Traveling to Ambon #Manize 2012-08 Part 4

Day 5, Ambon
Setelah perjalanan panjang yang melelahkan dalam 2 hari belakangan ini, hari ini mau ajak my mom jalan-jalan dong, kasian beliau dari kemaren di hotel ajah, jadi rute hari ini adalah Patung Martina Tiahahu, Pintu Kota dan pantai santai. Sebelum besok siap2 mau take off balik ke Jakarta.. I will miss Ambon. 








ganteng yah.. keponakan oe

My Lovely Mom










Traveling to Ambon #Manize 2012-08 Part 3


Day 4, Seram -  Ambon

Bangun pagi rencana mau keliling pantai dengan body (Perahu) tapi karena waktu jadi kita gak jadi keliling pantai pakai body, pagi2 kita hanya main ke tepi pantai dekat rumah famili di desa Waisarisa dan setelah itu kami serombongan ponakan2, anak2 yang tua dan muda berencana ke pulau OSI yang telah dipastikan oleh saudara gw disana akan cukup waktu pulang-pergi dari Waisarisa ke OSI untuk mengejar Ferry kembali ke ambon sore nanti. 
Namanya aja ada pulaunya sebenernya sih bukan pulau, dengan menaiki mobil Box.. catat ’Mobil Box” yang box nya dimuati oleh anak2 dengan pintu boxnya dibuka, serta beberapa sepeda motor kami pergi ke pulau OSI, ternyata oh ternyata pulau Osi itu terbilang jauh dari desa tempat kami tinggal dan jalanannya mulus dan sepi, sempat terbayang kalau ada apa2 gimana ini, misalnya ban kempes atau mogok hadehh.. dengan jarak tempuh sekitar 1 jam akhirnya kami sampai di pulau OSI.
Bermimpi ke Pantai Ora gak kesampaian karena terbentur Biaya dan dan waktu dan bisa2 se desa yang pergi bisa berabe gw,, hahaha jadilah kita ke pulau Osi saja, Pulau Osi adalah desa Nelayan pendatang dari sulawesi yang menetap di situ yang dikelilingi hutan bakau.
Setelah kami ”Piknik” sebentar di pulau itu, bernyanyi, foto2 dan mengobrol kami kembali lagi menuji Waisarisa dan lanjut ke Waipirit untuk naik ferry ke Ambon. What a nice trip after long journey yesterday to get here.
Sekitar jam 6 Sore kami Tiba di Liang Ambon, karena rada kapok dengan Ojek, sewa mobil juga mahal, maka tanpa basa basi lagi, ada bis kota yang kenek nya teriak “Paso.. Paso..Ambon” langsung kami naik dah tuh bis, berbeda di ambon dan di Jakarta, di ambon bis kota dilarang menaikan penumpang tanpa tempat duduk. Alias kalau tempat duduk belum terisi penuh mereka masih ngetem dan kalau tempat duduk sudah terisi penuh juga mereka tidak akan menaikkan penumpang ditengah jalan, jadi semua penumpang harus duduk gak boleh ada  yang berdiri.. wahhh enak donk..
Sampai di Paso, hawa Mall orang Jakarta tiba2 muncul karena melihat mall besar yang baru berdiri “Ambon City Center” kita bersepakat untuk turun di depan Mall,.. Bung Stop sini (Kiri bang kalau dijakarta :D) sampai di Mall, belanja snack dan makan, lalu kami mau kembali ke Amaris Hotel jl. Diponegoro, Lupa kalau di Ambon gak ada taxi dan masih bingung mau naik apa, gaya traveler cuek banget nih hahaha.. keluar Mall Tanya2 secuirty akhirnya kami naik dlu lah angkot yang ke tengah kota, tapi ternyata waktu menunjukkan hampir jam 9 malam, tanpa malu kami bertanya sama Sopirnya “bung kalau kami mau ke Amaris Hotel, di diponegoro, kami harus naik apa lagi bung?” lalu si sopir menjawab wah jam segini beta kira su tarada angkot lai.. hah (dalam hati) saya diam, lalu supir angkot berkata lagi beta bisa antar e. lalu saya bersyukur dalam hati, boleh bung, saya bayar berapa kesana, lalu jawab supir angkot nya yang membuat saya tertegun (karena saat itu gw berani bayar berapa aja untuk sampai di Hotel Amaris) Beta seng tau berapa aja terserah.. what a nice supir angkot.. akhirnya kami tiba di hotel amaris dengan selamat setelah perjalanan cukup melelahkan.


Traveling to Ambon #Manize 2012-08 Part 2

Day 3, Nusa laut – Saparua – Seram
Masalah.. masalah.. hari ini hari minggu di desa ini hari minggu jadi hari ibadah untuk masyarakat di sini, Lonceng Gereja tepat jam 9 Pagi berbunyi tanda ibadah minggu telah dimulai sementara kami masih dirumah dan masih ragu2 mau pergi ke gereja atau tidak karena gak bawa baju untuk ke gereja namun akhirnya kami memutuskan untuk pergi kegereja dengan baju yang ada, walaupun sudah terlambat #tepokjidat kebiasaan ngaret dijakarta. Di desa ini, hari minggu semua keluarga beribadah gak ada yang terkecuali tua, muda, anak-anak harus turun gunung dan berdandan rapih resmi bersepatu, menenteng alkitab ditangan (beda dengan di jakarta yang sekarang cenderung pergi ke gereja sama ke mall dandanan sama aja) menuju gereja yang letaknya di tepi pantai, mereka pada rajin2 dan malah yang tidak ke gereja harus ngumpat didalam rumah karena gak enak dilihat sama orang lain kalau dirinya tidak beribadah minggu.
Kenapa saya bilang masalah diatas, yaitu karena hari ini adalah hari Minggu, Hari minggu adalah hari sabat, jadi semua kegiatan kerja tidak boleh dilakukan, termasuk tidak ada ojek perahu termasuk ojek perahu dari Titawai ke Saparua.. Hadeeewww gimana ini.. tanpa putus asa akhirnya coba punya coba, cari sana sini orang yang bisa di charter body (perahu) untuk ke saparua, dengan catatan yang beragama selain Kristen.. Agama Advent ada sebagian disana (hari sabat mereka adalah sabtu) jadi kami mencari keluarga advent yang punya body untuk dicharter mengantar kami ke saparua, beruntung akhirnya setelah nego harga mereka mau mengantar kami ber 5 untuk ke saparua, Thanks God.
Akhirnya setelah selesai gereja kami siap2 mau berangkat ke saparua, setelah pamitan dengan sanak keluarga di desa itu berangkatlah kami dari Titawai ke saparua dengan tujuan benteng deurstede (bener apa ga ya tulisannya) dari sini rencana langsung lanjut ke Seram. Perjalanan menuju saparua melalui laut dengan ojek perahu ternyata gak semudah perjalanan keliling pulau di kepulauan seribu, ombaknya sangat besar dengan perahu yang sangat kecil :D (namanya juga perahu nelayan) yang mana kita harus melewati tanjung Ou Ulate.. tau gak lagu tanjung ou ulate, tanjung si barani.. yang menurut sepupuku kalau perahu terbalik di tanjung itu mati sudah, jangan harap bisa hidup, karena disana ada kepala arus (pusaran arus tempat bertemunya ombak).. heeehhh?/... (Dikasih taunya pas udah sampai di saparua) 
Karena saat kita melewati tanjung ou, ombak begitu besar mengempas kami kekiri kekanan sempat kami ketakutan dan berdoa (Awalnya kami gak tau kalau itu tanjung ou) dan karena perahu terhempas kekanan dan kekiri maka tempat penyimpanan bahan bakar dalam jerigen yang ada didalam perahu terbalik dan membuat perahu tidak seimbang karena berat dan penuh isinya, sempat membuat kami teriak ”Yesus Tolong”, sambil salah satu pengemudi ojek tersebut melepas kendali motor perahu untuk membenarkan kembali jerigen tersebut.. Puji Tuhan Kami akhirnya selamat sampai di Saparua dan diceritakan tentang tanjung ou sibarani itu sama saudara sepupu.. oalaaahhhh....
Saparua adalah pulau besar dekat nusa laut, kalau dulu orang2 nusa laut bersekolah SMP dan SMA di saparua, jadi kebayang gak sih sekolah harus  naek ojek perahu melewati si tanjung itu iiiiihhh..kapok oee hahaha.
Tiba di saparua setelah keliling benteng besar itu masalah lain timbul, karena baik itu Nusa Laut ataupun Saparua, Hari minggu adalah hari sabat untuk semua masyarakat.. jadi Ferry tidak ada hikss, sebuah perjuangan menuju Pulau Seram, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba charter lagi perahu, kalau terlalu mahal terpaksa kami harus menginap di Saparua. Beruntung akhirnya kami menemukan perahu yang bisa mengangkut kami ke seram, namun perahu ini lebih besar dan lebih nyaman dari perahu sebelumnya jadi kami gak takut lagi :), namun di seram kami tidak berlabuh di Waipirit tempat biasa kapal ferry berlabuh melainkan di ujung lain yang masih 40 km lagi ke desa Waisarisa tempat tujuan kami di Seram.. (Haiyaaaa) saat itu kak Sias, saudara sepupu ku bisa lupa ingatan kalau seram habis dilanda Banjir besar yang merusak hampir seluruh infra struktur jalan yang ada, nah loh 40 km lagi gimana cara kita mencapai Waisarisa #tepokjidat lagi, Mau charer mobil mahal selangit dan lagi mobil masih belum bisa melintasi sebagian jalan yang rusak, lebih aman sih naik Ojek.. Hah?? 40 KM naik ojek, suami bule gw udah mau ngomel2 aja, What a day, but apa mau dikata kami sewa 5 Ojek untuk menuju ke Desa Waisarisa, dengan 1.5 jam perjalanan tanpa macet dan sempat turun dari  motor beberapa kali karena gak berani melewati papan yang dibuat masyarakat karena jalan terputus akibat banjir. Puji Tuhan akhirnya sampai juga di desa Waisarisa dengan selamat. Sesampainya di Waisarisa Signal HP mulai nyala lagi (masih hanya GSM) aku telepon menanyakan keadaan mami di Ambon, tuh kan untung aku telepon mami karena beliau kesulitan mencari makan di daerah hotel tersebut dan pegawai hotel semua pada libur gak ada breakfaast  malah gerbangnya ditutup, karena hari itu tepat hari raya Idul Fitri, akhirnya aku minta tolong lagi sama saudaraku di Ambon untuk menjemput mami pidah hotel Ke Amaris Hotel di daerah diponegoro Ambon sesuai dengan saran si sopir dan saudara sepupu ku, baru aku mengerti kenapa mereka menyarankan untuk pindah, bukan karena issue sara (suku,agama,ras) melainkan jatuh pada bulan puasa dan Idul Fitri akan susah buat kita yang tidak berpuasa untuk mencari makanan di daerah tersebut sementara di Hotel Amaris, room servisenya buka terus dan dilobby hotel tersebut ada restauran KFC, nah itu sudah. Next time kita ke Amaris aja :D gak mahal2 amat juga sih ratenya.  Malam itu kami istiraha karena besok sore kami akan kembali ke Ambon



Ini dia Ojek Perahu kami dari Nusa Laut ke Saparua
Supir Ojek
Awalnya gak ngerti kenapa kita dikasih terpal ternyata supaya gak kebasahan



Ini dia Perahu dari Saparua ke Seram
Lumayan kita bisa duduk nyantai
Di Ojek 40 Km ke tujuan


Jalan yang terputus akibat banjir
sampai di rumah keluarga di Waisarisa

Traveling to Ambon #Manize 2012-08 part 1


Ambon memang selalu manise…

Orang Ambon yang bertampang sangar yang biasa kerjanya jadi Tukang Pukul dan kemananan ini ternyata punya hati yang lembut dan pemalu ciaelah.. hahahaha,
Berkesempatan traveling ke Kepulauan Maluku dengan ibukota Ambon dan sekaligus menemui sanak famili dari keluarga bokap serta keponakan2 yang cantik2 dan ganteng2 yang udah punya anak dan keponakan lagi yang lucu-lucu juga, ummmm berarti gw udah jadi tante nenek donk yaa .. yeahh sepertinya iya,  Hati ini sangat senang dan nelangsa melihat kehidupan mereka yang sederhana dan diluar hangar bingar dan kemewahan Jakarta.. Sederhana bukan berarti miskin bayangkan didepan rumah mereka ada pohon mangga, pohon alpukat yang buah nya besar2 dan uenakk.. jalan sedikit sekitar 100 mtr udah laut tempat mereka melaut untuk mencari ikan plus ikannya seger banget, ayam berkeliaran kalau mau ayam tinggal tangkap aja hehe ehh ada yang punya ya hahaha..

Rute Kali ini adalah Jkt-Ambon-Nusa Laut(Desa Titawai)-Saparua-Seram(Desa Waisarisa)-Ambon-Jkt, dengan hanya 1 mingguan, kebayang ga sih waktunya cukup apa ngaaa nih (Pertanyaan2 dalem hati aja), tapi pingin dicukup2in sih alias nekat. Dan Kali kesempatan ini pulak kita traveling membawa serta Mami tercinta dan Keponakan terganteng dan mama nya, cap cus ber 5 kita naik Batavia Air.

Day 1, Jakarta - Ambon
Takeoff dari Jakarta Jam 1.05 pagi huff.. ini namanya gak tidur judulnya.
Dari Jakarta kita udah booking hotel namanya Green Home Residence Ambon daerah samratulangi, berhubung berlibur di  musim menjelang hari raya Idul Fitri jadi udah booking hotel ini dari Jakarta, seperti biasa AC, Kamar mandi dalam plus ulasan yang baik dari para pengguna jadilah gw booking hotel ini, namun begitu sampai di Ambon yang mana kita udah booking mobil jemputan juga dari saudara disana, setelah tau kita tinggal di hotel tersebut mereka bilang supaya kalau bisa pindah hotel lain saja, karena daerah tersebut “Daerah muslim” dalam hati saya ahhh gak ngaruh ah mau muslim kek, Kristen kek yang penting bersih.. dan kita juga netral ajah ah, setelah check in, bersih-bersih kita keluar makan siang, Di Ambon biarpun letaknya dikelilingi lautan tapi yang namanya makan seafood muahal juga yeee, seng ada lawang.. :D, setelah makan siang kita mulai jalan2 mengelilingi kota ambon dan tentu saja ke salah dua pantai favorit saya Pantai Liang.. kepantai ini selalu membuat kita berdecak kagum karena airnya jernih dan bagus, kalau nga ingat hari ini hujan kita sudah berenang-berenang di pantai ini, namun saat itu karena di Ambon sehabis banjir dan badai maka pantai Liang agak Kotor bukan karena sampah namum pohon-pohon dan dahan2 yang tersapu banjir masih berada di pinggir pantai belum dibersihkan karena saat itu masih musim hujan. Saat saya disana juga lagi hujan deras dan hawa yang brrrr dingin juga ya ambon dikala hujan.. tapi tetep donk namanya udah jauh2 dari jakarta ditengah hujan juga gw jabanin untuk berfoto di pinggir pantai Liang. Selesai dari Liang tidak lupa kita ke Pantai Natsepa, hadeww tuh air jernih bener yak menggoda untuk menceburkan diri ke dalamnya tapi  mengingat hujan jadi nga jadi hikss.. ya sutralah mari makan rujak natsepa yang terkenal sedap itu ajalah..
Malam ini kami yang muda-muda butuh istirahat dan meninggalkan mami serta 1 orang keponakan di Ambon dan besok subuh mau  berangkat lagi ke Pulai Nusa Laut, Desa Titawai yaitu kampong kelahiran bokap, Kami meninggalkan mami di ambon agak kuatir juga sih, maklum meninggalan orang tua sendirian di hotel bersama dengan keponakan di ambon, karena beliau lebih memilih tinggal di hotel ambon karena ngebayangin berapa tahun lampau pernah kesama harus jalan dari laut ke pantai dan naik turun perahu yang tidak mudah lagi dilakukan oleh beliau mengingat umur nya saat ini. Sewaktu gw SMP kelas 2 gw dan keluarga nyokap, bokap, adik, ke pulau ini dan saat itu masih belum ada kendaraan bermotor, laut masih jernih, ikan2 masih suka bermain2 di tepi pantai dan saat senja waktu itu saya bersama adik saya serta saudara sepupu main di pantai dan berjalan jauh ketengah tanpa takut tenggelam untuk mencari ‘Bia” sejenis kerang yang bisa dimakan. Masih ingat waktu itu kami dari ambon naik kapal ferry selama 6 jam menyiksa karena ombak yang besar dan ferry berjalan lambat serta 3 kali tali kemudi putus ditengah laut membuat semua penumpang ketakutan tapi namanya gw waktu itu masih kecil jadi ya nga ngaruh yang gw pikirin Cuma gw gak bisa bergerak sanking tepar karena mual.
Pantai Liang sehabis Banjir
Pantai Liang
Pantai Liang

Rujak Natsepa
Lapangan dekat walikota
Day 2, Ambon – Nusa laut
Di Tulehu Pelabuhan tempat Speed berangkat ke Nusa Laut sudah penuh aja ini Speed, karena speed ini tidak setiap hari ada dan lebaran 2 hari lagi maka hari itu penuh dengan orang plus barang didalam perahu, sampai si Nakoda berteriak2 untuk menyuruh turun penumpang yang bandel mau tetap masuk aja ke dalam perahu.. "ini so penuh" sambil ngomel2 well sesuatu yang lain sih, kalau dijawa malah dipaksa dipenuh2 in sama awaknya kalau ini awak nya yg teriak cukup2 tapi penumpang masih maksa naik, well namum apa daya karena semua mau pulang jadilah seperti biasa keselamatan di nomor 2 kan, perahu sudah penuh sehingga seharusnya  menggangkut 25 penumpang menjadi 36 orang saat itu.. Hahhh... mana peralatan keselamatan sangat minim pulak lagi, sambil berdoa minta Tuhan jaga dan Lindungi perjalanan kami hingga tiba di Tujuan dengan Selamat, Seharusnya Speed  bisa sampai dalam 2 jam-an, saat itu sampai 3,5 Jam lebih sampai di  nusa laut karena muatan yang berlebihan. Setiba di Nusa laut (Masih) di pulau itu belum ada dermaga, mungkin karena pulaunya terlalu landai sehingga dermaga belum bisa dibuat, turun dari speed (mereka Menyebutnya ini) masih harus naik ojek lagi (ojeknya perahu yaa) untuk sampai di daratan.. arghh masih seperti dulu.. :D namun pantainya sedikit berubah banyak bebatuan dan karang yang sudah berlumut  dan di daratan tampak sekarang sepeda motor, signal HP juga selain telkomsel gak ada yang bisa nyambung.. telkomsel juga hanya GSM wahhh kaga bisa update status dunk :D…hari ini Hari Sabtu waktu kami tiba di desa Titawai ini, (Masih) rumah Keluarga bokap yang digunung itu berdiri walaupun sedang diperbaiki sana sini, untuk menuju ke rumah itu kita musti naik melalui anak tangga sekitar 400an meter keatas, (Masih) Aliran air tidak ada dirumah ini, jadi sewaktu kami tau bahwa air yang ada di bak kamar mandi diangkutin pake ember dari gunung lagi, jadi membuat kami semakin ga enak hati untuk mandi buang2 air, jadilah kami Cuma mandi kimplik2 aja asal cuket,cukak,cumuk,cutat (Cuci ketek, cuci kaki, cuci muka, cuci pantat) :D. Udara disini sangat menyenangkan karena sejuk, enak deh pokoknya kita gak perlu AC, Listrik juga seperti Biasa Mati dari jam 6 Pagi sampai jam 6 Sore, Pertanyaan gw pada Istrinya sepupu gw yang tinggal disana “kalian mandi gimana dunk? Jawabnya, yaa mandi sedikit2 saja dan Kak Ronny (Sepupu ku) mandi di Kali, oiya ada kali yaa.. ah tapi kami gak sempat turun ke kali nya karena kebayang capeknya turun gunung ke kali ditengah hutan, Hari ini setelah makan siang kami pergi jalan-jalan naik body (sebutan Perahu nelayan) sayang ya padahal niat kami mau berenang2 dilaut gak kesampaian padahal airnya begitu jernih karena fasilitas body (Perahu) tidak ada alat untuk naik ke atas perahu kalau sudah terjun ke laut selain ditarik dan ragu pasti perahu bakal terbalik kalo gw atau suami gw yang ditarik hahaha. Niat berenang dilaut pupus sudah, jadinya kami melihat2 alam dan pemandangan yang indah ini membuat kami (saya,Rick,Betty, obet(ponakandejkt)) sangat berdecak kekaguman luar biasa indah dan lebih mengejutkan disini itu bersih..selesai keliling2 pulau kami kembali ke rumah gunung lagi tempat kami menginap, Rick suamiku sangat suka dengan desa ini karena udaranya enak dan berbeda jauh dengan Jakarta, disini sangat segar untuk duduk2 aja diluar rumah sangat nyaman. Malam ini kami harus istirahat karena besok setelah gereja kami mau melanjutkan perjalanan ke Saparua untuk melihat benteng besar peninggalan belanda itu.

Penuh Mang..

Abis Naik Ojek Perahu


Menuju rumah di Gunung
Dari Atas

Rumah Tua (Rumah Keluarga Bokap)








Gadis Titawai 



Makan siang sederhana namun nikmat


Traveling to Puncak By Angkot 2011-10


Puncak By Angkot Day 1

Berfikir bagaimana caranya ngajak suami gw yang belum pernah ke puncak, udah beberapa kali coba dan gagal melulu karena selalu pas sampe belokan ciawi tuh padat dan mampet, gw selalu males dan gak tahan nunggu disitu lama (harusnya sih cek jam buka tutup dlu sih) alhasil putar balik ke bogor deh atau ke Bandung, soalnya klu naik mobil selalu rencana jam berapa trus jalannya jam berapa, yang ada selalu molor alias kesiangan karena pas tau kita mau bawa mobil ke puncak seperti magnet yang bisa buat ponakan, sepupu, nyokap, om-tante hehe mao pada ikut jadi pada saling nunggu2 an jadi lah pasti telat. hadehhh. 

Setelah dipikir2 akhirnya kita (Gw ama suami gw) memutuskan untuk ngeteng aja ahh alias naik angkot, udah pengumuman ama sepupu, ponakan, yang tadi kalo mau bawa mobil ngintil. "euyy pada mao ikut ga kepuncak yuk naek angkot" dan pas tau mau naek angkot semua pada mundur teratur haha dasarrr. 
Berbekal pengalaman jaman muda dlu waktu masih imut2 dan semangat2nya kuliah dan ikut UKMK (unit kegiatan mahasiwa Kristen) setiap mau ada acara Retreat (Tiap tahun) selalu harus survei lapangan dulu dan cari2 Villa untuk tempat kita retreat, dan kalo gak ada mobil yang bisa dipinjem dari bokap ato kakaknya kita ya pada naik bis/ angkot surveynya. hadeh tapi waktu gw mahasiswa udah berapa ratus tahun lalu dunk sekarang pasti udah beda haha engga dehhh. 
Penasaran cek harga angkot sekarang berapa ya gw selalu minta bantuan si Google ini, supaya gw gak dikibulin supir angkot hehe soale suami gw warna kulit ama rambutnya beda. Setelah googling dan dapat referensi berapa harga angkot sekarang (2011) akhirnya.. sabtu 22 oktober berangkatlah gw dan suami ke Puncak, and here come the adventure

Pagi itu kita berangkat jam 6 pagi dari rumah ke tanah abang yang rencana kita mau naik commuter Line alias KRL ke Bogor dulu dengan biaya Rp 7000/orang salah satu transportasi umum favorit gw ini ya commuter line karena selain cepat dan pastinya gak  macet (Kecuali Hujan yaa), sekitar 15 menit nunggu kereta datang, here come the train ,great and hop in dan kosong (masih pagi kali yee pan Sabtu juga), perjalanan makan waktu gak sampai 1 jam an kita tiba di stasiun bogor, setelah keluar stasiun kita milih jalan sedikit keluar di jalan raya biar kita gak di interogasi dan dikerumunin supir angkot yang pastinya suka kadang2 maksain carter dan ngetem lama paling males deh ini mah dan macet keluarnya karena banyak angkot yang pada ngetem, setelah keluar dikit kita trus naik angkot Nomor. 03 dengan biaya Rp. 2000 dengan tujuan teminal Baranangsiang. Gak lama kita sampe Baranangsiang rencana awal mau sambung naik angkot yang ke arah ciawi dan dari ciawi ke cisarua, tapi sepertinya di ciawi pasti macet deh, sepertinya lebih baik naik mobil colt putih yang langsung joss ke cianjur lewat puncak, seinget gw dulu kalo mau naik angkot putih cianjur itu di sebrangnya baranangsiang tapi kok kaga ada yaa, tanpa putus asa kita cari dan tanya2 dimana tuh angkot mangkal, sampai calo barangsiang sedikit maksa naik ini aja bu semua mobil sama ke cianjur juga kok, niat mau nanya sama pos polisi depan baranangsian eh ada tukang ojek didepan kantor polisi coba dulu deh tanya tukang ojek, pak angkot ke cianjur yang putih itu dimana ya sekarang? eh malah ditawarin ojek, Whattt ojek ke cisarua? ummm boleh juga sih tapi gw lagi kaga mau naik ojek bisa keriting nih rambut, si bapak menunjuk ke depan dan walah ternyata tuh minicolt di pinggir toll arah ke gadog mangkalnya disebrang baranangsiang yang muter balik mau ke tajur tuh waduhh lumayan tuh jalannya kesitu, tapi gpp, sambil mengucapkan terima kasih sama bapak ojek tadi. Karena gak tau berapa harganya dan karena nasep suami bule jadilah gw harus tawar menawar ongkos sampe gunung mas, dipatok rp 15,000.- per orang apa boleh dikata, agak mahal dikit tapi yang penting naiklah. dan tepok jidat gw teryata nih angkot ngetem nya lama sampe ada kali 30 menit-an nungguin sampe penumpang penuh dlu baru jalan. hadehhh. Akhirnya setelah nunggu lama jalan juga nih angkot, tapi terbayar juga waktu nunggu tadi dengan rute kampung yang diambil nih angkot mantabssss, stop kiri mang, jam 9.30 nyampe juga di PTPN VIII argowisata Kebun teh Gunung Mas, seperti biasa walau gimana udah polusi juga harus diakui udara puncak yang sejuk dan enak dari jakarta, yaeyalahh. Setelah turun dari angkot kita nyebrang dan sempet celingak celingukan sambil jalan kaki ke dalem jauh juga yaaaaaa, tapi ternyata ada angkot juga ternyata yang masuk kedalam gunung mas dengan rp 2000 dari depan ke dalam gunung mas.
Jadi Total perjalanan kira 2 jam an dari jakarta, kalau  naik  mobil mungkin bisa cepat mungkin juga bisa lama tergantung kepadatan sih. 
Setelah cape keliing kebon teh sambil pose2 Narsis depan kamera photo akhirnya setengah track tea walk kita balik turun karena sepiiii hahahahaha takut nyasar. sambil dalam perjalanan turun kita mampir di warung unik untuk minum dan jajan dan numpang pipis di toilet yang unik juga.
Setelah ini tujuan berikut adalah Puncak pass dimana lagi kalau bukan ke resto rindu alam untuk makan siang, dari dalam kebon teh naik angkot yang tadi lagi ke depan Rp 2000 dan dari situ kita nyambung ke rindu alam rp 3500 dan turun tepat di depan rindu alam, yes akhirnya nyampe juga di Rindu Alam. Setelah ini kita pengen juga sih ke masjid attaun ke pointnya paralayang tapi kaki udah keburu pegel dlu berhubung ngejar mau ke cilember jadi masjid kita skip aja deh for this time. sambil jalan kaki kita turun dari Rindu Alam ketemu gatenya Melrimba Garden, udah sampe sini ya masuk aja melrimba sebentar liat2 kebun bunga sambil tetep narsis foto-foto, setelah ini kita langsung check in hotel lembah safari dlu yang udah kita booking dari jakarta, setelah tunggu angkot di sebrang melrimba lama juga kok kaga ada yaaaa, jarang banget andkot  yang lewat,  akhirnya kita naik minicolt putih tadi deh yang ke bogor dari cianjur dan turun di cisarua rp. 5000 (kali ini PD gak pake nawar xixi), sampai cisarua karena hotel kita harus masuk kedalam dekat taman safari kita harus naik ojek deh, ongkos Rp. 10,000/ojek. eeeet dah dingin boooo ternyata naek ojek hahaha nyampe juga di hotel mandi bebersih setelah seharian di jalan, lempengin punggung trus istirahat sebentar deh.


















Zzzzz.. pengennya sih tidur gw secara tadi bangun pagi jeh hehehe tapi suami gw mau ke cilember juga, coba gak usah ingetin yaa kalu rute kita abis ini ke cilember hehehe dan akhirnya dengan mengumpulkan semua energy dah mengusir rasa kantuk kita ke cilember juga deh. Naik angkot dari depan hotel ke cisarua Rp 2000 dan dari cisarua ke Cilember Rp.2000 dan dari situ harus nyambung ojek Rp 10,000 brrr naek ojek di puncak dingin euy, setelah lewat tanjakan turunan tikungan akhirnya byuuuuurrrrrrr hujan alamak Hujan hadehh, basah2 an deh jadilah tambah dingin ajaaa, tapi dibawa fun aja sih dan akhirnya sampe juga ke wisata airterjun cilember. Hujan gede banget nih tapi kita udah sampe disini dan nekat juga naik keatas. Di loket tiket pas mau bayar ticket suami gw ditagih 40,000 yieekkss mahal banget mang. Suami gw KITAS loh, udah setengah indonesia udah doyan rendang ama gado2 and Jengki xixi  akhirnya bayarnya Rp. 12,000 sama deh sama gw, plus dipinjemin payung karena payung  yang kita udah bawa dari jakarta ketinggalan di kamar hotel haiyahhh... sambil napas setengah ngos-ngosan secara udah lama kaga olah raga... nampe juga kita ke curug 7, memutuskan untuk naik ke curug 5 dengan track yang lumayan bahaya tapi berhubung ujan kita jalan bareng sama rombongan mbak2 dan  mas2 yang mau  naik juga tapi setengah jalan kita memutuskan turun lagi karena licin ahh stepnya masih tanah dikasih batu dan resiko kepeleset dan persis juga ketemu orang yang mau turun bilang masih jauh dan dia abis kepeleset welehhhh. Udah cape2 naik kita akhirnya turun lagi tapi dari pada kepeleset ditengah jalan mending balik turun, naik nya sih gak  masalah tapi turunnya itu yang bahaya. Setelah selesai dan udah photo2 juga kita mampir dlu ah nongkrong diwarung minum minuman dingin, udara dingin minum dingin heheh abis keringetan seh.. sambil suami gw diajakin ngomong arab sama mba-mba diwarung. Whatt.. laki gw bukan bule arab neng, kok kaga bisa bedain bule arab ama bule kaya laki gw sih (Eh emang beda gak sih haha) haiyaaaahhhh. Setelah keringet udah kering dan hujan juga sudah berenti, kita rencana balik deh ke hotel. Sempat kuaatir ada ojek untuk balik gak yaaa?? klu gak ada gimana yaa dan terpaksa kita tidur di tenda deh, dan ternyada ada banyak kok gak usah khawatir, ongkos ajek balik ke depan sama yaitu Rp 10,000.-. karena lewatin Cimory, kita putusin untuk dinner di CIMORY, naik angkot sebentar bayar Rp 2000 menuju cimory, makan sosis keriting ama sosis panjang di cimory, kepingin belanja tapi apa daya, karena naik angkot pasti susah nenteng oleh2 dan pastinya berat jadilah untuk trip kali ini kita aman oleh2 hehehehehe. Otw   balik ke hotel hujan deras turun lagi, hadehh, gimana nih, tapi akhirnya berenti juga nih ujan balik ke hotel naik angkot ke cisarua trus nyabung ojek lagi dan sampe di kamar istirahat dan mandi, early bedtime 8.30 cape kali yaaaa... besok masih ada trip berikutnya... 

Puncak by angkot day 2 
Semalam tidur agak setengah lelap karena beberapa kali terbangun, dari kamar sebelah berisik banget soalnya dan kedengeran banget hadeh, pada ketawa ngobrol hadehh dengan harga 350,000/permalam, hotel ini tidak terlalu nyaman sih, ini hotel lebih mahal dari Ibis Hotel Phuket Kata hehehe, tapi ya lumayanlah buat lempengin punggung klu tidur doang ternyata semalem gak bisa tidur karena berisik. mungkin karena kita juga tidur masih jam 8 an kali yaa jadi serasa lama paginya, bangun pagi jalan2 keliling resort mau sarapan duluan belom siap, mau berenang iihhh brrr ogah ah dingin. 
Setelah sarapan nasi goreng ayam kita kembali ke kamar dan siap2 untuk lanjut ke taman Safari dunk pastinya, tanya2 sama mba2 resepsionis dan ada angkot dari depan hotel langsung ke pintu masuk taman safari. Setelah tiba disana dan kita beli tiket dan join busnya taman safari dan  wow semua binatang itu cute cute banget dehhh dari yang buas kelihatan lucu sampe yang jinak juga, pengen pegang tapi berhubung yang di kurung manusia bukan binatangnya jadi kaga bisa nyentuh lagian siapa yang mau nyentuh singa seyeemmm, padahal singanya imut.. apalagi beruang lucu banget, setelah bus tour kita berhenti di taman bermainnya dan kita coba naik giant wheel well kaga giant2 banget sih tapi lumayan lah, kita bisa liat taman safari dari atas. Setelah keliling2 kita mau ke Baby zoo. dan bagus banget imut. Kita juga foto bareng dengan baby tiger, baby orang utan sama baby macan putih yang cranky sempet takut dan tegang gw nih serasa gw mao dicaplok tapi cute-cute banget. Bikin gw jadi cinta sama mereka.  Setelah puas keliling dan sudah semua kita lihat, pingin ke airterjun sih cuma takut ke sorean balik ke jkt nya, akhirnya jam 12.30 kita memutuskan untuk balik ke jakarta, naik ojek dari loket taman safari sampe cisarua, dari cisarua naik angkot ke ciawi dan Puji Tuhan, ditengah macet dan baru duduk, ada bapak2 berhentiin angkot dan mau charter tuh angkot ke tajur tapi gak maksa kita turun juga mantab kan tuh. kita dibolehin join asikkkkk berhubung yang charter lagi kejar waktu naik bis ke cirebon dari tajur jadi mereka berani bayar 50,000 supaya angkot ini cepat sampai ke tajur, jadilah ini angkot lewat jalan tikus yang jauh dan berkelok-kelok lewat kampung tapi gak kena macet, Eh muncul2 di ciawi. Ajib, gw bayar 100,000 juga gak rugi dah klu gini, kurang dari 1 jam dari cisarua sampe tajur dan lancar, dari tajur angkot ke baranangsiang lancar, dari baranang siang ke stasiun lancar, dari stasiun ke gambir  (kita naik komuter yang ke gambir) lancar, sampe jakarta jam 3.
Puji Tuhan semua lancar dan kita sampai jakarta dengan selamat dan gak keluar uang banyak hehehehe, bener juga saran orang2 yang gw baca di detik.com, ke puncak mau lancar, tinggalkan kendaraan pribadi anda naik KRL dan angkot, ummmmm coba ada KRL ke puncak yaaaa?
so far.. puncak masih bagus dan seru untuk kita kunjungi semua ada disana.. udara segar, mata segar.. plus wisata kulinernya asik.. plus taman bermain dan tempat wisata nya banyak .......... 
dare to try to puncak by angkot?? follow me :P 


Puncak Expenses 221011
Dibilang backpackers .. kita bukan backpakers trusss.... ini juga bukan backpakers trip apa donk.. ummmm trip Mur Mer aja deh... yang enak tapi murah, kalau mau lebih murah lagi sih ada juga.......... apalagi lebih mahal .........
berikut ini expenses nya buat yang pengen juga gaya spt ini :
SATURDAY OCT 22,2011

BAJAJ HOME - TN ABANG        12,000
TRAIN TN ABANG - BOGOR        14,000
ANGKOT BOGOR - BARANANG SIANG            5,000
MINI COLT BARANANG SIANG - GUNUNGMAS        30,000
ANGKOT GUNUNG MAS - KEBON THE            4,000
ANGKOT KEBON THE - GUNUNG MAS             5,000
ANGKOT GUNUNG MAS - RINDU ALAM             7,000
ANGKOT MELRIMBA - CISARUA         10,000
OJEK CISARUA - HOTEL         20,000
ANGKOT HOTEL - CISARUA             4,000
ANGKOT CISARUA - CILEMBER             5,000
OJEK CILEMBER         20,000
OJEK CILEMBER         20,000
ANGKOT CILEMBER - CIMORY             5,000
ANGKOT CIMORY - CISARUA             5,000
OJEK CISARUA - HOTEL          20,000    
TOTAL ANGKOT DAY 1          186,000  
HOTEL        350,000
MELRIMBA         10,000
LUNCH AT RINDUALAM     110,000
TEH BOTOL              6,000
CILEMBER          24,000
SEWA PAYUNG          10,000
MINUMAN - CILEMBER          16,000
DINNER AT CIMORY       140,000
OLEH-OLEH SNACK CIMORY          62,000
ALFAMART - COKE          25,700
TIPS HOTEL              5,000         
Total Day I  Rp. 944,700   

SUNDAY OCT 23,2011
ANGKOT HOTEL - TM SAFARY              5,000
OJEK TM SAFARY - CISARUA          20,000
ANGKOT CISARUA - TAJUR          15,000
ANGKOT TAJUR - BARANANGSIANG              5,000
ANGKOT BARANANGSIANG - STASIUN              5,000
TRAINI BOGOR - JAKARTA          14,000
TAXI GAMBIR - HOME          20,000    
TOTAL ANGKOT DAY 2   84,000

TAMAN SAFARY       170,000
BABY ZOO PICS          50,000
WHEEL          20,000
MARTABAK - SNACK          12,000
GEMBLONG - SNACK          10,000
TEH BOTOL              6,000    
TOTAL DAY 2 EXPENSES  Rp. 352,000

TOTAL 1,296,000