Traveling Korea #3 : Sokcho (3Days) - (23-25 November 2016)

Day 1 : Jeju - Sokcho
4 hari di Jeju dengan full day nya yang hanya 2 hari ternyata belum cukup untuk menjelajah semua tempat wisata di pulau ini, sempat terlintas untuk memperpanjang hari di Jeju, namun apa daya, daripada hilang uang di pesawat dan hotel.
Hari ini kita bangun agak pagi karena pesawat ke Seoul jam 10 pagi. Dari december hotel, kita check out, yang prosesnya mudah, hanya menyerahkan kunci. Tidak perlu menunggu untuk pengembalian Deposit karena di Korea, kita tidak perlu menyerahkan deposit untuk hotel jadi tak perlu repot2 siapin uang untuk itu, setelah kita check out, kita langsung menuju ariport dengan taxi yang belum kita booking, karena menurut resepsionist-nya, lebih baik kita jalan saja dan mencegat taxi diluar karena sangat mudah mencari taxi di Jeju dan karena jika kita booking pake telepon akan ada biaya tambahan. 
Setibanya di Jeju Intl airport, karena masih pagi kita duduk dulu untuk sarapan mengingat perjalanan akan panjang hari ini, yaitu langsung menuju Sokcho setibanya di Gimpo airport. Walaupun kita terbang dengan budget airline namun kalau masalah waktu di Korea sangat ketat dan tidak ada tuh yang delay, atau mungkin gw sedang beruntung.
Setelah perjalanan selama 1 jam dipesawat kita tiba dengan selamat di GIMPO airport, Selepas Jeju ini baru deh kita keluarkan jaket anti dingin, lumayan meringankan beban ransel euy.








kasihan kan suami gw kalau penerbangan lama.. 
Tadinya gw mau langsung cari bus yang langsung menuju Sokcho, tapi waktunya tibanya tidak tepat dengan jadwal busnya, yang hanya ada beberapa jadwal keberangkatan plus biayanya pun cukup lumayan lebih mahal, oleh karena itu kita memutuskan untuk langsung menuju Express Bus Terminal (Gosok) dengan menggunakan express line yaitu Subway Line 9, sempat salah naik subway yang menyebabkan gw ama suami sedikit ribut haha. Gw sudah kasih tau suami bahwa kita akan naik line 9 tetapi entah mengapa petunjuk di subway korea ini agak sedikit membingung-kan buat gw dan suami, mungkin karena lebih besar dan lebih banyak subway line kali ya, padahal waktu di Beijing mudah2 aja dan alhasil kita salah naik Line 5 dan membuat gw dan suami sedikit ribut pssstt hehe. ributnya gini, suami gw nanya kenapa naik ini?? gw bilang line 9, lalu setelah naik ternyata line 5 dan salah, kenapa suami gw ikut aja naik kalau salah? haha tapi ya sudah enjoy aja suami malah bilang kita turun di seoul station aja.. tapi berhubung gw lihat petunjuk bahwa seoul station masih jauh, gw bilang ke suami kita turun aja di next stop lalu kita balik lagi dan cari bener2 line 9, lalu dia bilang oh iya ya.. haha, akhirnya setelah pusing2 muter2, kita ketemu line 9 dan duduk manis, langsung menuju Express bus terminal, keluar dari subway langsung menuju counter pembelian tiket bus dan menunggu busnya datang, sambil beli burger di resto yang ada di dalam terminal dan bus berangkat tepat pada waktunya.. hebat ya disiplin waktu banget di Korea.
Perjalanan menuju Sokcho akan kita tempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam-an, dengan bus yang nyaman dan tempat duduk yang besar dan bus ini nanti akan 1 kali berhenti selama 15 menit di tempat perhentian bagi penumpang yang kepingin pipis atau mau beli snack. Bus yang kita tumpangi melewati beberapa terowongan yang panjaaannng sampai gw rasanya agak sedikit sesak waktu lewat terowongan hufftt.








Memasuki area Sokcho dari jalan toll pemandangan kanan kiri terlihat pohon-pohon dan gunung yang tertutup warna putih walaupun belum tebal, namun cukup membuat gw sangat takjub. Karena ternyata gw melihat "salju" xixi, Puji Tuhan Salju chuyyy (Norak? iya hehe), sesampainya kita di Kota Sokcho, bus yang kita tumpangi memasuki express bus terminal dengan selamat dan brrrr.
Sokcho, Kota kecil yang tenang dan nyaman dan tentu saja banyak restoran seafood karena penduduk disini mata pencahariannya sebagian besar adalah melaut dan tempat wisata disini sebenarnya banyak, namun tujuan kita hanya 1 yaitu menuju Seoraksan national park dan kalau kuat kita akan naik ke puncak Ulsanbawi. Di Sokcho, T-money yang kita punya tidak dapat digunakan, jadi saat naik Bis kita benar-benar menyediakan uang pas sebesar 1200 won per-orang.
Setibanya di terminal kita langsung cari taxi, karena petunjuk ke hotel Marine Guesthouse agak kurang jelas atau karena memang kita malas gotong2 ransel xixi. 
Entah di Sokcho karena kota kecil jadi supir taxi yang mengantar kita mungkin gak bisa baca atau dia butuh kacamata baca jadinya tulisan hotel marine guesthouse yang sudah gw print pun gak jelas buat dia, dan membuat kita sempat nyasar, namun gak lama akhirnya kita menemukan Guesthouse ini yang ternyata ada di jalan raya Daepo Hang tadi udah kita lewatin xixi.
Hari sudah agak sore waktu kita tiba di penginapan ini, beberes sejenak dikamar, dan kita akan keluar nanti untuk cari makan malam. dan udara diluar menunjukan -2c aigooo..
Agak susah untuk cari tempat makan disini selain seafood karena kita takut sama harganya bukan sama seafoodnya haha, jadi kita gak berani nyobain untuk makan seafood, baru pas sudah mau kembali ke Seoul, teman gw memberi tahu kalau ada resto all you can eat di daerah sini dengan harga 10.000 perorang.. jiahhhh.
Hari ini kita hanya jalan2 sekitar hotel dan mencoba mencari makan malam dan tiba-tiba kita sudah sampai di tempat seperti pasar gitu yang jual aneka seafood jadilah kita berhenti di salah satu tempat dan mencoba squid sundae (cumi yang didalamnya diisi sama nasi) yang ternyata enak pakai banget.










Setelah kenyang makan malam, kita kembali berjalan menuju ke hotel untuk istirahat karena esok hari akan menuju Seoraksan.

Total Expenses day 1 Sokcho for 2 :
Taxi to Airport - W4,100
Breakfast at Jeju airport - W10,500
Top-up T Money - W6,000
Lunch + Snacks - W16,700
Tiket bus - W36,200
Taxi to guesthouse - W5,500
Dinner - W16,000
Hot Choco - W4,800    
Total = W99,800 x 12.3 = Idr. 1,227,540

Day 2 Sokcho : Mt. Seorak
Marine Guesthouse tempat kita menginap menyediakan self service breakfast. Ada sosis, telur, roti, selai dan butter disediakan walaupun kita harus kerjakan semua sendiri tapi buat kita ini sudah cukup untuk memulai hari. Setelah selesai sarapan dan berbersih kita siap tempur hari ini berjalan-jalan dengan udara dingin menuju Seoraksan. Dari penginapan kita tinggal jalan ke arah kanan menuju jalan utama dan menyebrang untuk naik bus no.7 atau 7-1 yang akan mengantar kita sampai di depan parkiran taman nasional Seoraksan.
Pertama kita mencoba menuju Gwongeumseong fortress menggunakan cable car dan setelah perjalanan menggunakan cable car selesai dan keluar dari terminal perjalanan sedikit menanjak menuju Gwongeumseong view point, yang saat itu tidak terlalu ramai, mungkin karena sudah musim dingin kali ya, ditempat ini gw banyak menemukan turis asal Indonesia, lucu ya kadang kalau lihat grup tour itu seru  sementara pemandunya orang korea teriak2an pakai bahasa indonesia dan pesertanya juga rame teriak2an jadilah mereka itu ramai xixi..





















                              
Setelah puas foto-foto di area Gwongeumseong fortress, kita kembali turun menggunakan cable car untuk mengexplore area lainnya, diterminal cable car kita sempat menikmati Machiato yang enak dan menghangatkan tubuh, setelah sampai dibawah kita sempat berkeliling diarea seputar tamannya dan melihat petunjuk arah menuju Ulsanbawi. Menuju kearah ulsanbawi ini jarang bertemu group tour, mungkin kalau group tour cuma dibawa ke Gwongeumseong aja kali ya dan agak sepi juga perjalanan menuju kesana-nya, kita mencoba menyusuri jalan ini dan terus naik keatas dan tidak sampai-sampai hehe.. dan kita akhirnya menyerah walau sebenarnya tinggal berjarak 600mtr lagi berdasarkan petunjuk, namun 600 meter itu harus ditempuh dengan jalanan yang menanjak dan semakin keatas semakin curam, berbatu dan licin karena sehabis turun salju dan karena itu suami gw gak pede, kalau gw mau gak mau ikut suami xixi, mengingat suhu udara juga dingin dan angin yang kencang, dan gw juga takut masuk angin xixi karena di udaha 2C tapi gw mengeluarkan keringat yang menurut suami gw kurang baik, akhirnya kita memutuskan untuk kembali turun. hiks padahal nanggung yak tapi sudahlah gpp kan kita juga sudah cukup hiking hari ini dengan jalan menanjak lebih dari 3km total semua dari Gwongeumseong fortress sampai  7/8 jalan menuju ulsanbawi, lumayan bikin kaki tambah gempor.
Setelah puas keliling area Seoraksan akhirnya kita kembali ke Hotel untuk istirahat sejenak dan sebentar malam akan keluar untuk makan malam dan istirahat untuk besok kembali melanjutkan perjalanan menuju Seoul.

Total expenses Day 2 Sokcho for 2 :
Bus #7 to Seoraksan - W2,400
Seoraksan entry - W7,000
Cable car - W20,000
Machiato - W11,000
Chiken Stick - W5,000
Bus #7 to Hotel - W2,400
Dinner & Snack - W41,130
Total = W88,930 x 12.3 = Idr.1,093,839

Day 3 : Sokcho-Seoul
Pengennya sih tinggal di satu tempat lebih lama, jadinya ya tetap kita kurang puas sebenarnya haha selalu deh, tapi kita sudah harus menuju tujuan berikutnya yaitu Seoul. Setelah sarapan pagi, kita siap-siap mandi dan checkout dan beranjak menuju Express bus terminal menggunakan bus no 7. Agak sedikit bingung dengan pengumuman di dalam bus, karena bus di Sokcho tidak ada pemberitahuan dalam bahasa inggris dan tidak ada layar monitornya, jadilah kita sempat kelewatan 1 halte berhenti untung aja sopirnya baik hati berhenti padahal kita gak mencet bel,, xixi, Kamsamida Ajjussi bus sopir. 
Setibanya di sini kita langusng memesan tiket  bus yang sedang standby menunggu jam keberangkatan, tanpa harus menunggu lama, akhirnya buru-buru kita ke toilet karena 15 menit lagi bus akan berangkat dan beli sedikit snack.. huftt sebenarnya gw udah wanti-wanti dalam trip ini untuk mengurangi yang namanya ngemil tapi baik itu gw dan suami doyan ngemil, jadilah budget kita agak besar di snack, daripada bener2 makan di resto yang jatuhnya sebenarnya sama aja..Jadi hal ini jangan ditiru yaaa xixi

Total Biaya di Sokcho untuk ber 2 adalah Rp. 2,321,379 (belum termasuk tiket bis balik ke Seoul)

Bersambung ke Trip Seoul

Traveling Korea #2 : Jakarta - Jeju (4Days) (20-23 November 2016)

Berbekal persiapan itinerary yang sudah disusun sedemikian rupa Lihat disini, namun saat kita susun yang menurut kita sudah sempurna pada saat prakteknya pasti bisa berubah sesuai dengan keadaan tempat yang kita kunjungi, ada beberapa tips menurut pengalaman pribadi gw yang benar2 harus kita siapkan dalam melakukan traveling dan mengunjungi sesuatu negara, yang saat ini gw bahas adalah Korea, namun tips ini sih tergantung dari gaya traveling kita pribadi masing2 sih, namun akan gw share yang mungkin akan berguna beserta dengan penjelasan dibawahnya,
  • Persiapkan durasi/waktu liburan yang baik, 10 hari rasanya sangat kurang, minimal 12 hari sepertinya baru akan puas mengexplore suatu tempat, namun sayangnya cuti yang kita dapatkan dari kantor tempat kita bekerja hanya 12 hari kerja terutama bagi suami gw yg bekerja. Oleh karena itu banyak dari teman2 yang bener2 niat mau traveling harus terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaan. 
  • Selalu aware dan mencari informasi diberbagai media jenis2 scam yang ada di negara yang kita tuju, menghindari hal2 yang buruk. Se-pengetahuan gw sih Korea itu Sangat Aman.  walaupun aman tetap harus selalu cari tahu. 
  • Selalu Download subway map kota yang kita tuju, sebelum kita berangkat dan pelajari terlebih dahulu, kalau gw sih cari aplikasi yang bisa digunakan saat offline, karena kan hp gw gagu internet jika tanpa wifi diluar negeri xixi. 
  • Tidak perlu update status tiap saat karena menurut gw norak hehe dan tidak perlu beli paket internet dari negara kita, yang perlu isi pulsa yg cukup buat telepon polisi, hotel atau keluarga kalau ada emergency. Klu gw sih lebih karena alasan mahal xixi, Korea itu ada wifi dimana-mana jadi jangan kuatir gak bisa update status, walaupun gak live sih, tapi kan jadinya gak norak xixi dan gak penting temen2 medsos tau kita ada dimana kan?..  
  • Jangan pergi pada waktu musim dingin xixi.. kalau memang kita bukan bertujuan khusus untuk bermain2 atraksi musim dingin. Kalaupun begitu jangan lupa bawa atau harus bawa pelembab wajah, dan bibir.
  • Bawa uang cash jangan berlebihan dan secukupnya dan disesuaikan dengan tempat yang kita kunjungi artinya kita lihat tempat yang kita kunjungi itu kota besar atau desa untuk mempersiapkan uang cash yang kita bawa. Bukannya supaya kita konsumtif menggunakan kartu kredit, namun ternyata kartu kredit memberikan exchange rate yang lebih bagus dari pada saat kita beli cash di money changer. Dan Debit card yang berlogo Visa atau master pun bisa kita gunakan untuk mengambil uang cash di negara yang kita tuju dengan biaya yang menurut gw sangat terjangkau. Di Korea beli tiket bis di dalam bis aja bisa pakai kartu kredit, penggunaan kartu kredit di korea itu sangat mudah banget gak perlu memasukan PIN dan ada beberapa yg gak perlu juga tanda tangan.
  • Persiapkan sepatu yang baik dan kesehatan dan otot2, terutama otot kaki jika ingin traveling sendiri dan bawa multi vitamin, kalau gw banyak bawa tolak angin, panadol dan Neo-remasil tablet (ini sangat manjur untuk pegal-pegal dan ngilu) tapi jangan tiap hari ya.. gw minum ini hanya 2 kali, jedah 3 atau 4 hari dan ampuh mengatasi nyeri pegal gw.
  • Packing light, jangan bawa berat2 namun kita berdua bukanlah backpacker, menyebut diri backpacker aja belum pantas xixi, bukan kenapa2, kita belum bisa tidur di airport, atau stasiun atau menumpang di tempat orang yang kita belum kenal atau tidur di tempat Ibadah. Hotel pun kita masih harus pilah pilih, yang inilah atau itulah. Pengaruh umur gak sih?? xixi
  • Jangan Kejar Target, Kita berdua bukan tipe orang yang kalau mengunjungi suatu tempat harus kejar target, artinya semua tempat kudu harus kita kunjungi, (ikut tour grup ajaa kalau mau kejar target) tanpa memikirkan kondisi diri kita sendiri, oleh karena itu seperti tips diatas gw bilang bahwa 10 hari adalah kurang. Dalam traveling buat gw berarti berlibur dan menikmati dan santai, jadi walaupun ada itinerary kita gak ngoyok. (apa ya bahasa yg baiknya? hee) Bangun di pagi hari pun kita gak buru-buru, seselesainya aja dan kita gak mau seharian dari pagi sampai malam di jalan, artinya jika ada waktu jeda, kita pasti kembali dulu ke hotel untuk istirahat baru memulai lagi. Satu tempat wisata saja bisa kita telusuri sampai ke pojok-pojokan xixi (menjauh dari Grup tour) jadi butuh waktu lama. Apalagi waktu kita pergi adalah waktu musim dingin, well sebenernya musim akhir authum atau early winter sih, hanya saja early winter itu buat gw manusia yang lahir di garis khatulistiwa sudah cukup dingin banget. Jadi ada rasa malas keluar kamar, apalagi tempat wisata yang kita kunjungi itu banyak yang outdoor, jadi rencana banyak berubah karena suhu udara juga. kecuali memang kita mau atraksi olahraga musim dingin, oleh karena itu gw bilang jangan pergi waktu winter xixi dan menjelang keberangkatan kita, ternyata cuaca berubah drastis, padahal waktu gw beli Jaket gw pikir gak bakal -2C jadi,  jadi gw ngomong ama tukang jual jaketnya kalau gw lagi cari jaket authum hufftt. Jaket yang gw beli pun bukan jaket mahal, xixi dari pada beli jaket 600-800 ribu, lebih baik gw pakai buat yang lain, menyiasatinya adalah beli jaket Bekas.. walaupun mungkin tampangnya tidak sebagus dan se-wow jaket mahal or coat baru, tapi cukup untuk menghangatkan badan gw dan yap Bekas yang gw beli di pasar baru ATOM dengan harga yang sangat  murah. Ada banyak macam2 jaket disini tinggal kita pilih aja yg teliti, mana yang menurut kita bagus dan tawar deh setelah itu, rendam pakai Dethol sehari semalam dan gw cuci-jemur sampai 2 kali xixi. (oh ya di Bintaro plaza bln Des 2016 ini , gw lihat ada juga yang jual coat bekas yang ada bulu2 dalamnya juga ada, sepertinya lagi ada pameran dan harganya all 100rb) Akhirnyapun gw jadi pakai 4 layer baju (dalaman seperti buat pakai org berjilbab gitu, kemeja/kaos luaran, jaket biasa, jaket luaran/coat), lumayan lah gak sampai kedinginan karena ada syal, kupluk dan sarung tangan yang gak boleh lupa dibawa.
  • Gaya boleh tapi jangan kaya foto model yang mau fashion show, yang dalam traveling harus gonta ganti dan match antra baju, sepatu dengan tas atau apalah biar kelihatan keren, walaupun tampil cantik gak dilarang xixi, waktu difoto yang pentingkan background fotonya bukan kitanya toh (nge-les aja xixi) minimal, meminimalisasi ransel yang kita gotong. Sumpah ternyata bawa backpack 30L aja pundak gw setelahnya itu cenat cenut. umur gak bisa boong haha. Tapi walaupun punggung dan pundak cenat cenut bawa ransel memang lebih praktis dari pada koper.
  • Lebih mencari info2 Wisata yang natural dan cultural dan kuliner dan yang Gratis hehe. Kita berdua memang bukan orang yang kelebihan uang, jadi kita jarang menghabiskan waktu untuk berbelanja dan lebih banyak berkunjung ke daerah wisata cultural atau museum dan wisata alam yang gak perlu mengeluarkan uang banyak untuk biaya tiket masuknya atau kalau bisa yang free alias gratis xixi, kecuali yang amat sangat menarik seperti Loveland di Jeju, atau mungkin jika kita punya anak ya mungkin akan lain cerita. 
Jeju Itinerarry
Day 1 : Jkt-Jeju
Day 2 : Udo Island, Seongsang Illchubong
Day 3 : Jungmun Tourist complex, Cheonjeyeon Falls, Jusangjeolli clift, Love Land.
Day 4 : Jeju - Sokcho

Day 1 : Jkt-Jeju
Mungkin karena grogi atau apapun itu, hari pertama ini  amat sangat menyakitkan buat gw, karena entah gw salah makan apa, begitu sampai di airport soeta setelah check-in pesawat, badan gw mulai rasa aneh gitu, gak enak banget perut ini rasanya kembung, berbekal 2 tolak angin yg gw tenggak dan gw harap bisa tidur di pesawat, namun setelah lepas landas, rasa kembung berganti menjadi rasa mual dan perut sakit. Astaga please don't, doa gw dalam hati, dan setelah rasa itu gw tahan akhirnya gak sanggup lagi gw ke toilet untuk gw keluarkan semua yg ada di perut gw.. namun setelah sekali keluar belum juga menghilangkan rasa mual gw, alhasil bolak balik gw ke toilet, sampai buat repot dan kuatir para pramugari, haha suami gw aja tidur xixi. Cathay Pasific walaupun gak senyaman SQ atau Garuda (tetep) namun pelayanannya ok banget, mereka care juga sama gw. Karena kondisi perut gw kaya gini, gw ngomong ke mereka "I am fine, just maybe ate bad food, do you have any yougurt or Banana? ughhh mereka bingung juga dengan permintaan gw , Yogurt?? gw bilang yes Yogurt.. salah satu pramugarinya lari ke kabin belakang dan balik bawa Pisang.. Puji Tuhan entah dari mana akhirnya mereka menemukan pisang dan gw langung makan setelah itu minta teh pahit panas dan gw dikasih sebotol air mineral, setelah itu baru bisa gw tidur sebentar, masih lemas dan Cathay Pasific on time mendarat di Bandara Hongkong, sambil gw raba-raba kening dan leher gw, takutnya gw deman tapi puji Tuhan gak demam (takut disuruh pulang gw xixi) karena di hongkong airport itu dicek temperatur tubuh kita. Mungkin karena hanya transit jadi gak ada cek temperatur tubuh. Karena lagi gak enak body jadi kita langsung menuju Gate untuk pesawat selanjutnya ke Korea (buset nih airport gede bener, jalan dari keluar pesawat ke gate selanjutnya aja Jauh beuhhh dan setelah sampai di gate-nya kita berusaha cari spot buat rebahan... setelah waktunya tiba dan ontime, akhirnya takeoff menuju Seoul dan mendarat juga ontime dan Puji Tuhan dan Tuhan Baik, di pesawat dari Hongkong ke Seoul, gw bisa tidur dan menu makanan yg dikasih walau blm berani gw makan yg secara langsung jadi jatah suami gw dan gw cuma makan YOGURTnya aja dan teh pahit panas (Black Tea) sumpah pait bener. Pisang dan Yougurt bener bener ada di penerbangan ini.
Setelah mendarat di Incheon sekitar jam 2 sore, kita langsung cari minimart untuk beli T-Money Card dan cus langsung cari subway yang all stop train bukan yang nonstop yaa, untuk langsung ke GIMPO airport untuk terbang ke Jeju dengan pesawat jam 19.55 (malem yak) hufftt. Setibanya di GIMPO udara mulai berasa menusuk kulit gw walaupun didalam airport, nampaknya ini airport gak pakai pemanas brrrr.. dari subway kita naik ke atas langsung ke counter check ini tapi sedih hiksss check in belum dibuka.. jadilah kita masih harus gendong tas ransel kita sambil cari tempat untuk menghangatkan tubuh yang gak ada selain di restoran, alhasil kita mampir ke Loteria. Setelah menunggu sekian lama dan tepat waktu Jeju Air take off dan landing di Jeju International Airport. 
Tiba di Jeju udara gak sedingin di Seoul, karena Suhu udara di Jeju adalah subtropis jadi lebih hangat dari Seoul tapi masih jauh lebih dingin dari Indonesia .. ya iyealah hehe, mungkin bagi orang Korea jika mencari kehangatan, mereka akan liburan ke Jeju xixi. Bandara Jeju ini Besar dan Bagus dan di bandara ini gak ada "taxi-taxi" atau apapun jadi begitu keluar langsung cari jalan masing-masing mau naik apa, setelah bolak balik 2 kali karena bingung memilih antara bus atau taxi, karena taxi antriannya lumayan panjang, sementara bus belum ada, namun karena tubuh lelah setelah hampir 24 jam di perjalanan (Pelajaran), akhirnya kita memutuskan naik taxi menuju Jeju December Hotel dengan biaya sebesar 3900 won, daripada jalan kaki, mana badan masih blm sepenuhnya bernyawa hehe.
Tiba dihotel disambut ramah dan proses check in yang cepat serta pemberitahuan syarat2 menginap umum seperti no smoking dan no shoes in the bedroom dan cara2 menggunakan remote control all in one, akhirnya kita tiba di kamar dan bisa merebahkan diri untuk istirahat setelah bebersihan dan beli makanan di GS25 yg terdekat untuk besok sarapan dan camilan sebelum tidur. Selamat malam Jeju glad to be here and thank you Lord for this opportunity.

Day 1 Expenses for Jkt - Jeju for 2 persons:
HK Airport - Coffee Hkd. 92
T-Money - W48,000 (8000 Kartu + 40,000 deposit)
Loteria  - W13,000
Taxi To Hotel - W3,900
Snack & Breakfast GS25 - Won 9,100
Total  = W74,000 x 12.3 + 92 x 1750 = Idr. 910,200 + 161,000 =
            Idr. 1,071,200.-

Day 2 : Udo Island, Seongsang Illchubong
Sambil mencoba mengumpulkan nyawa untuk bangun, karena perut masih belum bener jadi gw belum berani makan macam2 dulu dan sudah siap Yogurt lagi untuk sarapan yang gw beli di GS25 semalam (yogurt disini enak2 dan murah loh), nampaknya hari ini akan hujan, nyesel juga gw gak bawa jas hujan dari Jakarta yang lebih murah terpaksa musti beli disini hufftt, walaupun begitu gak menghalangi kita untuk mengexplore tempat ini, di hari pertama yang seharusnya kita mencoba mengunjungi 3 tempat (Udo, Seongsang dan seopjikoji) namun karena waktu jadi kita hanya bisa ke 2 tempat yaitu UDO island dan Seongsang Illchubong. Berbekal screencapture google map kita harus menuju Grace Hotel untuk naik bis nomor 200 ke Jeju terminal lalu naik bus 710 langsung ke parkiran ferry port Udo island.  
Masalah timbul ketika kita sampai di depan halte bis Grace Hotel yang jaraknya tidak jauh dari Hotel December, haha karena google map tidak bilang kita harus menunggu bis di halte bis di depan grace hotel atau di seberang grace hotel (sama-sama didepan grace hotel sih hufftt ) pertama kita nunggu di halte tepat di depan grace hotel pas bisnya datang kita naik tanya "Jeju Bus terminal?" Ajjussi supirnya langsung dadah ama kita, haha dan menunjuk ke seberang.. tuhh kan salah haaah, langsung nyebrang lagi dan nunggu lagi deh bis nomor 200, setelah sampai di terminal kita langsung naik bis 710 yang pas ada di antrian, tidak lama setelah kita naik, bus pun bergerak dan kita bayar menggunakan T money, dengan lama perjalanan sekitar 1.5 jam dengan bis ini. Agak-agak bingung sama pengumuman stop didalam bis akhirnya kita turun pada tempat yang salah hahaha,  jadilah kita jalan lumayan jauh dan sempat mampir di GS 25 untuk tanya2 sama penjaga toko, padahal bus 710 langsung berhenti di parkiran Ferry Terminal. Pelajaran.
Setelah tiba , isi formulir dan mencantumkan  nomor paspor dan membeli tiket kita langsung menuju UDO ISland yang tidak jauh hanya 20 menit saja kita tiba di pulau ini.








Sebenarnya sih pulaunya biasa aja, yang buat luar biasa apa ya? haha, mungkin hawanya kali ya, Pulau-pulau lain di Indonesia gak kalah bagus loh. Setibanya di Pulau Udo ada 4 alternatif mengelilingi pulau, kita bisa sewa Motor, Sepeda, Bajaj (sebut aja Bajaj) atau Shuttle Bus, karena jiwa petualangan gw meluap entah kemana haha.. kita memutuskan ikut Shuttle bus yang berhenti di beberapa tempat spot wisata dan berlaku seharian, agak mahal sih menurut gw perorang 5000 won.


Shuttle bus



Bajaj



Gak beda sama Uluwatu
Di pulau ini kebanyakan wisata pantai, namanya juga pulau xixi, jalan ke mercusuar hari ini ditutup jadi gak bisa naik, kita sempat nyobain hidangan khas pulau Udo yaitu Ice cream yg ditaburi kacang tanah dan Ice Cream yang diatasnya dikasih potongan Jeruk, Ice creamnya sih biasa aja, hanya kacang tanahnya enak banget dan jeruknya juga enak.. yummm.
Setelah puas keliling pulau Udo, karena masih ada 2 tempat lagi rencana selanjutnya yang akan kita kunjungi, jadi kita balik ke seongsang port untuk menuju seongsang Illchubong, setibanya di Port kita memutuskan untuk naik taxi langsung menuju Seongsang Illchubong. Di Seongsang ini gw suka sama tempatnya walaupun napas hampir habis waktu naik keatas tapi tempatnya rasanya seger, bersih, nyaman dan bagus.





Setelah selesai explore tempat ini, kita tadinya mau langsung menuju Seopjikoji tapi berhubung waktu sudah menunjukan pukul 5 sore jadi kita urungkan niat itu dan berjanji suatu saat huh.. semangat xixi.. dalam perjalanan menuju keluar lokasi wisata kita sempat beli juice jeruk yg rasanya seger banget asem2 seru gitu sama gak lupa beli snack karena kita belum makan siang hari ini duh astaga.. karena kenyang makan ice cream dan odeng di Udo Island dan sekarang minum jus plus beli roti sosis dan langsung jalan menuju ke halte bis untuk balik ke Jeju City. Sebenarnya karena kita naik taxi jadi kita agak bingung mencari dimana Halte bis huffftt akhirnya kita jalan aja gak karuan mengikuti kemana kaki melangkah haha. heran nya waktu kita traveling kaya gini kita gak takut nyasar ya, walaupun nyasar tinggal cari jalan besar aja dan gak lama kita menelusuri jalan pakai naluri ketemu jalan besar dan kebetulan tepat ada bis datang nomor 701 dan begitu kita tanya Jeju City dan ajjussi sopir mengangukkan kepala kita langsung naik. akhirnyaa ternyata SALAH saudara-saudara.. SALAH dijalan yang benar haha. kita harusnya mencari halte 710 instead of 701 karena bus nomor 701 itu lama banget dan lelet banget dan berhenti setiap 100 mtr hufftt sampe pantat panas di dalam bis padahal diluar dingin, setelah tiba di hotel gw cek ternyata rute 701 itu muter jauh hufftt pantes. pelajaran-pelajaran. akhirnya setelah sekian lama kita sampai juga di jeju terminal, cape deh.. nah masalah timbul lagi setelah kita mau naik bis no. 200 untuk balik ke Grace Hotel, karena setelah sekian lama nunggu gak lewat2 tuh bis, logikanya kalau mau balik kan pasti nunggu di sebrang tempat tadi kita turun, tapi sudah 30 menit menunggu tuh bis belum nongol dan sudah tanya beberapa orang tapi pada gak ngerti cape dehh dan petunjuk bus di Jeju hanya dalam bahasa korea jiahhhh, jadilah kita menyebrang lagi tempat di halte kita turun tadi pagi dan naik bis 200 untuk kembali ke grace hotel tapi ikut muter aigoooo cape ahh hari ini muter di Bus. Sampainya di hotel sudah malan dan kita cari makan malam dulu masuk ke resto yang menjual menu Black Pork yang terkenal di Jeju, sebenarnya makan Black Pork gak ada di agenda gw karena mahal haha tapi udah masuk jadi kepalang tanggung deh. yum yum sih haha. Huftt lelah seharian tapi kita punya banyak pengalaman dan fun aja, walaupun 1 tempat terlewatkan.

Day 2 Expenses for 2 :
Rain coat + Snack GS 25 -W12,000
Boat/Ferry to Udo - W11,000
Shuttle Bus UDO - W10,000
Ice Cream + Odeng UDO - W.10,500
Taxi to Seongsang - W3,000
Entrance Illchubong - W4,000
Mandarin Juice + Snack - W11,000
Dinner Black Pork - W35,000
Snack + Breakfast GS25 - W10,300
Total day 2 = W106,800 x 12.3 = Idr.1,313,640

Day 3 : Jungmun Tourist complex, Cheonjeyeon Falls, Jusang jeolli clift, Love Land.
Bingung antara menuju gunung Halla atau Jungmun complex hah, akhirnya setelah rembukan dengan suami karena nanti di Sokcho juga kita akan ke gunung jadilah kita memutuskan untuk tidak ke gunung Halla. salah dua yang gw sesali hikss.. yaitu Seopjikoji dan Hallasan, oh well next time yaa.
Sama seperti kejadian kemarin bingung halte mana kita harus naik bis menuju Jungmun Tourist complex jadilah kita demen nyebrang bolak-balik dan sambil kita bertanya sama mas-mas yang jaga di 7-11 sambil top-up T-money. Akhirnya setelah Airport Limousine Bus no. 600 tiba kita langsung naik dan tanya ke Ajjussinya Jugmnun? dan Ajjussinya mengangguk tanda artinya ookay.
Sangat mudah, gak lama, nyaman dan gampang. Sangking nyamannya sambil gw baca2 peta dan konsentrasi ke pengumuman stop didalam bis yang sudah di area Jungmun, begitu ada kata next stop is Jungmun tourist complex kita langsung berdiri dan turun dengan semangat, di seputar tempat ini ada Teddy bear museum, chocoland, ripley belive or not, botanical garden dan masih banyak lagi, namun karena gw gak minat kesini, selain mahal dan malas liat teddy bear, jadi gw cuma lewat aja, dan yang gw cari adalah Cheonjeyeon Falls dan Jusangjeolli clift, namun setelah semangat beberapa saat, langsung saat itu berubah jadi NIGHTMARE, karena baru sadar ternyata backpack gw yang dipegang suami gw gak ada.. yang isinya semua harta gw termasuk paspor, dompet, kamera dan saat itu rasanya mau nangis tapi gak bisa, panik dan gw langsung lemesss. Tas itu tertinggal di dalam Bis Airport Limo no. 600. Bingung sambil berdoa Tuhan Yesus Tolong, aduhh.., mau kemana ga tau akhirnya kita masuk kantor orang, yg ternyata seperti kantor JNE atau kantor pos, dengan komunikasi yg terbatas antara mereka dan gw, namun mereka mau menolong kita menghubungi operator bus dan puji Tuhan sistem komunikasi di Korea itu bagus jadi Tas gw langsung terlacak dan aman, hufftt Thank you KOREAN and KOREA yg aman, dan gw sama suami menuju ke halte bis yang gak jauh dari situ yang ada loket penjaganya dan Bagusnya ajjumma penjaga loket bus juga tau pas kita berkata "gabang" dan berkata kepada kita Jangan kuatir tas kamu ada dan kita dikasih jeruk sama Ajjummanya. Kamssamidda...tapi mana bisa gw tenang sebelum tas itu gw pegang lagi huffftt, akhirnya setelah 1 jam 45 menit buang waktu menunggu bus yang tadi kita tumpangi kembali ke halte itu.. dan mengeluarkan budget tak terduga untuk beli kopi dan traktir orang kantor pos dan akhirnya tas kita sampai dan ketemu Ajjussi yang tadi nyupir bus kita... Kamssamida Ajjussi pak sopir bus yang baik. 
Setelah urusan tas beres, baru kita bisa jalan-jalan dengan tenang. pertama yaitu menuju Cheonjeyeon Falls karena cukup hanya berjalan kaki dari halte bis tadi dan setelah puas naik turun tangga lagi ke beberapa air terjun disini, kita naik taxi menuju Jusanjeolli.














Dari Jusangjeolli kita mencoba berjalan kaki menemukan halte bus untuk kembali ke Jeju City, yang berada di depan ICC Jeju, yang tadi sempat gw lihat gedungnya saat naik taxi, gak jauh berjalan sambil nikmatin aja, perjalanan kaki kita dan tidak  lama menunggu Bus no 600 telah tiba untuk membawa kita kembali ke Jeju City dengan tujuan selanjutnya adalah LOVE LAND. 
Untuk ke Love Land, gampangnya kita Turun di Grace Hotel dan sebenarnya niat naik bus nomor 46 tapi apa daya ternyata kita mis-com lagi alias salah halte, seharusnya kita tunggu di halte sebrang Grace Hotel instead of pas didepan grace hotel aiigooooo, orang yang ditanya pada gak jelas ngasih taunya hiks, jadilah kita akhirnya ketinggalan bisnya dan akhirnya memutuskan naik taxi karena sudah lumayan Gelap, beruntung juga kita memutuskan naik taxi karena lokasi Jeju Love land agak terpencil dan gelap bow, Kembali ke Hotel juga kita naik taxi yang mangkal di parkiran Jeju Love land, Ajjussinya semangat pas tau gw dari Indonesia tapi gw gak ngerti dia ngomong apa haha maaf ya ajjussi.


Bukan porno tapi ini ada di sini Loveland


Anak kecil dilarang masuk 


Total Expenses day 3 for 2 :
Top up Balance T money - W20,000
Starbuck Coffee -W27,000
Water fall entry -W5,000
Taxi to Jusangjeolli - W3,200
Jusangjeolli entry - W4,000
Taxi to Loveland - W6,200 (Tmoney)
Loveland - W18,000
Snacks - W11,200
Dinner - W24,000
Taxi from Loveland to Hotel - W5,200
Total - W117,600 x 12.3 = Idr. 1,446,480.-

Day 4 : Jeju - Sokcho
Hari ini kita bangun agak pagi karena pesawat ke Seoul jam 10 pagi, dari december hotel check outnya mudah hanya menyerahkan kunci dan menuju ariport kita naik taxi untuk naik pesawat menuju Seoul dan dari Seoul kita langsung menuju Sokcho... 

Total expenses Trip to Jeju for 2 Persons = Rp. 3,831,320 (diluar tiket pesawat)

Bersambung ke Part 3...Sokcho



Traveling Korea #1 : 2016-11 Persiapan Gono Gini

Sejujurnya traveling ke Korea ini gara-gara terlalu banyak nonton K-drama maklum gw ini termasuk salah satu pencinta K-drama, Lama kelamaan membuat gw suka dan tertarik untuk mengetahui apa aja yang ada di negara ini dan wisata serta budaya apa yang mereka punya, disamping negara ini memiliki 4 musim yang termasuk dekat dari Indonesia kalau kepingin ngerasain musim dingin xixi dan plus ganteng dan cantik2nya para aktor dan artis korea hehe. kali aja gw bisa ketemu sama Lee Min Ho haha. 
Sebenarnya sih maksud hati pengen banget balik lagi ke China karena banyak banget tempat di China yang menarik perhatian gw dari negara tertutup yg dijuluki tirai bambu sampai menjadi Negara maju yang amat sangat modern dan terbuka bagi wisatawan. 
Hobby nonton Kdrama ini membuat gw jadi ingin tahu tentang Negara satu ini terlebih lagi karena suami gw juga pernah dinas di korea waktu masa2 dia masih bekerja di militer, apalagi setelah keseringan nonton Kdrama historical yang dikemas menarik mengenai sejarah negara mereka sampai terbentuknya Republik Korea Selatan dan kenapa sampai mereka terpecah dua, menjadi bagian Utara dan Selatan (baca wiki) bagaimana mereka akhirnya punya bahasa dan tulisan sendiri. Sangat menarik.
Dan Setelah gw cari-cari info mengenai tempat2 wisata di Korea ternyata juga banyak. Dan di Semua drama korea apik juga mempromosikan tempat2 wisata mereka membuat gw juga kepingin tau seperti apa Negara ini. 
Sebelum memulai traveling kemanapun tujuannya kita harus melakukan persiapan2 yang diperlukan dan yang lebih utama kita harus tau tujuan kita kemana dulu hehe 

1. Menentukan Negara Tujuan
Dalam menentukan tujuan traveling kita bukan menggunakan Capcipcup belalang kuncup yaa haha atau Eeny, meeny, miny, moe kaya WD S7 #Glenn oh Glenn hikss, huss jadi ngacir kesana haha, bisa juga sih kalau kita punya keuangan yg mapan sambil berandai2 xixi. Tujuan gw thn 2016 ialah Korea, setelah tahu tujuan kita baru deh kita Nabung. 

2. Menentukan waktu yang baik
Hindari high season (mahal) atau hindari Liburan nasional negara yang kita tuju, karena pasti akan lebih mahal dan sudah  pasti akan lebih ruame, dan cek konsisi udara, buat gw warga negara Tropis yang pengen ngerasa-in Winter sebelum "tua" tapi takut-takut gak kuat hehe jadilah gw ambil liburan di musim semi namun menjelang winter #garukkepala tetep penasaran sama winter (norak yak hehe) walaupun byk yg bilang dingin, termasuk suami gw yg bilang you are not gonna like it... secara waktu di Dieng aja pas malam hari gw keluar kamar mau cari makan langsung ngibrit ke dalam lagi haha karena dingin diluar hehe. Tapi akhirnnya jadi jg gw pilih sekitar November pertengahan sampai akhir suhu udara sekitar 2 - 8 derajat C.

2. Transportasi
Setelah menetapkan Tujuan yaitu Korea, langsung tanpa basa-basi mulai2 deh rajin cari-cari tiket murah, seandainya suami gw punya ukuran rata2 orang asia, jadi gw bisa naik budget airline yang tentu saja lebih murah, namun dari hasil tanya sana sini dengan teman yg sudah pernah naik budget airline, jawabannya adalah "garing" apalagi kalau penerbangan dengan jarak tempuh lebih dari 2 jam haha, tapi tidak menutup kemungkinan juga sih, kalau bener2 murah kenapa tidak, tetapi setelah membandingkan sana sini antara budget dan regular ternyata bedanya tidak terlalu jauh dengan full service jadilah kita lebih memilih penerbangan regular tetapi yang sedang buka promo, kalau ini harus rajin rajin dan sering2 buka websitenya. Dan suatu saat.. jreng jreng gw liat Cathay Pasific lagi promo yippieee. udah banding sana sini, karena pengen coba airline ini yang bisa layover di Hongkong, yang kalau gw cek harga normalnya gw gak akan mampu, akhirnya booking jg dan dapat Ticket pesawat PP seharga Rp. 6,037,900 agak mahal sih malah lebih mahal dari promo waktu SQ sih. Namun gak apalah kan sesekali kita coba terbang dengan burung besi andalannya Hongkong dan Rute yang gw ambil adalah JKT-HK-Seoul-HK layover-JKT. 

3. Itinerary 
Berikut adalah garis besar Itinerary dan nanti detail nya akan gw share dan akan bertambah seiring dengan waktu dan hasil google search gw dan nanti akan gw share di post berikutnya. 

  • Jkt - HK - Seoul by Cathay Pasific
  • Seoul - Jeju by Jeju Air
  • Jeju - Seoul - Sokcho - Jeju Air dan Bus 
  • Sokcho - Nami (masih mikir apa perlu ke Nami) - by Bus
  • Nami - Seoul by Bus
  • Seoul - Jeonju or Jinhae - Seoul - Day Trip by Bus
  • Seoul - Hk by Cathay P
  • HK -  Macau - HK - Day Trip by Ferry
  • HK - Jkt - By Cathay P
4. Visa
Ngurus visa korea agak deg-degan eneg hehe soalnya sejak akhir thn 2015 gw udah jadi Ibu Rumah Tangga 100% alias pengacara alias penganguran banyak acara alias kerja dirumah mengurus rumah alias tergantung gaji suami xixi. Untuk syarat korea Visa google sendiri yaaa, urus sendiri gampang kok. Gw mengurus sendiri visa nya pagi jam 08.00-11.00 men-submit dokumen dan 4-5 hari kemudian, siang jam 02.00-04.00 untuk mengambil paspor kita setelah visa keluar dan bisa terlebih dahulu di cek online sebelum kita kesana. Datang ke kedutaan Korea gak mencekam seperti kalau datang ke kedutaan lainnya kok (berdiri di luar gerbang kedutaan US gegara nganter suami aja gw takut xixi), disini santai banget ternyata untuk apply visa bisa pakai kostum apapun gak harus formal dan pakai sandal jepit pun dikasih masuk. Uniknya untuk negara asia yang satu ini mewajibkan kita menyerahkan bukti keuangan 3 bulan terakhir, gak cukup hanya itu surat referensi yang dikeluarkan oleh bank pun harus kita lampirkan dan karena gw tidak bekerja jadi surat referensi bank suami yang gw lampirkan dan tambahannya surat referensi bank gw sendiri. Gak perlu saldo yang besar kok, mereka hanya melihat aktifitas rekening kita, gw melampirkan referensi bank BII yang mana rekening tersebut adalah rekening KPR gw hehe yang saldonya yaaaa saldo KPR juga xixi. Catatan bahwa besarnya Saldo itu gak penting, yang penting adalah rekening kita terlihat aktif. 
Biar gak bolak balik baca benar2 syarat2 korea visa dan print out sendiri formnya karena ada ibu2 yang datang langsung minta form gak dikasih sama petugasnya. Kalau gw dari pada bolak balik yang pasti diminta oleh mereka, gw langsung lampirkan aja sebagai dokumen pendukung seperti Surat permohonan visa in English (untuk Ibu RT/Pensiunan) ditanda tangan suami dan pakai materai, copy identitas suami, Copy Form A1 gw yg 2015 (masih kerja jadi masih punya), copy surat referensi kerja terakhir, Copy PPB rumah, Copy ticket pesawat (Cathay dan Jeju Air), Copy Hotel walaupun belum semua gw booking, Itinerary beserta budgetnya (makanya gw buat Itinerary dlu sebelum visa), copy tagihan kartu kredit gw 3 bulan terakhir. Puji Tuhan Visa gw pun di approved.

5. Penginapan/Hotel
Sampai saat ini sih booking penginapan via Agoda sih yang selalu jadi, one of the best buat gw ya, karena bisa bayar pakai kartu atau bisa mengatur kapan kita bayar. Ada orang yang senang bawa uang cash langsung bayar di Hotel tapi buat gw itu merepotkan dan beresiko selain beresiko hilang di ambil orang atau meluap dipakai sendiri hehe, walaupun sudah dipisahkan kadang tetep kalau silap mata belanja bisa terpakai uang hotel. Selain resiko hilang, resiko kepastian sudah ada ditangan dan bisa mengatur pembayaran juga, jadi saat kita pergi hotel sudah lunas dari tagihan kartu kredit. misalnya gw rencana traveling ke 4 kota, 4 bulan sebelumnya sudah booking 1 hotel di 1 kota, lalu bulan berikutnya 1 lagi dan seterusnya, nah saat kita sudah waktunya mau pergi kita gak ada beban di kartu kredit kita. Sebagai Turis acting "gembel" dalam mencari hotel di Korea dan Hongkong susah bener yang murah plus nyaman, yang ada mahal plus nyaman, aniwei kita juga kan gak ngendon dihotel seharian, jadi fasilitas gono gini yang gak penting bisa dihilangkan untuk meminimalisasi harga hotel dan gw selalu mencari hotel murah dengan review bagus, budget gw buat hotel adalah sekitar 500rban haha tapi kalau kesini sudah pasti harus dinaikan level harganya jadi 800rb an atau paling pahitnya Rp.1 jt dan itu udah maximal banget. Walaupun murah gw selalu compare review hotel yang gw tuju di beberapa website walaupun setiap penginapan pasti ada aja yang menurut review ada yang kurang. Tiap saat berpergian dalam mencari penginapan buat kami yang penting adalah Kasur, AC/Heater, Airpanas, Jendela, dekat subway dan 1 lagi yang baru sekarang ini buat kami is a must yaitu WIFI biar exist haha, engga deh, wifi berguna untuk cari info jalan dan tujuan yang akan kita tuju keesokan harinya. 
Jadi hasil pencarian gw yang sudah gw book adalah (Review beserta detail dan fotonya menyusul..)
Jeju - Goodstay December Hotel 3 Malam Rp. 2,060,153.-
Sokcho - Marine Guesthouse 2 Malam Rp. 816,000.-
Seoul - Hotel Factory - Jongno 4 Malam Rp. 2,787,886.-
Hongkong - Homy Hotel Central 2 Malam Rp. 1,554,566.-

Total biaya berdua untuk transportasi dari dan menuju korea dan hotel dalam trip ini adalah :

Pesawat (jkt-seoul) Rp. 12,075,800 (mahal ya hufftt)
Pesawat (Seoul-Jeju-Seoul) Rp. 1,337,462
Hotel Rp. 7,218,605 (Termasuk HK hotel)
Total = 20,631,867.-


Bersambung... 

Birokrasi : Pak RT itu Jabatan Tertinggi dan Penting loh.. Jadi Baik-baik lah sama Pak/Bu RT

Pak/Bu RT itu Jabatan Penting loh.. malah lebih tinggi dari lembaga atau jabatan apapun, jadi baik-baik lah sama Pak/Bu RT, kenapa gw bilang begini? karena pengalaman di lempar sana sini akibat RTnya gak mau menerbitkan surat pengantar. Ceritanya gini hehe siappp yaa.
Catatan bahwa ini bukan pengalaman pribadi gw namun ini kisah nyata hehe dan gw ada disana dan mengikuti proses yang terjadi karena kebetulan gw yang menemani si Mimi sebut saja, teman gw ini dalam proses mengurus identitas pribadinya.
Mimi adalah warga negara Indonesia memiliki KTP yang didapatnya dari kelurahan setempat sebelum reformasi, ehh sebelum  eKTP deh dan sebelum Gubernurnya Pak Ahok. waktu proses ektp mimi gak sempat ikutan dengan alasan pribadinya lah yang dia sendiri gak bisa bicarakan hehe (misalnya ini misal loh, mimi tinggal di Luar Indonesia alias jadi TKI atau menikah dengan WNA). Mimi memiliki KTP dan KK yang dikeluarkan oleh kelurahan sebut saja Kelurahan Padang rumput (tempat sanak familinya tinggal) yang fotonya dilakukan di tempat dan serta dokumennya ditanda tangani dan di cap oleh pak lurah padang rumput. Namun waktu itu mimi karena gak punya waktu dan ingin KTP dan KK nya jadi dengan segera simsalabim abrakadabra hehe, jadi Ia menggunakan jasa "orang dalam" tentunya dengan sejumlah rupiah yang harus dia keluarkan atas jasa tersebut. Gw sempat menasehati mimi agar dalam mengurus dokumen harus sediakan waktu karena di jaman sekarang sudah gak main lagi pakai jasa "orang dalam" alias sudah steril yang setahu saya sejak jaman bapak Gubernur Jokowi dan sekarang dijabat pak Ahok. Memang akan banyak makan waktu dan kadang makan hati sih waktu mengurus dokumentasi, tapi sekarang udah gak jaman lagi pakai fuluss.   
Di tahun 2016 ini mimi memiliki anak dan berniat untuk mengurus akta kelahiran anaknya dan mengganti KTP lamanya menjadi eKTP, alhasil untuk proses tersebut mimi datang ke kelurahan padang pasir dengan berbekal semua dokumentasi pribadi yang ia punya, setelah memasukan semua dokumen di pagi hari dan, tidak lama setelah itu petugas kelurahan padang pasir menelepon dan memberi kabar bahwa KTP Mimi tidak terdaftar di kelurahan Padang Pasir tersebut... Mimi #whattt?#^%^&^#& bagaimana bisa lalu bagaimana dengan nasib akta lahir anak saya dan kenapa selama ini saya pakai KTP itu gak pernah ada masalah..setelah itu mimi sangat galau haha.
Akhirnya akibat gw komporin dan dengan semangat yang gw kasih, ke dia untuk mencoba mengklarifikasi masalah ini dan kenapa KTPnya bisa gak terdaftar alias Palsu.. sambil berkonsultasi dengan Pak RT tempat mimi tinggal dan pak RT menceritakan bahwa memang beberapa tahun yang lalu ada banyak petugas nakal yang menerbitkan KTP dan KK Palsu dan sudah dipecat dari kelurahan padang pasir tersebut, namun gw dan mimi berkelit bahwa ini gak masuk akal, jadi cap dan tanda tangan Pak Lurahnya ini asalnya dari mana??? kok bisa??? kalau Palsu ada cap dan tandatangan Pak Lurah dan pada saat rekam wajah alias foto pun dilakukan di dalam kelurahan Padang pasir tersebut. Hufftt betapa berantakan nya birokrasi dan dokumentasi jaman itu yang akhirnya berdampak dengan kita.
So kita menuju Kelurahan Padang Pasir sambil agak sedikit kita naikan tensi di kelurahan Padang pasir tersebut, kasihan juga padahal mereka petugas baru semua hehe, yang memang mereka benar2 angkat tangan dan gak bisa dengan cara apapun untuk mengubah apapun, sambil sedikit akhirnya memberikan solusi (gituh donk) mencari atau men-track record identitas Mimi alias KTP terakhir Mimi itu terdaftar dimana agar bisa dibantu dengan menerbitkan eKTP barunya dan petugas membutuhkan nama lengkap serta nama ayah dan ibu kandung Mimi dan simsalabim ternyata NIK nya Mimi terdapat di kelurahan Gunung Gundul tempat tinggalnya mimi semasa Abegeh selama 18 tahunan. Pelajaran penting untuk Mimi dan kita semua, yang gak pernah menganggap penting dokumen pribadinya karena Mimi sendiri gak pernah menyimpan dalam bentuk apapun baik itu hard copy ataupun soft copy seluruh dokumen pribadinya. Baiknya kita harus memulai melakukan hal tersebut.
Mimi Berarti dengan kata lain kalau KTPnya Palsu, selama ini hidup di Indonesia tanpa identitas donk haiyaahh, yang ternyata memang setelah meng-google masih banyak warga negara yang belum memiliki ektp dan Jokowi pun memerintahkan agar diberi kemudahan bagi warga yang ingin membuat EKTP, dan sebagai warga negara yang baik kita wajib juga memiliki identias untuk kemudahan pengurusan segala dokumen, walaupun begitu dari pengalaman pribadi, gw merasa di negara kita prinsipnya terbalik ada yang sulit ngapain pakai yang gampang hehe.  
Jadi Kelurahan Padang pasir memberikan solusi supaya Mimi pergi ke kelurahan Gunung gundul dan meminta untuk mencabut berkasnya disana untuk diproses di Padang pasir. Inilah yang membuat gw sebenarnya agak sedikit kecewa dengan birokrasi di negara kita ini yang katanya KTP itu berlaku nasional namun antar wilayah didalam 1 kota aja bukan pindah propinsi seperti gw, birokrasinya sangat teramat ribet.
Berbekal percaya diri yang berlebihan hehe, kita ke Kelurahan Gunung Gundul namun diTOLAK oleh petugas kelurahan karena Mimi gak dibekali oleh surat pengantar dari PAK/BU RT. Masalah lain timbul disini karena Mimi sudah tidak berdomisili di daerah Gunung Gundul ini sejak lama (gw lupa thn berapa terakhir) dan Pak RT nya adalah warga baru yang menjabat RT setelah Mimi pindah dari sana. Dannnn apessss-nya mimi gak punya berkas apapun yang menunjukan mimi dulu pernah tinggal disana (pelajaran) dan Pak RT pun menolak untuk memberikan surat rekomendasi pindah (padahal hanya surat pindah) setelah berdebat ngalor ngidul dengan pak RT dan dia pun tetap keukeh gak mau menerbitkan surat. Dengan agak sedikit eh banyak kesal kita balik ke kelurahan Gunung Gundul dan bertambah kesalnya lagi karena Petugas kelurahan Gunung Gundul sudah tahu bahwa Pak RT gak bakalan menerbitkan surat tersebut nahhh loh kenapa elu suruh gw nemuin pak RT hadehhh reseh nih petugas. 
Akhirnya kitapun dilempar ke petugas Dinas Pendudukan yang ada di kelurahan tersebut yang hasil akhirnya juga bahwa mereka tetap perlu Surat pak RT, tanpa itu mereka gak bisa kerja (inilah kenapa gw bilang jabatan RT itu sangat penting seperti jimat gitu). 
Lalu akhirnya pun kita dikasih solusi lagi alias dilempar lagi ke Dinas Pendudukan wilayah Timur Laut (alias bapaknya dinas pendudukan yang ada di kelurahan Gunung Gundul)  dengan berbekal surat kehilangan dari kepolisian (surat hilang KTP dan KK), namun betapa gw dan Mimi kaget juga karena di kantor kepolisian, pak Polisi juga minta surat RT (hahaha ampun pak RT mulai saat ini gw akan baik dengan yang namanya ketua RT) tapi entah polisi nya cuma membuat SEAKAN kita ada dalam keadaan istimewa (Seperti saat keadaan ditilang), karena itu kita "dibantu" oleh pak pol itu, entah kenapa gw paling SEBEL, sejak mengurus KITAS suami dengan kata "dibantu" yang keluar dari mulut petugas bukannya itu memang tugas/pekerjaan mereka ya dan mereka digaji untuk itu kan?? kenapa mereka bisa melontarkan kata "dibantu" (Kecuali memang syarat kita gak lengkap atau meminta tolong petugas sesuatu barulah kata Dibantu itu wajar), buat gw ini terdengar aneh ditelinga soalnya, bukan begitu hehe atau memang seperti itu prosedurnya, repot juga kalau kita kehilangan dompet andaikata di tempat kejadian yang letaknya jauh dari rumah kita dan apa hubungannya pak RT sama dompet gw (yang isinya bisa aja KTP toh). ummmmm coba bayangkan yang buat gw gak masuk akal.
Sooo dari kantor kepolisian kita langsung menuju ke Dinas Pendudukan Timur Laut yang ajaibnya disana mereka juga gak mauuuu tanpa surat RT tapi setelah dikasih penjelasan dan surat kepolisian akhirnya mereka mau mengKlik atau membuka kembali NIK lama Mimi yang sudah tidak aktif itu, namun dengan catatan juga... bahwa mereka perlu surat jimat tetapi mereka akhirnya bisa menerima surat dari RT tempat Mimi sekarang tinggal (well..) 
Untuk minta surat RT dari tempat tinggal sekarang memang lebih mudah dari pada tempat tinggal asal, jadi berbekal surat pengantar RT di tempat tinggal sekarang dan akhirnya setelah proses yang panjang mengesalkan dan melelahkan Mimi dapat surat mutasi dari Dinas pendudukan Timur Laut yang bisa digunakan di kelurahan Padang Pasir untuk memulai pengurusan EKTP dan akta kelahiran anaknya Mimi. Gak lama setelah semua dokumen selesai ternyata setelah obrak abrik tempat surat2nya Mimi ketemu tuh SIM A (alias surat ijin mengemudi) nya Mimi yang sudah expire di  2012 dan alamat yang tertera disitu adalah alamat lama mimi (Kelurahan Gunung Gundul) hadehhhh Mimi Mimi.. kalau kita pakai itu ke pak RT gunung gundul kan beres, tepok jidat ama cipok pipi ahh cape deh dan setelah semua proses itu selesai Mimi pun akhirnya lega dan Gw pun juga ikutan lega. Salah satu pelajaran berharga, oleh karena itu gw share buat orang yang punya pengalaman hampir sama ataupun sama dengan Mimi supaya tahu dan seharusnya kita menyimpan semua dokumen penting dalam bentuk Hardcopy dan softcopynya.