motor jadi harus ekstra hati2 belum lagi truk di depan kita sangat lambat dan ada pula truk yang jalannya selebor cenderung ngebut gitu.
Diperjalan kami menikmati perjalanan hingga kerawang tempat yang sedang macet2nya yang enggan kita lewati di waktu kita menuju Garut, namun perjalanan kembali ke Jakarta ternyata macetnya tidak seburuk yang kita duga, memang agak melambat di area konstruksi namun perjalanan sejauh itu lancar. dan Puji Tuhan kita tiba di jakarta hanya dengan jarak tempuh sekitar 7 jam. 
Jadi buat teman2 yang mau wisata ke Garut boleh ambil rute yang kita pakai dan kita sangat menikmati perjalan ini. Selanjutnya mungkin Road trip kita akan sampai di Jogja..